Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Sunday, May 29, 2011

Tentang bagaimana cara kerja HZ1000US thermo-hygro control ...

HZ1000US merupakan disain thermo-hygrocontrol dalam satu sistem, processing unit dan display. Adapun range pengaturan temperatur adalah 0-40 derajad celsius dan RH 0-95%.

Perkabelan HZ1000US sangatlah sederhana sehingga mudah dipahami oleh pelaku penetasan pemula sekalipun.



Adapun perkakabelan HZ1000US adalah sebagai berikut :
1. Kabel input listrik AC220V
2. Kabel output AC220V ke pemanas ruang inkubator (bisa elemen atau lampu pijar)
3. Kabel output AC220V ke adaptor ultrasonic mist maker atau elemen
    pemanas air (elemen magic jar)
4. Kabel sensor temperatur dan sensor temperatur di ujungnya
5. Kabel sensor kelembaban relatif atau RH dan sensor HSM-20G diujungnya

Untuk memahami cara kerja unit ini, berikut akan diulas secara lebih detail.

Thermocontrol
HZ1000US memiliki modul thermocontrol dengan range penyetelan yang sangat mudah melalui potensiometer. Memutar potensiometer kekiri akan menurunkan set value sedangkan memutar ke kanan akan menaikkan set value. Memutar penuh kekiri akan menampilkan set value 0 derajad celsius sendangkan memutar penuh kekanan akan menampilkan nila set value 40 derajad celsius.

Bila anda mengeset temperatur 37 derajad celsius, maka bila temperatur di ruang inkubator dibawah nilai 37, maka kabel output pemanas inkubator akan mengeluarkan tegangan 220V dan menyalakan elemen pemanas atau lampu pijar untuk menaikkan temperatur. Bila temperatur tercapai 37 derajad, maka tegangan akan dihentikan dan pemanas dimatikan. Sensor terus memonitor apakah terjadi penurunan temperatur kemudian, bila temperatur turun 0,1 derajad sekalipun, maka pemanas akan dinyalakan lagi. Demikian seterusnya terjadi dengan cepat sehingga tercapai kestabilan temperatur dengan fluktuasi kurang dari 0,2 derajad celsius di posisi sensor.

Hal-hal yang berada di luar wilayah kerja thermocontrol:
Bila temperatur aktual dalam kondisi pemanas mati lebih tinggi daripada set value
Bila anda mengeset nilai 20 derajad celsius sedangkan suhu ruang di wilayah anda 25 derajad celsius, maka nilai bacaan aktual akan 25 derajad celsius dan tidak dapat menjadi 20 seperti yang anda inginkan  meskipun pemanas tidak hidup atau dimatikan oleh thermocontrol sekalipun. Dalam hal ini thermocontrol tidak bisa berbuat apa-apa karena dia adalah pengendali pemanas dan bukan pendingin. Bila anda menginginkan temperatur 20 derajad dari suhu ruang 25 derajad, maka anda memerlukan pendingin, bukannya pemanas.

Bila ada unsur sumber panas lain yang manaikkan temperatur diluar alat pemanas yang dikendalikan oleh thermocontrol. 
Contohnya, bila anda mengeset temperatur 37 derajad celsius dan pemanas/lampu mati pada temperatur tersebut, tapi suhu aktual terus menanjak naik, maka anda perlu mencurigai unsur lain yang menyumbang panas diluar yang dikendalikan thermocontrol. Hal ini kadang terjadi karena pada saat tertentu, telur yang hampir menetas ternyata juga mempunyai panas sendiri dan menjadi sumber panas lain dalam ruang inkubator. Dalam hal seperti ini, mengurangi temperatur bisa dilakukan dengan membuka pintu ventilasi lebih lebar sehingga memberikan sirkulasi udara dingin dalam jumlah yang lebih banyak.

Hal-hal yang berada di luar wilayah kerja hygrocontrol:
Bila RH aktual dalam kondisi humidifier mati lebih tinggi daripada set value
Untuk memudahkan pemahaman, kita misalkan :
1. Mesin ada dalam wilayah yang rata-rata RH-nya 80%.
2. Ventilasi ruang inkubator relatif baik.
3. Dengan temperatur 37 derajac celsius, RH didalam ruang inkubator
    terbaca 40% tanpa harus memberi air.

