Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Thursday, October 17, 2013

Egg Turner Kit for small Incubators : a Technical and troubleshooting Page



Motor AC 5/6RPM yang dipergunakan :



Spesifikasi Modul :

1. Transformerless Power Supply : Sambungan langsung ke instalasi
    220V (PLN) tanpa melalui trafo.
2. Pemilihan timer dengan merubah posisi jumper : 
    Tengah + Kanan = 6 Jam
    Tengah + Kiri = 3 Jam
    Jumper off (dilepas/tidak dipasang) = Demo Mode 
3. Output : SSR menggunakan BT136 dengan optotriac MOC3041
    (zero crossing detection)
4. Pengendali : Mikrokontroler AT89C2051, Keluarga Intel MCS51
5. Sambungan kabel ke Limit switch : C dan NC (normally close)
 

Peringantan (Warning)

1. Disain ini tidak diperuntukkan bagi yang tidak mengerti kelistrikan
2. Modul bersifat HOT, tidak boleh tersentuh tangan saat bekerja
    karena bisa kesetrum (AC220V langsung).
3. Tidak boleh dipergunakan dengan memakai supply listrik dari UPS
4. Tidak disarankan untuk jaringan listrik yang tidak stabil (naik turun).
5. Jangan mengkonsletkan output motor, bila terjadi BT136 akan rusak
    (Bila anda ingin menjaga agar konslet tidak merusak BT136, maka
    pasangkan sekring 1 Ampere pada output untuk motor AC tersebut,
    bila anda ingin triac yang lebih kuat, mintalah untuk mengganti BT136
    dengan BTA16, tentu saja ada perbedaan harga)
6. Bila modul ini tidak sesuai dengan kapasitas anda baik dari pengetahuan
    kelistrikan maupun selera, pastikan anda mendapatkan modul lain
    (tercasing dan menggunakan trafo penurun tegangan)

Cara Kerja Modul

1. Booting up : Saat pertama dinyalakan, start capacitor bekerja dan
    motor on selama kurang lebih 2-3 detik (untuk pengujian proses ini :
    lepas soket 3 pin untuk limit switch dan jalankan sistem,  motor akan
    bergerak kurang lebih 2-3 detik dan kemudian akan diam terus).
2. Bila soket 3 pin terpasang, maka setelah booting up, processor akan
    memerintahkan motor AC mencari limit switch A. Apapun yang terjadi
    limit switch A harus ditemukan, bila tidak maka motor akan terus berputar
    meskipun untuk mencapai limit switch harus berputar bebelok arah setelah
    mengenai rintangan (motor yang digunakan oleh karena itu tipe motor
    CW/CCW yang bila berbenturan dengan tahanan akan berputar berbalik
    arah). Setelah ketemu, maka motor akan berhenti selama 6 detik.
3. Setelah berhenti 6 detik maka mikro akan memerintah motor untuk bergerak
    lagi mencari limit switch B. Harus sampai ketemu atau kalau tidak motor
    akan terus bergerak tanpa henti dan tidak terkendali lagi.
4. Bila limit switch B ditemukan, maka motor akan berhenti dan diam menunggu
    sesuai timer yang dipilih, 3 jam 6 jam atau 6 detik (demo) setelah jeda timer
    selesai, proses akan berulang ke nomor 2 diatas.

Trouble Shooting


Dari mayoritas permasalahan yang terjadi untuk pemakai yang baru pertama mengaplikasikan modul ini:

- Masalah pertama biasanya pada pemasangan skun soket ke kabel yang tidak tepat, 
  kurang rapat atau tidak disolder sambungannya. 

- Masalah kedua adalah sambungan kabel yang buruk (hanya diuntir-untir saja
   tidak disolder) dan 

- Masalah ketiga sambungan kabel ke microswitch tidak disolder tetapi 
   hanya diikat dan diuntir-untir saja ke konektor microswitch.

- Masalah keempat, salah memasang jalur kabel 
   Commond (C) 
   NC MSw1 dan 
   NC MSw2.



Jalur yang benar adalah seperti di bawah ini :


Pada umumnya masalah kelonggaran pada konektor putih akan mengakibatkan error yang sifatnya acak atau random dan intermitten.


A. Motor bergerak terus dan bouncing terus tanpa pernah berhenti 


Klik gambar untuk memperbesar




B. Motor mengalami gangguan gerak



Klik gambar untuk memperbesar