Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Friday, December 13, 2013

Menyetel Panjang Maksimum Linear Actuator



Linear actuator memiliki sliding rod dengan panjang maksimum 18 Inch. Tentu saja tidak semua pembuat mesin tetas senang dengan panjang ini dan bahkan kebanyakan menginginkannya lebih pendek. Bila anda menggunakan Modul DC1000ET dan menggunakan mode internal limit switch (lebih sederhana di sistem perkabelan tentunya), maka penyetelan bisa dilakukan sesuai keinginan dengan mengatur cam sesuai langkah yang digambarkan oleh foto-foto dibawah ini.

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar


Untuk Modul penggeraknya bisa menggunakan model DC1000ET-CD




Thursday, December 5, 2013

Classical 7 segment display Higrostat : HS500-LS

HS500-LS



- Built in ACMatic power supply ~ 100-240 Volts
- Humidifier on indicator LED
- Hi Humidity alarm LED (>95%)
- Low Humidity alarm LED (<40%)
- Built in SSR output with zero crossing detection
- Easy installation, no need electrical or electronic advanced knowledge
- applicable for highly unstable mains supply (cocok untuk listrik yang tidak stabil)


Monday, December 2, 2013

Classic Adelaar With Black Hard Plastic Case : TS500-LS

TS500-LS





1. SMPS (switch mode power supply) inside : ACmatic ~ 100-240V
2. Dual output with built in zero crossing SSR :
     1. Heater Max 800 Watt
     2. Damper/Exhaust Max 150 Watt
3. Adjustable 30-40 Degree Celsius (exclusively designen for egg incubator)
4. Adjustable 0.1 - 1.5 degree Celsius hysteresis
5. Low Temp Led Alarm (active while below 35.0 degree Celsius)
6. Hi Temp Led Alarm (active while above 40.0 degree Celsius)
7. Dimesion : 125mmX90mmX60mm
8. PIC16F877A Cored, coded in PIC Assembly
9. Input - output port : 6 pin Terminal Block

Switching power supply inside
Dual output : Heater and Damper/Exhaust


Saturday, November 23, 2013

Thursday, October 17, 2013

Egg Turner Kit for small Incubators : a Technical and troubleshooting Page



Motor AC 5/6RPM yang dipergunakan :



Spesifikasi Modul :

1. Transformerless Power Supply : Sambungan langsung ke instalasi
    220V (PLN) tanpa melalui trafo.
2. Pemilihan timer dengan merubah posisi jumper : 
    Tengah + Kanan = 6 Jam
    Tengah + Kiri = 3 Jam
    Jumper off (dilepas/tidak dipasang) = Demo Mode 
3. Output : SSR menggunakan BT136 dengan optotriac MOC3041
    (zero crossing detection)
4. Pengendali : Mikrokontroler AT89C2051, Keluarga Intel MCS51
5. Sambungan kabel ke Limit switch : C dan NC (normally close)
 

Peringantan (Warning)

1. Disain ini tidak diperuntukkan bagi yang tidak mengerti kelistrikan
2. Modul bersifat HOT, tidak boleh tersentuh tangan saat bekerja
    karena bisa kesetrum (AC220V langsung).
3. Tidak boleh dipergunakan dengan memakai supply listrik dari UPS
4. Tidak disarankan untuk jaringan listrik yang tidak stabil (naik turun).
5. Jangan mengkonsletkan output motor, bila terjadi BT136 akan rusak
    (Bila anda ingin menjaga agar konslet tidak merusak BT136, maka
    pasangkan sekring 1 Ampere pada output untuk motor AC tersebut,
    bila anda ingin triac yang lebih kuat, mintalah untuk mengganti BT136
    dengan BTA16, tentu saja ada perbedaan harga)
6. Bila modul ini tidak sesuai dengan kapasitas anda baik dari pengetahuan
    kelistrikan maupun selera, pastikan anda mendapatkan modul lain
    (tercasing dan menggunakan trafo penurun tegangan)