Dalam kondisi seperti ini, tentu saja anda bisa menggunakan modul hygrocontrol untuk mendapatkan RH 60% karena bila anda mengeset angka 60%, maka humidifier (mist maker atau pemanasan air dengan elemen pemanas khusus) akan diaktifkan dan segera dimatikan bila nilai RH sudah mencapai 60%.

Namun, tentu saja anda tidak akan bisa mengeset RH ke angka 20% bukan? Karena nilai aktual akan tetap terbaca 40% di bacaan aktual. Ini karena tanpa air dan humidifier sekalipun kondisi aktualnya memang 40% seperti yang dimisalkan diatas. Dan bila anda menginginkan angka 20% dibacaan aktual, maka anda memerlukan de-humidifier dan bukannya humidifier.

Hal yang menyulitkan, dalam kondisi tertentu semisal habis hujan di daerah dingin dan dataran tinggi, nilai RH bisa sedemikian tingginya sehingga tanpa humidifier atau humidifier dimatikan sekalipin RH tetap lebih tinggi dari yang anda inginkan. Hal ini sebenarnya merupakan tantangan baru ... walaupun kasusnya jarang terjadi di mayoritas wilayah Indonesia, namun nyata-nyata terjadi juga ......

Hygrocontrol memiliki respon dan fluktuasi yang tidak bisa disetarakan dengan thermocontrol
Udara merupakan penghantar panas yang sangat cepat berubah. Setelah sumber panas diaktifkan dan temperatur di satu posisi tertentu mencapai 38 derajad, maka hanya dengan mematikan pemanas satu detik saja temperatur bisa drop sepersekian derajad celsius dari posisi 38 derajad tesebut, katakanlah menjadi 37,9. Dalam ruang inkubator, kecepatan perubahan ini sangat dipengaruhi oleh kerapatan dan ventilasi udara. Semakin besar ventilasi, semakin cepat pula perubahan temperatur udara terjadi.  Dengan kondisi seperti ini, untuk mencapai kestabilan tinggi dengan nilai fluktuasi dibawah 0,1 derajad celsius akan membuat lampu pemanas anda bekerja seperti lampu disco.

"Lho? apa benar Broer secepat itu? kok thermomoter saya gak keliatan cepet drop begitu ya?" 

"Lha sampean pake thermometer apa? Thermometer badan ya? yang biasa dikibas-kibaskan sama suster di rumah sakit itu? ya ancur dah kalau gitu ... "

"Bukan Broer, ini thermometer digital yang dibeli di pasar nih, lumayan daripada beli ke sampean mahal gitu. Ini mah murah dibawah cepek!!"

"Thermometer digital juga macem-macem, utamanya kecepatan update-nya. Ada lho yang dari ruang inkubator baca 38 derajad setelah dikeluarkan kagak turun-turun meski sudah 10 detik... bahkan setengah menit juga,  he he he ...."

Lha terus yang seperti apa yang valid?

"Ya jelas yang update-nya dibawah 1 detik, 0,1 detik lebih baik ...."

Ok, lantas bagaimana yang terjadi dengan RH? Nilai RH tidak serta merta berubah di udara secepat temperatur. Jadi mengharapkan nilai fluktuasi RH serendah nilai fluktuasi temperatur sama seperti mimpi di siang bolong. Meratakan RH di ruang inkubator juga tidak semudah meratakan panas, apalagi untuk tipe still air. Untuk tipe still air, perbedaan RH di sudut berbeda juga relatif tinggi perbedaannya. Semu akhirnya kembali pada mahir-mahirnya kita membaca situasi tersebut dan sekali lagi, pengalaman adalah guru yang terbaik.

Sensor RH di pasaran juga tidak bisa setinggi sensor temperatur tingkat kepresisiannya. Bila sensor temperatur dengan harga relatif murah rata-rata mempunya validitas 0,1-0,5 derajad celsius, maka sensor humidty yang mempunyai validitas 5% saja sudah muuuahallll harganya. Namun untungnya, nilai RH yang bisa diterima di dunia penatasan tidaklah seketat nilai temperatur sehingga dengan harga yang tidak terlalu tinggi, hygrocontrol sudah bisa dibuat atau didapatkan.

