Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Friday, December 13, 2013

Menyetel Panjang Maksimum Linear Actuator



Linear actuator memiliki sliding rod dengan panjang maksimum 18 Inch. Tentu saja tidak semua pembuat mesin tetas senang dengan panjang ini dan bahkan kebanyakan menginginkannya lebih pendek. Bila anda menggunakan Modul DC1000ET dan menggunakan mode internal limit switch (lebih sederhana di sistem perkabelan tentunya), maka penyetelan bisa dilakukan sesuai keinginan dengan mengatur cam sesuai langkah yang digambarkan oleh foto-foto dibawah ini.

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar


Untuk Modul penggeraknya bisa menggunakan model DC1000ET-CD





aplikasinya di mesin tetas model troley :


Thursday, December 5, 2013

Classical 7 segment display Higrostat : HS500-LS

HS500-LS



- Built in ACMatic power supply ~ 100-240 Volts
- Humidifier on indicator LED
- Hi Humidity alarm LED (>95%)
- Low Humidity alarm LED (<40%)
- Built in SSR output with zero crossing detection
- Easy installation, no need electrical or electronic advanced knowledge
- applicable for highly unstable mains supply (cocok untuk listrik yang tidak stabil)


Monday, December 2, 2013

Classic Adelaar With Black Hard Plastic Case : TS500-LS

TS500-LS





1. SMPS (switch mode power supply) inside : ACmatic ~ 100-240V
2. Dual output with built in zero crossing SSR :
     1. Heater Max 800 Watt
     2. Damper/Exhaust Max 150 Watt
3. Adjustable 30-40 Degree Celsius (exclusively designen for egg incubator)
4. Adjustable 0.1 - 1.5 degree Celsius hysteresis
5. Low Temp Led Alarm (active while below 35.0 degree Celsius)
6. Hi Temp Led Alarm (active while above 40.0 degree Celsius)
7. Dimesion : 125mmX90mmX60mm
8. PIC16F877A Cored, coded in PIC Assembly
9. Input - output port : 6 pin Terminal Block

Switching power supply inside
Dual output : Heater and Damper/Exhaust


Saturday, November 23, 2013

Thursday, October 17, 2013

Egg Turner Kit for small Incubators : a Technical and troubleshooting Page



Motor AC 5/6RPM yang dipergunakan :



Spesifikasi Modul :

1. Transformerless Power Supply : Sambungan langsung ke instalasi
    220V (PLN) tanpa melalui trafo.
2. Pemilihan timer dengan merubah posisi jumper : 
    Tengah + Kanan = 6 Jam
    Tengah + Kiri = 3 Jam
    Jumper off (dilepas/tidak dipasang) = Demo Mode 
3. Output : SSR menggunakan BT136 dengan optotriac MOC3041
    (zero crossing detection)
4. Pengendali : Mikrokontroler AT89C2051, Keluarga Intel MCS51
5. Sambungan kabel ke Limit switch : C dan NC (normally close)
 

Peringantan (Warning)

1. Disain ini tidak diperuntukkan bagi yang tidak mengerti kelistrikan
2. Modul bersifat HOT, tidak boleh tersentuh tangan saat bekerja
    karena bisa kesetrum (AC220V langsung).
3. Tidak boleh dipergunakan dengan memakai supply listrik dari UPS
4. Tidak disarankan untuk jaringan listrik yang tidak stabil (naik turun).
5. Jangan mengkonsletkan output motor, bila terjadi BT136 akan rusak
    (Bila anda ingin menjaga agar konslet tidak merusak BT136, maka
    pasangkan sekring 1 Ampere pada output untuk motor AC tersebut,
    bila anda ingin triac yang lebih kuat, mintalah untuk mengganti BT136
    dengan BTA16, tentu saja ada perbedaan harga)
6. Bila modul ini tidak sesuai dengan kapasitas anda baik dari pengetahuan
    kelistrikan maupun selera, pastikan anda mendapatkan modul lain
    (tercasing dan menggunakan trafo penurun tegangan)