Cara Kerja Modul

1. Booting up : Saat pertama dinyalakan, start capacitor bekerja dan
    motor on selama kurang lebih 2-3 detik (untuk pengujian proses ini :
    lepas soket 3 pin untuk limit switch dan jalankan sistem,  motor akan
    bergerak kurang lebih 2-3 detik dan kemudian akan diam terus).
2. Bila soket 3 pin terpasang, maka setelah booting up, processor akan
    memerintahkan motor AC mencari limit switch A. Apapun yang terjadi
    limit switch A harus ditemukan, bila tidak maka motor akan terus berputar
    meskipun untuk mencapai limit switch harus berputar bebelok arah setelah
    mengenai rintangan (motor yang digunakan oleh karena itu tipe motor
    CW/CCW yang bila berbenturan dengan tahanan akan berputar berbalik
    arah). Setelah ketemu, maka motor akan berhenti selama 6 detik.
3. Setelah berhenti 6 detik maka mikro akan memerintah motor untuk bergerak
    lagi mencari limit switch B. Harus sampai ketemu atau kalau tidak motor
    akan terus bergerak tanpa henti dan tidak terkendali lagi.
4. Bila limit switch B ditemukan, maka motor akan berhenti dan diam menunggu
    sesuai timer yang dipilih, 3 jam 6 jam atau 6 detik (demo) setelah jeda timer
    selesai, proses akan berulang ke nomor 2 diatas.

Trouble Shooting

A. Motor bergerak terus dan bouncing terus tanpa pernah berhenti 


Klik gambar untuk memperbesar




B. Motor mengalami gangguan gerak



Klik gambar untuk memperbesar

Wednesday, July 31, 2013

Classical HZ-Hygrostat with 7 segment Display







Simple basic setting 
Pengesetan sederhana



Seberapa cepat sensor humidity 
membaca perubahan kelembaban : 
Metode pengujian dengan ditiup mulut


Spesifikasi

  1. The range of RH Set Value  : 20%RH - 95%RH
  2. Hysteresis Set Value : 0.1%RH-15.0%RH
  3. Sensor Type : HSM-20G
  4. Accuracy 5%
  5. Resolution 0,1%RH
  6. Sensor Cable and Connector : Standar LAN Cable with RJ45 straight configuration
  7. Max allowed sensor cable length : 15 Meter
  8. Output : 
      - On state : Pulsed with 3 second interval and duty cycle 50%       
      - Built in SSR, equipped with Heat Sink,
        able to handle up to 800Watt AC220V loads
  9. Core : PIC16F877A programmed in PIC Assembly
10. Amphenol-header set equipped data cable, easy-to-modify wiring
12. Screw Terminal for SSR output



Kabel Sensor
Kabel sensor menggunakan kabel UTP dengan konfigurasi STRAIGHT pada konektor RJ45. Bila anda mengganti kabel atau memasang ulang konektor, PASTIKAN ditest dengan LAN cable tester, dan baru dipergunakan bila lolos test. Dengan digunakannya kabel standar LAN ini, anda akan dengan mudah memodifikasi panjang kabel, bahkan bila anda tidak dapat melakukannya sendiri, anda dapat dengan mudah memesannya di toko komputer terdekat. Untuk ukuran panjang tertentu, di toko-toko komputer banyak pilihan kabel jadi lengkap dengan konektornya.




Thursday, June 27, 2013

WLC-30MSC : Swiftlet House Humidity Control


WLC-30MCS 
Kontrol Kelembaban Rumah Walet






Setting Humidity
Pada posisi Layar Utama
1. UP = Menaikkan Nilai Setting Upper Humidity
2. DOWN = Menurunkan Nilai Setting Upper Humidity
Nilai LOWER = Nilai UPPER (Hysteresis)
Misalkan NIlai UPPER diset 80.0%RH dan Hysteresis diset 5.0%RH, maka nilai LOWER = 75.0%RH
Ini berarti bila kelembaban dibawah 75.0%RH maka pompa humidifier akan diaktifkan.
Bila kelembaban telah mencapai diatas 80.0%RH, maka pompa humidifier akan dimatikan. Seterusnya pompa akan mati sampai kelembaban turun dibawah 75.0%RH lagi dimana pompa humidifier akan diaktifkan lagi.
Bila Kelembaban berada diatas nilai UPPER, maka secara otomatis Exhaust FAN akan diaktifkan untuk membuang kelebihan uap air hasil dari pompa humidifier. Segera setelah kelebihan itu terbuang dan nilai RH dibawah 80.0% maka Exhaust FAN akan dimatikan.