Semoga tulisan ini bisa membantu bagi yang memerlukan, dan mengingat saya ini tidak pandai-pandai amat dan mungkin juga relatif bodo di urusan thermodinamics maka diharapkan bagi yang lebih pintar dan berpengalaman untuk membagi ilmunya disini... agar bermanfaat bagi banyak pihak dan tentu saja saya doakan bisa sering-sering pergi ke tempat dimana anda bisa 'nglemparin setan-setan pakai kerikil....'(apa namanya? Haji ya ha ha ha ).


Wednesday, May 25, 2011

Memasang Egg Turner Menggunakan Motor AC 3 Pos Dengan Sensor Photodioda

Berikut adalah sedikit ulasan tentang pemasangan module egg turner menggunakan AC Motor dan control module 3 pos yang menggunakan sensor posisi berupa cahaya LED dan 3 photodioda.

Adapun gambar dari modul tersebut adalah sebagai berikut:


Paket Egg Turner KIT dengan AC motor dan sensor 3 pos photodiode berisi :
1. Control Module
2. AC Motor lengkap dengan Motor Gear
3. Sensor Wheel dengan LED dan kabel terpasang.
    Kabel diujungnya memakai soket sehingga anda
    tidak perlu khawatir salah memasang karena soket
    tidak dapat masuk bila salah posisi.
4. Egg Tray Gear yang telah terpasang pada kayu lapis
    dengan bentuk 1/2 lingkaran dimana sudah kami
    tentukan dan lengkapi lobang tengahnya.

Salah satu bentuk dudukan egg tray gear pesanan khusus klien kami
       
Hal-hal Khusus

Ada beberapa hal yang harus anda pahami tentang AC Motor kit ini. 

Pertama, kit ini diperuntukkan bagi mesin tetas dengan kapasitas dibawah 200 butir telur ayam kampung. Itupun anda harus memakai bearing atau lager untuk mengurangi friksi. Untuk kapasitas 100 butir telur seperti yang akan banyak dimuat gambarnya dalam ulasan ini, anda tidak harus memakai bearing karena menggunakan T-Nut untuk penyangga as/shaft kiri dan kanan (yang berupa baut M8) sudah cukup dikarenakan friksi atau gesekan setelah terbebani 100 butir telur tidak terlalu memforsir daya motor. 

Kedua, AC motor ini tidak seperti DC motor yang bisa dengan mudah dapat diperintah berputar kekanan atau kekiri. Memang motor AC ini bisa CW (putar kanan) atau CCW (putar kiri) namun dia berputar semau-maunya. Tetapi dibalik kekurangan ini ada juga kelebihannya yaitu bila dia berputar kekiri namun membentur rintangan, maka dia akan berbalik arah berputar ke kanan. Demikian juga sebaliknya. 

Jadi tidak perlu heran, apabila control module memerintah motor untuk berputar kekanan dan menemukan photodioda di sebelah kanan, maka dia bisa aja nurut atau membangkang dan berputar kekiri. Namun karena control module memerintahkan apapun terjadi motor harus berputar menemukan photodioda kanan, maka motor tidak akan berhenti sampai menemukan photodioda kanan . Untuk membantu motor yang pilon ini, di bagian kiri tepat pada posisi 45 derajad kita berikan rintangan. Akibatnya karena egg tray membentur rintangan dibagian tersebut, maka gerakan motor terhambat sehingga motor akan berputar berbalik arah kekanan. Karena berputar kekanan, maka tentu saja dia akan menemukan photodioda kanan dan berhenti disitu untuk jangka waktu yang kita tentukan melalui DIP switch.

Dibagian kanan tepat 45 derajad kita juga harus menempatkan sebuang penghalang lagi. Tentu saja anda tahu apa maksudnya bukan?

Baiklah, kita mulai detail pemasangannya.

Langkah awalnya, anda harus menentukan posisi egg tray gear. Posisi bisa diatas atau dibawah. Pada gambar dibawah ini posisi gear ditempatkan diatas dengan pertimbangan posisi bawah untuk wadah air sebagai humidifier.  

Perhatikan baut yang mengikat dudukan egg tray dengan tripleks/kayu lapis dudukan gear. Baut tersebut harus mengikat mati tripleks dan dudukan egg tray, namun dapat berputar bebas pada rumah mesin tetas. Dudukan egg tray dengan tripleks harus dipaku mati atau dibaut rapat juga tentunya. Untuk memudahkan pemahaman, kita beri nama baut ini : baut as roda sensor (BARS).