Cara Kerja Modul

1. Booting up : Saat pertama dinyalakan, start capacitor bekerja dan
    motor on selama kurang lebih 2-3 detik (untuk pengujian proses ini :
    lepas soket 3 pin untuk limit switch dan jalankan sistem,  motor akan
    bergerak kurang lebih 2-3 detik dan kemudian akan diam terus).
2. Bila soket 3 pin terpasang, maka setelah booting up, processor akan
    memerintahkan motor AC mencari limit switch A. Apapun yang terjadi
    limit switch A harus ditemukan, bila tidak maka motor akan terus berputar
    meskipun untuk mencapai limit switch harus berputar bebelok arah setelah
    mengenai rintangan (motor yang digunakan oleh karena itu tipe motor
    CW/CCW yang bila berbenturan dengan tahanan akan berputar berbalik
    arah). Setelah ketemu, maka motor akan berhenti selama 6 detik.
3. Setelah berhenti 6 detik maka mikro akan memerintah motor untuk bergerak
    lagi mencari limit switch B. Harus sampai ketemu atau kalau tidak motor
    akan terus bergerak tanpa henti dan tidak terkendali lagi.
4. Bila limit switch B ditemukan, maka motor akan berhenti dan diam menunggu
    sesuai timer yang dipilih, 3 jam 6 jam atau 6 detik (demo) setelah jeda timer
    selesai, proses akan berulang ke nomor 2 diatas.

Trouble Shooting


Dari mayoritas permasalahan yang terjadi untuk pemakai yang baru pertama mengaplikasikan modul ini:

- Masalah pertama biasanya pada pemasangan skun soket ke kabel yang tidak tepat, 
  kurang rapat atau tidak disolder sambungannya. 

- Masalah kedua adalah sambungan kabel yang buruk (hanya diuntir-untir saja
   tidak disolder) dan 

- Masalah ketiga sambungan kabel ke microswitch tidak disolder tetapi 
   hanya diikat dan diuntir-untir saja ke konektor microswitch.

- Masalah keempat, salah memasang jalur kabel 
   Commond (C) 
   NC MSw1 dan 
   NC MSw2.



Jalur yang benar adalah seperti di bawah ini :


Pada umumnya masalah kelonggaran pada konektor putih akan mengakibatkan error yang sifatnya acak atau random dan intermitten.


A. Motor bergerak terus dan bouncing terus tanpa pernah berhenti 


Klik gambar untuk memperbesar




B. Motor mengalami gangguan gerak



Klik gambar untuk memperbesar

Wednesday, July 31, 2013

Classical HZ-Hygrostat with 7 segment Display







Simple basic setting 
Pengesetan sederhana



Seberapa cepat sensor humidity 
membaca perubahan kelembaban : 
Metode pengujian dengan ditiup mulut


Spesifikasi

  1. The range of RH Set Value  : 20%RH - 95%RH
  2. Hysteresis Set Value : 0.1%RH-15.0%RH
  3. Sensor Type : HSM-20G
  4. Accuracy 5%
  5. Resolution 0,1%RH
  6. Sensor Cable and Connector : Standar LAN Cable with RJ45 straight configuration
  7. Max allowed sensor cable length : 15 Meter
  8. Output : 
      - On state : Pulsed with 3 second interval and duty cycle 50%       
      - Built in SSR, equipped with Heat Sink,
        able to handle up to 800Watt AC220V loads
  9. Core : PIC16F877A programmed in PIC Assembly
10. Amphenol-header set equipped data cable, easy-to-modify wiring
12. Screw Terminal for SSR output



Kabel Sensor
Kabel sensor menggunakan kabel UTP dengan konfigurasi STRAIGHT pada konektor RJ45. Bila anda mengganti kabel atau memasang ulang konektor, PASTIKAN ditest dengan LAN cable tester, dan baru dipergunakan bila lolos test. Dengan digunakannya kabel standar LAN ini, anda akan dengan mudah memodifikasi panjang kabel, bahkan bila anda tidak dapat melakukannya sendiri, anda dapat dengan mudah memesannya di toko komputer terdekat. Untuk ukuran panjang tertentu, di toko-toko komputer banyak pilihan kabel jadi lengkap dengan konektornya.