Setting Hysteresis
Untuk memasuki menu hysteresis, pada Layar Utama tekan UP dan DOWN bersamaan. Setelah masuk menu Hysteresis, maka :
1. UP = Menaikkan Hysteresis (MAX -15.0%)
2. DOWN = Menurunkan Hysteresis (Min -0.1%)
Setelah selesai, tekan CS untuk kembali ke layar utama.

Channel Select
 Tekan CS 1-2 detik untuk pindah Channel. Channel yang terpilih akan menyala LED merah didekat soket RJ45 dimana system akan mengacu pada sensor dengan channel terpilih.

Menyimpan Ubahan
Setelah melakukan setting UPPER, Hysteresis dan Channel Select, maka anda harus menekan tombol SAVE untuk menyimpan ubahan yang anda lakukan. Bila anda tidak melakukannya maka nilai ubahan tidak akan disimpan sehingga bila listrik mati atau system anda matikan, maka saat dinyalakan kembali, nilai yang lama yang akan berlaku.

Mereset System Ke Default Setting
Default Setting :
1. UPPER = 80.0%RH
2. Hysteresis = 05.0%RH
3. Channel Select = Channel no 1. (C1)
Cara mereset system :
1. Matikan Sistem dengen menekan tombol power
2. Tekan Tombol SAVE dan tahan (jangan dilepaskan)
3. Hidupkan system dengan menekan tombol power
4. Di layar akan ditampilkan text reset system
5. Segera lepaskan tombol SAVE.

Keypad Safety Lock
Lihat posisi JUMPER disisi belakang PCB keypad.  Dengan posisi PCB menghadap ke Anda, JUMPER pin :
1. TENGAH dengan KANAN = Unlock (keypad bisa dioperasikan dari luar)
2. TENGAH dengan KIRI = Locked (keypad tidak akan merespon apa-apa bila ditekan
     karena dikunci)

Sensor Calibration
Karena tiap sensor mempunyai nilai keakuratan masing-masing, maka bisa saja sensor memberikan bacaan yang berbeda sesuai dengan tingkat kepresisian masing-masing. Untuk itu diperlukan kalibrasi. Dalam system ini sensor terdiri dari :
1. Sensor Humidity, tipe HSM-20G, dengan tingkat akurasi 5%RH, resolusi 0,1%RH
2. Sensor Temperatur, tipe LM35, dengan tingkat akurasi 0.5oC, resolusi 0,1 oC

Sensor telah dikalibrasi saat unit dibuat. Untuk itu telah ditandai pada masing-masing box sensor untuk channel berapa sensor tersebut diperuntukkan. Dengan memasang sensor pada channel yang sesuai dengan label, maka kalibrasi telah mengikuti factory setting.

Adapun untuk kabel sensor, panjang kabel tidak signifikan mempengaruhi bacaan sensor karena adanya system amplifier internal pada unit board sensor maupun calibration sehingga system bisa menerima kabel sampai 100 meter tanpa memberikan dampak buruk pada bacaan sensor.

Untuk mengkalibrasi bacaan sensor di layar LCD, maka anda dapat melakukannya dengan memutar Variable Resistor kekiri atau kekanan pada Calibration Board yang ada didalam casing.

H1        = Calibration VR untuk Humidity Channel 1
T1        = Calibration VR untuk Temperature Channel 1
H2        = Calibration VR untuk Humidity Channel 2
T2        = Calibration VR untuk Temperature Channel 2
H2        = Calibration VR untuk Humidity Channel 1
T2        = Calibration VR untuk Temperature Channel 2

Penempatan Sensor
Posisikan sensor pada tempat yang representative dan tidak terkena siraman atau percikan kasar air secara langsung, lindungi soket dari kemungkinan korosif dengan grease atau pelindung lain.


Kabel Sensor
Kabel sensor menggunakan kabel UTP dengan konfigurasi STRAIGHT pada konektor RJ45. Bila anda mengganti kabel atau memasang ulang konektor, PASTIKAN ditest dengan LAN cable tester, dan baru dipergunakan bila lolos test. Bila tidak, maka sensor board dan calibration board bisa RUSAK akibat kesalahan kabel.