Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Friday, May 13, 2016

Solid State Relay (SSR) dan Mechanical Relay dan Kaitannya Dengan Pemilihan Jenis Pemanas Mesin Penetas Telur

Sebelumnya mari kita perhatikan gambar berikut :


Gambar diatas sumbernya adalah dari Omron dengan link KLIK DISINI 

Dalam kaitannya dengan mesin penetas telur, jenis LOAD atau beban yang mungkin akan dipikul oleh relay (SSR maupun Mekanikal) dari modul controller adalah :

Solenoid 
untuk mengaktifkan sprayer, penyalur air bertekanan dari pompa air untuk mengatur kelembaban udara dalam mesin penetas telur.

Incandescent Lamp (Bohlam Lampu Pijar, dengan kawat wolfram didalamnya)
Mesin penetas kapasitas kecil cenderung menggunakan jenis pemanas dari lampu pijar ini karena lebih efisien dan mudah penerapannya untuk skala penetasan kecil.

Relay Mekanik (Kontaktor)
Untuk mesin penetas kapasitas besar, sebagian perancang memilih untuk menggunakan kontaktor untuk menyalurkan beban arus yang sangat besar. Keluaran arus dari controller baik dari SSR maupun Relay Mekanik kapasitas kecil diumpankan ke input dari kontaktor tersebut untuk memindahkan beban besar ke kontaktor.

Resistive Load
Jenis pemanas yang menggunakan kawat nikelin adalah jenis pemanas resistive yang paling sering digunakan untuk mesin penetas telur kapasitas menengah dan besar.


Perhatikan tabel diatas. Masing-masing jenis mempunyai nilai Inrush Current atau arus tiba-tiba saat dalam peralihan dari kondisi OFF ke ON.

Jenis pemanas yang paling tinggi Inrush Currentnya adalah Bohlam Lampu Pijar, yaitu 10 sampai 15 kali nilai arus normalnya. Ini menobatkan bohlam lampu sebagai pemanas yang paling berbahaya untuk SSR sekaligus menobatkan nikelin sebagai yang teraman.

Agar mudah dipahami, perhitungan sederhananya adalah sebagai berikut :

Bohlam lampu pijar 60 Watt.
Ingat rumus sederhana ini P = V x I

P = Daya dalam satuan Watt
V = Tegangan PLN dalam satuan Volt
I = Arus yang mengalir dalam satuan Ampere


Normal Current (arus normal) untuk bohlam lampu tersebut adalah I = P/V = 60/220 =  0,27 Ampere

Inrush Current = 0,27 x 10 = 2,7A

Berapa watt dari 2,7A tersebut dalam jaring2 PLN 220V? = 600 Watt tentunya

Ini berarti bohlam lampi 60 Watt saat hidup pertama kali bisa saja menarik daya 600 Watt, namun tentunya dalam waktu yang sangat cepat sepersekiarn puluh atau ratus detik sehingga MCB 2A sekalipun tidak akan turun (karena sifat keterlambatan mekanisnya tentunya).

Namun bagi SSR sepersekian puluh atau ratus detik ini sangat berarti !!!


SSR (Solid State Relay)

Solid state relay banyak sekali ditemukan di pasaran dengan berbagai macam bentuk mulai dari kapasitas satu ampere sampai ratusan Ampere. Masing-masing tentunya mempunyai spesifikasi sendiri-sendiri, baik tentang berapa arus maksimum (peak) yang bisa dilewatkannya serta seberapa ketahananannya untuk tidak mengalami kerusakan saat terjadi malfungsi atau shortcircuit pada beban yang tersambung.

Berikut contoh bentuk dari SSR









Kerusakan yang umum pada SSR apabila terjadi malfungsi pada sirkuit beban adalah ketidakmampuan lagi SSR memutuskan arus. Dalam istilah awamnya disebut "blong" atau ON terus.

Contohnya untuk aplikasi thermostat. Normalnya SSR akan memutuskan arus ke pemanas apabila temperatur telah melebihi set point karena perintah dari microcontroller. Namun bila SSR blong, maka apapun perintah dari microcontroller tidak akan berarti lagi karena SSR akan terus mengalirkan arus ke beban pemanas dan akibatnya mesin penetas telur akan overheat.

Untuk lebih mudahnya, kita hindari bahasa yang terlalu teknis untuk memahami keterbatasan SSR tersebut. baiklah kita mulai.

SSR mempunyai batas maksimal untuk menahan arus tiba-tiba karena short circuit dalam satuan waktu tertentu dan arus tertentu. Sebagai misal saja, SSR Merk A dengan kemampuan maksimal untuk short circuit 16A dalam kurun waktu maksimal 0.01 detik.