Thursday, June 27, 2013

WLC-30MSC : Swiftlet House Humidity Control


WLC-30MCS 
Kontrol Kelembaban Rumah Walet






Setting Humidity
Pada posisi Layar Utama
1. UP = Menaikkan Nilai Setting Upper Humidity
2. DOWN = Menurunkan Nilai Setting Upper Humidity
Nilai LOWER = Nilai UPPER (Hysteresis)
Misalkan NIlai UPPER diset 80.0%RH dan Hysteresis diset 5.0%RH, maka nilai LOWER = 75.0%RH
Ini berarti bila kelembaban dibawah 75.0%RH maka pompa humidifier akan diaktifkan.
Bila kelembaban telah mencapai diatas 80.0%RH, maka pompa humidifier akan dimatikan. Seterusnya pompa akan mati sampai kelembaban turun dibawah 75.0%RH lagi dimana pompa humidifier akan diaktifkan lagi.
Bila Kelembaban berada diatas nilai UPPER, maka secara otomatis Exhaust FAN akan diaktifkan untuk membuang kelebihan uap air hasil dari pompa humidifier. Segera setelah kelebihan itu terbuang dan nilai RH dibawah 80.0% maka Exhaust FAN akan dimatikan.

Setting Hysteresis
Untuk memasuki menu hysteresis, pada Layar Utama tekan UP dan DOWN bersamaan. Setelah masuk menu Hysteresis, maka :
1. UP = Menaikkan Hysteresis (MAX -15.0%)
2. DOWN = Menurunkan Hysteresis (Min -0.1%)
Setelah selesai, tekan CS untuk kembali ke layar utama.

Channel Select
 Tekan CS 1-2 detik untuk pindah Channel. Channel yang terpilih akan menyala LED merah didekat soket RJ45 dimana system akan mengacu pada sensor dengan channel terpilih.

Menyimpan Ubahan
Setelah melakukan setting UPPER, Hysteresis dan Channel Select, maka anda harus menekan tombol SAVE untuk menyimpan ubahan yang anda lakukan. Bila anda tidak melakukannya maka nilai ubahan tidak akan disimpan sehingga bila listrik mati atau system anda matikan, maka saat dinyalakan kembali, nilai yang lama yang akan berlaku.

Mereset System Ke Default Setting
Default Setting :
1. UPPER = 80.0%RH
2. Hysteresis = 05.0%RH
3. Channel Select = Channel no 1. (C1)
Cara mereset system :
1. Matikan Sistem dengen menekan tombol power
2. Tekan Tombol SAVE dan tahan (jangan dilepaskan)
3. Hidupkan system dengan menekan tombol power
4. Di layar akan ditampilkan text reset system
5. Segera lepaskan tombol SAVE.

Keypad Safety Lock
Lihat posisi JUMPER disisi belakang PCB keypad.  Dengan posisi PCB menghadap ke Anda, JUMPER pin :
1. TENGAH dengan KANAN = Unlock (keypad bisa dioperasikan dari luar)
2. TENGAH dengan KIRI = Locked (keypad tidak akan merespon apa-apa bila ditekan
     karena dikunci)

Sensor Calibration
Karena tiap sensor mempunyai nilai keakuratan masing-masing, maka bisa saja sensor memberikan bacaan yang berbeda sesuai dengan tingkat kepresisian masing-masing. Untuk itu diperlukan kalibrasi. Dalam system ini sensor terdiri dari :
1. Sensor Humidity, tipe HSM-20G, dengan tingkat akurasi 5%RH, resolusi 0,1%RH
2. Sensor Temperatur, tipe LM35, dengan tingkat akurasi 0.5oC, resolusi 0,1 oC

Sensor telah dikalibrasi saat unit dibuat. Untuk itu telah ditandai pada masing-masing box sensor untuk channel berapa sensor tersebut diperuntukkan. Dengan memasang sensor pada channel yang sesuai dengan label, maka kalibrasi telah mengikuti factory setting.