Sebagai dudukan BARS rumah mesin tetas, agar dapat berputar dengan friksi yang serendah mungkin, anda dapat menggunakan bearing atau lager, tetapi untuk kapasitas kecil, anda dapat menggunakan T-Nut.

Prinsipnya hanya itu saja, terserah anda bagaimana melakukannya tentu saja. 



Baiklah, sekarang menentukan posisi motor dan memasangkan motor gear dengan gear yang terikat dengan egg tray. Motor dipasang disisi luar seperti gambar dibawah ini.


Saat terpasang posisi motor adalah seperti gambar dibawah ini. Namun ini hanya contoh dari kami, selama masuk akal anda dapat memilih posisi sendiri sekehendak hati tentunya.



Setelah posisi gear set didapatkan dan motor bisa terpasang dengan kuat, sekarang waktunya memasang control module. Pada control module terdapat lobang yang harus anda tempatkan sedemikian rupa sehingga BARS berada di titik tengahnya. BARS  harus berputar bebas mengikuti gerakan egg tray dengan friksi atau gesekan sekecil mungkin.  


Sekarang tiba saatnya memasang whell sensor. Anda dapat menemukan wheel sensor ini dengan mudah dalam paket yang kami kirimkan bila anda memesan kit lengkap.


Pasang wheel sensor dengan memutar kekanan pada BARS. Lobang tengah wheel sensor berupa draad. Soket kabel led jangan dipasang dulu, karena tentu akan ikut melintir-melintir bila whell sensor diputar. Putar roda sensor sampai permukaannya kira-kira berjaral 1-2 mm dengan photodiode. Untuk sementara, walaupun tidak perlu presisi,  luruskan lampu LED dengan photodiode tengah (PDT). Setelah ok, Pasang soket LED ke control module.

Sekarang karena anda harus memutar-mutar egg tray, motor harus dilepas dulu karena kalau tidak dilepas, egg tray sulit diputar karena ditahan motor. Selain itu anda harus melepas soket kabel motor dari control module karena anda harus menghidupkan sistem tanpa memutar motor. Sinkirkan motor sementara. sekarang anda bisa menyambungkan kabel control module dengan listrik AC. 

LED akan menyala. Ingat, jangan sekali-kali anda menyentuh komponen atau kabel terbuka karena bisa kesetrum. Gunakan selalu sandal yang tebal. Kalau tidak ada sandal, pinjam tetangga juga tidak apa-apa, siapa tahu mPok Nori bisa pinjemin.

Tugas anda sekarang adalah memutar atau mengatur egg tray agar posisinya benar-benar ditengah. Setelah egg tray posisinya tepat ditengah, anda harus meluruskan secara sempurna arah lampu LED dengan photodiode bagian tengah (PDT) seperti gambar dibawah ini. Setelah sempurna, kancing sisi luar BARS dengan  mur dan kencangkan seperlunya. Jangan terlalu kencang karena wheel sensor bisa pecah.



PDT = Photodiode Tengah

Dengan posisi LED masih menyaka, gerakkan egg tray kekanan dan amati cahaya led sehingga lurus dengan PDKn (photodiode kanan). Setelah lurus, beri tanda calon penghalang egg tray agar tidak bergerak kekanan melebihi dari 45 derajad sekaligus sebagai rintangan motor agar berbalik arah bila salah arah. 

Kemudian putar lagi egg tray ke kiri sampai cahaya LED lurus dengan PDKr (photodiode kiri), dan dengan cara yang sama berikan tanda maksimal dimana penghalang kiri akan dipasang agar egg tray tidak bergerak lebih dari 45 derajad kekiri.


Setelah selesai. Putar egg tray kembali ketengah dan rencanakan bentuk penghalang apa yang akan anda pasang. Kalau kami menggunakan penghalang seperti gambar dibawah ini.




Sekarang waktunya mencoba fungsionalitas sistem. Pasang motor dan soketnya ke control module. Bawa mesin ke tempat yang tidak terlalu terang, redup lebih baik supaya interferensi cahaya tidak mempengaruhi photodiode. Coba hidupkan sistem dan amati gerakan motor.

gambar2 lain menyusul besok ....