Bila terjadi short circuit pada beban (misalkan bohlam lampu pemanas) dan mesin tidak dilindungi oleh sekring atau fuse ataupun jenis MCB tertentu, maka satu-satunya pelindung adalah MCB yang ada pada jaringan PLN.

Misalkan MCB PLN 10A. MCB juga punya kecepatan untuk memutuskan arus bila terjadi short circuit pada arus dan waktu tertentu. untuk contoh kasus disini adalah 10A. Untuk waktunya misalkan 0,5 detik.

SSR diatas hampir bisa dipastikan akan jebol -- karena dalam kurun waktu 0,5 detik MCB tersebut tentu saja tidak off atau njeglek pass pada posisi 10A sesuai rating MCB, namun bisa saja pada posisi 30A atau lebih. Ini adalah efek keterlambatan dari MCB.

Tentu saja MCB dengan kualitas yang sangat baik akan semakin rendah waktu pemutusannya dan lebih mendekati nilai ratingnya.

Kasus diatas mengindikasikan bahwa pemilihan SSR diatas 30A mungkin akan meningkatkan kesempatan untuk bertahan hidup apabila terjadi short circuit pada sistem beban SSR pelindungnya berupa MCB dengan kapasitas 10A.

Cara lain tentu saja memberikan perlindungan pada SSR secara lokal pada jalur beban SSR. Sebaiknya pelindung ini sedikit saja diatas daya beban yang dipikul SSR. Misalkan pemanas berupa bohlam lampu pijar (tipe pemanas yang paling beresiko short apabila putus kawat wolframnya) dengan daya maksimal 400 Watt. Dengan daya ini bisa dipilih MCB 2A. Sederhananya MCB 2A akan mampu menyalurkan daya sebesar 220v x 2A = 440 Watt.

Tentu saja dengan SSR 16A misalnya dan dilindungi dengan MCB 2A, maka perlindungan yang diberikan akan sangat optimal.

artikel ini masih bersambung .....







Saturday, April 30, 2016

Beli mesin cut off besi nominal 2000 watt, listrik di rumah 2200 watt .... eeee meteran PLN (MCB) jeglek terus saat dipakai start mesin pertama padahal semua beban listrik di rumah sudah dimatikan.

Akhirnya bongkar2 rangkaian full automatic softstart with load detector yang lama kependam di gudang. Yang model seperti ini tidak akan dapat ditemukan skema gratisannya di internet, apalagi yang jualan di tokopedia.pacman emoti

Sudah ketemu tapi ternyata sudah dalam kondisi mengenaskan karena dijagal sama karyawan diambil komponennya.

Dengan semangat 45 akhirnya korban mutilasi bangkit lagi.




Yang perlu modul seperti ini bisa hubungi .. saya he he he ....

Friday, December 13, 2013

Menyetel Panjang Maksimum Linear Actuator



Linear actuator memiliki sliding rod dengan panjang maksimum 18 Inch. Tentu saja tidak semua pembuat mesin tetas senang dengan panjang ini dan bahkan kebanyakan menginginkannya lebih pendek. Bila anda menggunakan Modul DC1000ET dan menggunakan mode internal limit switch (lebih sederhana di sistem perkabelan tentunya), maka penyetelan bisa dilakukan sesuai keinginan dengan mengatur cam sesuai langkah yang digambarkan oleh foto-foto dibawah ini.

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar gambar

Klik pada gambar untuk memperbesar


Untuk Modul penggeraknya bisa menggunakan model DC1000ET-CD




Thursday, December 5, 2013

Classical 7 segment display Higrostat : HS500-LS

HS500-LS



- Built in ACMatic power supply ~ 100-240 Volts
- Humidifier on indicator LED
- Hi Humidity alarm LED (>95%)
- Low Humidity alarm LED (<40%)
- Built in SSR output with zero crossing detection
- Easy installation, no need electrical or electronic advanced knowledge
- applicable for highly unstable mains supply (cocok untuk listrik yang tidak stabil)


Monday, December 2, 2013

Classic Adelaar With Black Hard Plastic Case : TS500-LS

TS500-LS





1. SMPS (switch mode power supply) inside : ACmatic ~ 100-240V
2. Dual output with built in zero crossing SSR :
     1. Heater Max 800 Watt
     2. Damper/Exhaust Max 150 Watt
3. Adjustable 30-40 Degree Celsius (exclusively designen for egg incubator)
4. Adjustable 0.1 - 1.5 degree Celsius hysteresis
5. Low Temp Led Alarm (active while below 35.0 degree Celsius)
6. Hi Temp Led Alarm (active while above 40.0 degree Celsius)
7. Dimesion : 125mmX90mmX60mm
8. PIC16F877A Cored, coded in PIC Assembly
9. Input - output port : 6 pin Terminal Block

Switching power supply inside
Dual output : Heater and Damper/Exhaust


Saturday, November 23, 2013