Adapun untuk kabel sensor, panjang kabel tidak signifikan mempengaruhi bacaan sensor karena adanya system amplifier internal pada unit board sensor maupun calibration sehingga system bisa menerima kabel sampai 100 meter tanpa memberikan dampak buruk pada bacaan sensor.

Untuk mengkalibrasi bacaan sensor di layar LCD, maka anda dapat melakukannya dengan memutar Variable Resistor kekiri atau kekanan pada Calibration Board yang ada didalam casing.

H1        = Calibration VR untuk Humidity Channel 1
T1        = Calibration VR untuk Temperature Channel 1
H2        = Calibration VR untuk Humidity Channel 2
T2        = Calibration VR untuk Temperature Channel 2
H2        = Calibration VR untuk Humidity Channel 1
T2        = Calibration VR untuk Temperature Channel 2

Penempatan Sensor
Posisikan sensor pada tempat yang representative dan tidak terkena siraman atau percikan kasar air secara langsung, lindungi soket dari kemungkinan korosif dengan grease atau pelindung lain.


Kabel Sensor
Kabel sensor menggunakan kabel UTP dengan konfigurasi STRAIGHT pada konektor RJ45. Bila anda mengganti kabel atau memasang ulang konektor, PASTIKAN ditest dengan LAN cable tester, dan baru dipergunakan bila lolos test. Bila tidak, maka sensor board dan calibration board bisa RUSAK akibat kesalahan kabel.





Sunday, May 19, 2013

Thermostat Klasik : Adelaar 7 Segment

Mengingat sulitnya  pengoperasian thermostat seven segment bagi masyarakat awam pada umumnya, pernah tipe adelaar klasik  ini kami discontinued pengembangannya. Namun atas permintaan dari builder inkubator profesional dan juga dari user yang paham kelistrikan dan elektronika, akhirnya tipe thermostat klasik ini kami bangun lagi, tentunya dengan penyempurnaan di sisi kemudahan pengoperasian dan fitur yang ada.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kelebihan dari thermostat digital dengan layar 7 segment adalah visibilitas atau mudahnya dilihat dari jarak jauh, tidak seperti layar LCD text yang harus didekati untuk mendapatkan visual yang cukup. Sisi kelebihan lainnya adalah terletak pada harga. Tentu saja tipe ini jauh lebih murah daripada tipe LCD.

Visibilitas dan harga yang lebih ekonomis membuat pemakai cenderung mengorbankan kemudahan pengoperasian dan lebih memilih pengoperasian yang sedikit rumit untuk mendapatkan kelebihan tersebut. Namun tentunya kami usahakan agar pengoperasiannya bisa sesederhana mungkin dan masih bisa diaplikasikan oleh pengguna yang awam kelistrikan dan elektronika.

Namun bila anda masih menganggap disain ini sulit untuk dipahami atau dioperasikan, maka silahkan memilih yang lebih mudah dan sederhana aplikasinya dengan klik  DISINI.

Atau mengunjungi link berikut : http://ahsworkshop.blogspot.com/2011/07/breakin-news-new-adelaar-metamorf.html

Berikut ini adalah detail dari modul Classical Adelaar Thermostat :


Identifikasi Tombol :

Sesuai gambar diatas, 
1. ST adalah tombol setting temperature atau suhu target.
2. SH adalah tombol setting hysteresis
3. UP adalah tombol untuk menaikkan temperatur atau hysteresis, 
    sesuai tombol ST atau SH yang ditekan
4. DOWN adalah tombol untuk menurunkan  temperatur atau hysteresis, 
    sesuai tombol ST atau SH yang ditekan

Lalu bagaimana dengan tombol save atau simpan? Jawabannya : sudah kami program untuk AUTOSAVE jadi tidak diperlukan lagi tombol tersebut untuk tujuan penyederhanaan dan kemudahan operasional.