Selamat mencoba. Kalau ada masalah dan pertanyaan, bisa ditulis di ruang komentar dibawah ini. 





Wednesday, May 11, 2011

Open Discussion : Skema Mesin Tetas Kapasitas 576 Butir Telur

Mohon feed back untuk rancangan mesin tetas full otomatis sederhana berikut ini. Semoga hasil diskusi bisa dijadikan acuan bagi incubator builder pemula. Terima kasih.

Klik gambar untuk memperbesar

Thursday, May 5, 2011

Vertical and Horizontal Small Egg Turner Timer Module & AC Motor Driver

Semakin banyaknya minat terhadap modul pengendali penggerak telur model horizontal atau vertikal 2 posisi yang murah dan mudah, memicu kamu untuk mendesain developmental kit untuk timer dan pengendali motor tipe AC. Motor AC menjadi pilihan karena ketersediaan di pasar yang luas dan harganya relatif murah sehingga cocok untuk digunakan sebagai komponen mesin penetas full otomatis kapasitas kecil.

Adapun sekilas tentang modul ini dapat dilihat pada gambar berikut :






Catatan Untuk Aplikasi Egg Turner Vertikal 2 POS


Perhatikan video diatas. Untuk penggerak vertikal 2 pos, video ini menunjukkan bagaimana memasang microswitch pada bagian kiri dan kanan dengan sudut yang bisa anda tentukan sendiri. Cara kerja sistem untuk motor DC maupun AC pada dasarnya mirip, namun untuk motor AC karena cara kerjanya motor berputar berbalik arah setelah membentur rintangan, maka harus dibuat rintangan sedemikian rupa sehingga bukan mikroswitch yang menjadi bantalan utama rintangan tersebut (jangan mengorbankan mikroswitch sebagai penahan torsi motor). Untuk rintangan, bisa dibuat dari kayu, baut dan sebagainya sehingga sedikit saja mikroswitch tertekan saklarnya, maka rangka rak telur sudah membentur rintangan tersebut. 


Catatan Untuk Aplikasi Egg Turner Horizontal
Aplikasi ini cenderung mudah. Pasang mikroswitch pada satu ujung akhir langkah dan satu lagi pada ujung lainnya. Terapkan juga penahan torsi motor agar sliding rack tidak langsung membentur body mikroswitch melainkan hanya menekan saklarnya saja. 

Penyambungan kabel
Penyambungan kabel sangat sederhana, anda hanya perlu memasang jack pada kabel AC220v, mencolokkannya pada jaringan PLN dan sistem akan bekerja secara otomatis. Apabila anda menghendaki ada tombol ON/OFF, anda bisa memasangkannya sendiri pada titik tersebut. Hanya itu saja, tidak ada kabel lain yang perlu anda sambung sendiri karena perkabelan lain telah disolder pada posisi yang kami tentukan (lihat gambar).

Timer
Anda dapat mengeset waktu putar telur berdasarkan tabel berikut dibawah ini dengan menentukan posisi pin pada DIP Switch (Komponen warna biru pada gambar, ditunjuk oleh anak panah dengan keterangan timer select)
Tabel : Klik DISINI, dan lihat posisi paling bawah.

Cara Kerja Unit
Untuk memahami cara kerja unit secara keseluruhan, maka terlebih daulu akan diuraikan komponen dan peralatan yang ada dalam modul tersebut.


1. Motor
Motor yang dipergunakan adalah motor AC yang bekerja pada tegangan AC PLN 220/240 volt. Motor ini adalah motor putaran lambat, yaitu sekitar 5 putaran per menitnya (5 RPM). Motor dapat berputar secara acak ke dua arah, yaitu kekanan/clock-wise (CW) dan kekiri/counter clock wise (CCW). Kenapa dikatakan acak, karena motor ini berputar semau-maunya, bisa kekiri atau kekanan saat pertama dihidupkan. Namun demikian karakter motor ini dapat berbalik putaran kearah berlawanan apabila membentur rintangan. Sifat inilah yang akan dimanfaatkan untuk penggerak telur otomatis dua arah. Tentunya dengan memberikan rintangan pada akhir langkah/posisi rak telur.