Pengoperasian Dasar :

Pada saat pertama dihidupkan, display akan menunjukkan temperatur ruang dimana sensor LM35 ditempatkan, sensor bisa menggunakan kabel dengan panjang maksimum 2 meter. Tanda strip pada display menyala di posisi atas.

Tampilan ini akan terus berjalan dan thermostat menjalankan fungsinya menghidupkan dan mematikan pemanas sesuai dengan setting temperatur dan hysteresis yang tersimpan dalam EEPROM. Factory setting dari nilai tersebut adalah 37.0 derajad celsius dan hysteresisnya 0.3 derajad celsius.

Setting Temperatur

Untuk merobah setting termperatur, tekan dan tahan tombol ST, display akan menunjukkan nilai setting yang tersimpan saat ini, sambil tetap menahan tombol ST, tekan UP untuk menaikkan nilai setting atau DOWN untuk menurunkan nilai setting. Secara otomatis nilai akan disimpan di EEPROM. sehingga bila anda mematikan sistem dan menyalakannya kembali, maka nilai ubahan terakhir anda yang akan berlaku.

Saat display menunjukkan nilai setting temperatur, strip menyala pada posisi bawah.

Lepaskan tombol ST dan display akan menampilkan suhu aktual lagi dan thermostat bekerja. Strip menyala kembali pada posisi atas.

Setting Hysteresis

Untuk merobah setting hysteresis, tekan dan tahan tombol SH, display akan menunjukkan nilai hysteresis yang tersimpan saat ini. Sambil tetap menahan tombol SH, tekan UP untuk menaikkan nilai hysteresis atau DOWN untuk menurunkan nilai hysteresis. Secara otomatis nilai akan disimpan di EEPROM. sehingga bila anda mematikan sistem dan menyalakannya kembali, maka nilai ubahan terakhir anda yang akan berlaku.

Saat display menunjukkan nilai setting temperatur, strip menyala pada posisi tengah.

Lepaskan tombol SH dan display akan menampilkan suhu aktual lagi dan thermostat bekerja. Strip menyala kembali pada posisi atas.

Berikut adalah video cara pengoperasian modul tersebut untuk lebih mempermudah pemahaman :



Technical Specs :

1. Built in Zero Crossing SSR (Solid State Relay)
2. Output 150 Watt, expandable to 800 Watt with Standard Heatsink.
3. Factory setting : Set Value 37.0 degree Celsius, 0.3 degree Celsius hysteresis
4. Adjustable Set Value : 30.0 - 40.0 degree Celsius
5. Adjustable Hysteresis Value : 0.1 - 1.5 degree Celsius
6. Core : PIC16F877A, programmed in PIC Assembly

Bagian-bagian dari Unit  :
1. Main Board Control
2. Display Board, 7 segment + operational buttons
3. Temperature sensor LM35DZ dengan kabel 1.5 meter
4. Soket power supply 2 pin untuk modul (sambungkan dengan output
    trafo 300mA 12Volt, trafo tidak termasuk dalam paket ini)
5. Built In Zero Crossing SSR, dilengkapi Heatsink, bisa dipakai sampai daya 800 Watt
6. Terminal srcew untuk output SSR



Skema Pemasangan


Caution :


Karena unit dalam bentuk modular, tidak tercasing, maka hal-hal yang harus anda perhatikan adalah :

1. 
Cara pemasangan modular pada box atau bracket harus anda atur sedemikian rupa agar pcb tidak melengkung dan mengakibatkan track terputus.

2. 
Banyak komponen smd yang terpasang pada track belakang pcb seperti resistor dan kapasitor, oleh karenanya anda tidak diperkenankan meletakkan pcb begitu saja pada sebuah bidang dalam keadaan running, misalnya tripleks atau bahan lainnya karena akan mempengaruhi kinerja modul. Usahakan agar track dan solderan tidak kena langsung pada tatakan bawah atau dengan kata lain, pasang ganjal atau spanner atau ring tebal pada setiap baut yang ditujukan agar pcb tidak terkena langsung dengan media dibawahnya. Ketebalan spanner ini minimal 3mm.

3. 
Soket sudah diatur sedemikian rupa sehingga tentunya tidak mudah terbalik. Namun terkadang kecerobohan tidak dapat dihindarkan dimana soket 2 pin ditancapkan pada bukan pasangannya, misalkan 3 pin atau sebaliknya. Tentunya dengan pemaksaan akan masuk juga. Untuk hal seperti ini tentu saja kami tidak bisa menggaransi kerusakan yang terjadi.

4.
Konsentrasi penuh untuk pemasangan modul ini, jangan sambil menggoreng pisang :D

Tuesday, April 9, 2013

Bagi yang memahami elektronika : Membuat modul timer dan egg tray turner ACDC51

Harga software per Copy  (software code : Univ-01) = Rp. 20.000,-







Klik untuk Memperbesar
Click image to Enlarge


Cara Kerja :

Start-up : Saat modul pertama dinyalakan, relay akan di-on-kan oleh program sampai microswitch dengan kabel kuning tertekan (tentu saja oleh motor yang diaktifkan output relay tersebut). Setelah microswitch tertekan, relay akan off (sehingga mematikan motor yang melalui output relay) selama 3 detik. Setelah 3 detik,  relay akan diaktifkan lagi untuk mencari mikroswitch dengan kabel hitam sampai ketemu. Setelah ketemu, selanjutnya program memeriksa posisi jumper. 

Jumper menentukan setting timer. Dalam kondisi jumper tidak dipasang, maka timer akan memainkan mode test. Dalam mode ini proses diatas akan dilakukan berulang-ulang dengan jeda waktu  6 detik. Saat jeda ini, led akan dinyalakan oleh program sebagai indikator "waiting state" atau posisi menunggu sesuai nilai timer.

Bila jumper diposisikan untuk menjumper pin tengah dan kiri (dekat IC), maka timer = 3 jam dan bila tengah dengan kanan, maka timer = 6 jam.Ini berarti jeda waktunya adalah nilai timer tersebut.

Relay mempunyai 2 output, yaitu NO dan NC. Dalam gambar tersebut terminal biru dipasang pada C dan NO. Karena relay bisa menerima listrik AC maupun DC, maka modul tersebut tentu saja bisa dipergunakan untuk motor AC maupun DC. Nilai amper relay mementukan besar tenaga motor yang boleh disalurkan melalui modul tersebut. Pilihlah relay dengan kualitas dan daya yang baik tentunya.

Selamat mencoba.

Tuesday, April 2, 2013

HZ1000US-PBU Thermo-hygrostat: An Overview




















Algoritma HZ1000US-PBU


Saat pertama dinyalakan (default setting) temperatur akan menunjukkan angka 37.0 derajad celsius dan RH pada 60%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai yang sebelumnya yang berlaku.

Identifikasi Tombol :

Dari kiri ke kanan
1.       UP
2.       DOWN
3.       Fn/R
4.       SET/Save

Cara merubah setting temperatur :
Pada layar utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.

Cara merubah setting Humidity :
Tekan dan tahan tombol (Fn/R) dan sambil tekan tombol UP untuk menaikkan atau DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.

Cara merubah setting Hysteresis (menentukan batas maksimum fluktuasi) :
Tekan tombol UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum 0.1 dan maksimum 1.0 untuk temperatur dan secara otomatis perkalian sepuluh untuk RH. Ini berarti bila anda menyetel hysteresis temperatur 0,2 derajad celsius,  maka secara otomatis RH akan bernilai 2%. Ini dilakukan karena toleransi RH relatif tinggi sehingga mengatur RH dengan nilai fraksi atau dibelakang koma akan membuat mesin humidifier lebih sering on dan off dan dikhawatirkan akan mempengaruhi usia mesin. disisi lain, keakuratan sensor humidity juga 5% sehingga nilai fraksi tidak akan memberikan manfaat yang nyata.

Tekan tombol Fn/R bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan.