2. Signal Switch
Signal switch merupakan peralatan yang digunakan untuk mengirim sinyal posisi tertentu, bisa berupa posisi atas, bawah, kanan, kiri, tengah dan sebagainya. Peralatan yang digunakan juga beragam, bisa photodiode sensor, magnetic sensor, reedswitch, microswitch dll.

Penggerak tipe horizontal hanya memerlukan dua posisi saja, yaitu kiri dan kanan. Demikian juga tipe penggerak vertikal dua posisi. Lebih sederhana sebenarnya daripada sistem vertikal yang memiliki tiga posisi. Dari semua tipe pembangkit signal, microswitch adalah peralatan yang paling umum dikenal oleh publik. Hal inilah yang mendorong kami untuk menggunakannya pada modul ini.

Microswitch pada modul ini tidak digunakan sebagai pemutus arus, melainkan hanya pembangkit signal posisi saja. Yang menghentikan arus adalah komponen thyristor yang dikendalikan oleh mikrokontroller.

Bila mikroswitch tertekan tuasnya, maka mikrokontroler akan menganggap posisi rak ada pada posisi dimana mikroswitch tersebut berada dan akan menghentikan gerakan motor apabila memang posisi tersebut adalah posisi target yang ditentukan serta mengabaikannya apabila posisi tersebut bukan menjadi targetnya.

3. Mikrokontroller (uC)
Perhatikan rangkaian modul diatas, sangat seherhana bukan? Itulah kegunaan dan kelebihan mikrokontroller dibandingkan rangkaian yang menggunakan komponen-kompnen diskrit. Mikrokontoler yang dipergunakan untuk modul ini adalah produk dari Microchip dengan kode produksi PIC16F84A.

baiklah, sekarang akan diuraikan cara kerja sistem.

Kronologis
Saat pertama kali sistem dihidupkan, uC akan menguji fungsionalitas mikroswitch dengan menggerakkan motor sampai ditemukan mikroswitch dengan kabel biru tertekan saklarnya. Bila anda menaruh mikroswitch ini pada posisi kanan, maka dapat dikatakan uC akan menggerakkan motor sampai ditemukan posisi kanan. Karena motor berputar semau dia, maka bisa saja dia berputar kekiri untuk mencari posisi di kanan. Tidak masalah, anda hanya perlu memberikan rintangan di ujung kiri pada posisi batas kiri rak sehingga ketika batas tersebut menghalangi gerakan motor, maka motor akan bergerak berbalik arah menjadi  ke kanan sehingga bisa menemukan target sebenarnya diposisi kanan.

Setelah menemukan posisi kanan, uC akan berhenti sekitar 3 detik, kemudian akan menggerakkan motor lagi untuk mencari mikroswitch dengan kabel merah tertekan saklarnya. Bila anda menaruhnya pada posisi kiri, maka dapat dikatakan uC akan menggerakkan motor sampai ditemukan posisi kiri. Hal yang sama bisa saja terjadi seperti skenario diatas, motor bergerak ke kanan sedangkan yang dicari ada di sebelah kiri. Anda tinggal memberi rintangan di posisi kanan tentunya.

Setelah menemukan targetnya, yaitu microswith dengan kabel merah, maka motor akan dimatikan dan uC akan menunggu sekitar 3 detik.

Setelah 3 detik berlalu, maka uC akan mulai memeriksa fuse bit. Yaitu apa yang anda lakukan pada DIP switch biru. Bila ia menemukan keempat pin-nya ada dibawah  (off semua) maka berdasarkan tabel yang telah ditentukan, uC membaca posisi tersebut sebagai 'Demo Mode'. Pada mode ini gerakan akan dilakukan berulang-ulang ke kiri dan kekanan dengan jeda waktu 3 detik, namanya juga demo .....

Bila pin ada dalam posisi lain, maka uC akan menghentikan aktifitasnya sesuai yang anda perintahkan berdasarkan posisi pin pada DIP switch tersebut. Misalnya anda mengeset 3 jam, maka uC akan mematikan motor dan diam selama 3 jam. Setalah 3 jam maka ia akan menggerakkan motor mencari posisi kanan, berhenti 3 jam lagi, mencari posisi kiri, diam 3 jam lagi dan demikian seterusnya. Sangat sederhana bukan? Untuk tipe vertical 2 posisi, anggap saja kanan sama dengan -45 derajad (atau sesuka anda) dan kiri sama dengan +45 derajad.