Cara menyimpan ubahan :
Pada layar utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik

Cara mereset semua nilai ke ‘default setting’ :
Matikan sistem. Tekan dan tahan tombol (Fn/R) kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai factory setting yang telah diaktifkan kembali.

Output Ports :
1.       Heater : Ke pemanas AC220V (Langsung dari output port ke pemanas, sudah built in SSR)
2.       Damper/Exhaust : Kipas exhaust atau system pendingin AC220V (Langsung, built in SSR)
3.       Humidifier : Ke pembangkit Humidity (ultrasonic/spayer) AC220V (Langsung, built in SSR)

Cara Kerja Output Port :
1.       Heater
                        Mulai dimatikan bila temperature melebihi set point
Mulai dihidupkan lagi bila temperature turun dibawah set point dikurangi nilai hysteresis.
Contoh :
Set point = 37.0 derajad Celsius, hysteresis diset 0.3
Heater dimatikan bila lebih dari 37.0 derajad Celsius, tepatnya mulai 37.1 derajad Celsius
Heater akan dihidupkan lagi bila temperature turun dibawah  36.7 derajad Celsius  (37.0 – 0.3), yaitu tepatnya mulai 36.6 derajad Celsius.

2.       Damper/Exhaust
Mulai dihidupkan bila tempeartur diatas set point dan akan segera dimatikan bila temperature dibawah set point.
Contoh :
Set point = 37.0 derajad Celsius
Damper/exhaust akan dinyalakan bila temperature diatas 37.0 atau tepatnya mulai 37.1 derajac Celsius
Damper /exhaust akan dimatikan bila temperature dibawah 37.0 atau tepatnya mulai 36.9 derajad Celsius.

3.       Humidifier
                              Mulai dimatikan bila humidity melebihi set point
Mulai dihidupkan lagi bila humidity turun dibawah set point dikurangi nilai hysteresis.
Contoh :
Set point = 60.0%RH, hysteresis diset 3
Humidifier dimatikan bila lebih dari 60.0%RH atau tepatnya mulai 60.1%RH
Humidifier akan dihidupkan lagi bila humidity turun dibawah  57.0%RH (60.0 - 3), yaitu tepatnya mulai 56.9%RH.



NEW !!!!

Alternatif HZ1000US-PBU adalah HZX1000US-PBU dengan nilai sama namun fasilitas lebih lengkap.


Sunday, March 31, 2013

Menghemat biaya pembuatan Egg Turner dengan Motor DC

MODUL EGG TURNER ACDC51
Untuk Aplikasi Motor DC Dua Arah Putaran
(Board PCB generic ACDC51, Software Khusus DC)
(Software Code : DC-2W)

Mesin besar pada umumnya memerlukan motor penggerak egg tray yang relatif kuat. Tentu saja motor AC dengan torsi yang kuat dan RPM rendah adalah pilihan yang ideal, namun dalam faktanya di Indonesia justru yang lebih mudah didapatkan adalah motor DC untuk kategori torsi kuat dan putaran rendah.

Berikut kami sajikan rangkaian sederhana untuk menggerakkan motor DC agar bisa berputar ke kiri dan ke kanan untuk mendapatkan posisi rak yang diinginkan. Skematik ini memanfaatkan cara kerja relay dengan tiga wiring, yaitu C (Common), NC (Normaly Closed) dan NO (Normaly Open).

Adapun coil dari relay akan dipicu oleh modul timer yang tentunya bisa didapatkan dengan harga yang relatif  murah. Baiklah kita lihat dahulu skema perkabelannya.

Klik pada gambar untuk memperbesar

Perhatikan jalur X, Y dan Z berwarna merah pada gambar diatas. Saat trafo (tipe CT) dihidupkan, maka XY = 12Volt dimana X=positif dan Y=negatif.

Disisi lain YZ juga sama 12 Volt, dimana Y=positif dan Z=negatif.

Dalam hal ini Y bisa positif atau negatif, tergantung dengan X atau Z dia dipasangkan.

Motor DC pada umunya memiliki  dua kabel dimana membalik polaritas kabel akan membalik arah putaran motor tersebut. Bila motor tersebut dialiri oleh XY, maka motor bisa bergerak ke kiri misalnya. Bila motor mendapatkan arus YZ, maka tentu saja motor akan berbalik arah berputar ke kanan. Membalik kabel motor akan mengakibatkan arah putaran yang sebaliknya tentunya.

Relay dengan tiga wiring, yaitu C, NC, dan NO yang akan dalam sistem perkabelan diatas akan menentukan arah putaran motor. Bila timer memberi tegangan yang mengaktifkan coil relay, maka jalur motor akan disambungkan dengan YZ dan motor berputar ke arah kanan misalnya (tergantung anda memasang kabel motornya).

Bila relay tersebut diaktifkan oleh timer selama satu jam misalnya, maka logikanya arus YZ akan mengalir terus-menerus selama 1 jam kecuali putaran motor diatur sedemikian rupa dengan perlengkapan mekanik sehingga saat berputar ke kanan akan mengakibatkan egg tray menonjok kontak mikroswitch A pada sudut tertentu sehingga berhenti pada sudut tersebut dan menunggu timer berubah.

Setelah satu jam, relay akan dimatikan dan yang berlaku adalah arus XY yang membuat motor bergerak ke kiri terus sampai 1 jam atau terputus bila secara mekanik mikroswitch B tersentuh saklarnya oleh tonjokan mekanik motor atau egg tray yang bergerak ke kiri tersebut. Tentu saja mikroswitch ini dipasang pada sudut tertentu yang diinginkan.

Demikian sistem akan terulang setiap satu jam sekali dengan asumsi anda mengeset timer satu jam. Bila anda mengeset 3 jam, tentu saja pengulangan akan berlaku setiap 3 jam sekali.

Untuk modulnya, dapat dilihat gambar dibawah ini :

ACDC51 Generic Board - Backside


ACDC51 Module - Upside


Modul diatas mempunyai 3 pilihan timer. Dengan merubah jumper maka akan didapatkan 3 posisi. Jumper kosong = demo mode (timer = 30 detik), tengah dan kiri =3 jam dan tengah dan kanan = 6 jam. 

Maksud dari dirancangnya modul ini adalah untuk memenuhi kebutuhan sistem penggerak rak mesin penetas telur kapasitas menengah antara 150 - 900 telur. Untuk kapasitas 1000 keatas disarankan mengunakan Linear Kit dan  untuk kapasitas dibawah 150 menggunakan AC Turner Kit.

Bila anda tidak atau kurang memahami rangkaian diatas, sebaiknya memilih timer dan turner module atau kit yang lain seperti tipe Linear Actuator atau ATTimer dengan motor AC untuk incubator skala kecil (<150 telur, KLIK DISINI). Silahkan mengeksplorasi di blog ini untuk tipe yang lain (mudah dan tinggal pakai). Atau anda bisa mencoba untuk KLIK DISINI. Untuk produsen yang membuat mesin tetas dalam jumlah besar (kuantiti) dapat mencoba untuk melihat modul sederhana DISINI.

Modul dalam kondisi seperti gambar diatas. Kabel harus anda solder sendiri. Ada 5 lobang kabel, 2 untuk power supply modul (bisa dari trafo 12 volt) sedangkan 3 adalah dari relay yaitu C, NO dan NC, silahkan menghubungkannya sesuai diagram diatas.

Pada skema diatas, bagian yang dilingkari adalah bagian dari modul sedangkan bagian atas mulai dari motor DC, trafo, microswitch dan diode harus anda persiapkan sendiri. Trafo disesuaikan dengan kebutuhan motor DC anda. Karena mikroswitch dialiri arus yang relatif besar, maka anda harus memilih yang berkualitas baik tentunya.

Untuk dipergunakan pada motor linear actuator, limit switch telah terpasang pada body akctuator (standar pabrikan) dan instalasi pemasangan dengan modul ACDC51 menjadi lebih sederhana dibandingkan motor circular konvensional. Diagramnya adalah sebagai berikut :