Perhatian
Bila anda melihat rangkaian diatas, anda tidak akan menemukan trafo penurun tegangan. Hal ini dikarenakan rangkaian modul tersebut adalah rancangan transformerless dengan kelebihan sangat murah dan efisien biaya produksinya. Selain itu, rangkaian dengan sistem ini juga ringan dan sedikit memakan tempat. Peralatan elektronik jaman sekarang banyak sekali yang menggunakan sistem tersebut.

Namun demikian, ada juga kekurangannya, yaitu rangkaiannya tidak terisolasi atau tersambung langsung dengan listrik jaringan PLN sehingga semua komponen tidak boleh anda sentuh saat beroperasi karena tentu saja anda dapat kesetrum. Itulah sebab mengapa semua kabel kami isolasi dengan rapat termasuk yang masuk ke microswith. Kami sarankan untuk selalu memakai sandal saat memasang dan menguji coba peralatan yang menerapkan listrik PLN, karena sandal dapat mengisolasi tegangan positif PLN dengan ground yang ada di tanah sehingga mencegah listrik mengalir dari komponen yang tidak sengaja anda sentuh ke ground/tanah melalui badan anda. Selain itu dengan memakai sandal, anda tidak akan mudah kena jamuran dan cacingan .. (mulai ngawur ini ...). Setelah anda mematikan sumber listrik dan merobah PIN timer, tunggu minimal 15 detik sebelum menghidupkan lagi, karena kalau kurang dari itu, maka sisa energi yang ada dalam kapasitor dalam catu daya sistem masih menghidupi uC walaupun sumber listrik telah dicabut, sehingga nilai timer yang lama yang masih berlaku.

Sangat membahayakan? Bisa ia bisa tidak. Rangkaian microswith pada sistem thermostat wafer juga mengalirkan listrik tegangan AC220v, sama saja. Bahkan hair dryer dan kipas angin yang anda pakai juga mengalirkan tegangan AC220V pada kabelnya. Semua hanya tergantung sebagaimana rapat kita menutup kabel agar tidak terbuka dan mengakibatkan kita kesetrum.

Rangkaian modul harus anda tutup dengan sistem yang aman dan hendaknya selalu mematikan sistem apabila hendak merobah pin pada DIP switch.

Apabila anda produsen mesin tetas, tanya konsumen anda berapa lama waktu putar yang dia inginkan dan andalah yang memposisikannya untuk mereka. Kemudian segel rangkaian dan berikan stiker peringatan agar tidak dibuka dan diperbaiki sendiri (beri peringatan : do not open, dangerious, no serviceable parts inside). Simpel. Kalau konsumen anda nekat membuka sendiri, sama saja dengan mereka membuka charger HP atau bahkan televisi dan kesetrum akibat ulahnya sendiri. Semoga tidak terjadi tentunya karena alat apapun yang menggunakan listrik AC tegangan tinggi kalau diotak-atik sendiri oleh yang tidak kompeten akan beresiko bagi mereka sendiri.

Rangkaian yang menggunakan trafo lebih aman?
Tidak juga, bagaimana kalau orang yang tidak berkompenten menyentuh port trafo yang terhubung dengan tegangan PLN? sama juga kesetrum. Namun rangkaian ini bisa lebih aman bila terlindung dalam kemasan yang baik tentunya.

Namun demikian, bila anda peminat individual dan tidak berencana untuk memproduksi dalam jumlah besar, disarankan untuk memakai modul dengan kelengkapan trafo dan telah tercasing sempurna demi keamanan dan kemudahan anda. Biaya sedikit lebih mahal tentunya namun sebanding dengan yang anda dapatkan. Adapun bentuk fisik modul yang telah tercasing dan emiliki power supply dari trafo ini adalah seperti dibawah ini :


Pada modul diatas, perbakelan dari mikroswitch atau limir switch sudah terpisan dari tegangan tinggi AC220V dan tidak membahayakan bila tersentuh. Namun demikian karena output tetap AC220V via relay, maka output ini harus terisolasi dengan baik asmbungannya dengan motor AC.

Adapun bila anda ingin menggunakan motor DC, anda dapat klik DISINI.