Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Wednesday, October 24, 2012

RTP Thermohygrostat

RTP Thermohygrostat

Klik gambar untuk memperbesar




- Plastic Casing IP56 Size : 22 x 29.5 x 12.5 cm
- Alarm system, flasher LED & Buzzer
- Thermostat and Hygrostat in a single package
- Temperature Setting : 35.0 - 39.5 degree Celsius, 
- Humidity Setting : 50.0 - 80.0% RH
- Setting values are upper and lower limit locked for egg safety 
- Fast response, averaged sampling 200 samples in a second
- Sensor reading updated in less than a second
- Adjustable alarm for hi-temp, low-temp, hi-hum and low-hum
- Buzzer cut push on push off with led status warning
- Buzzer test push button
- Suitable for 3000 up to 5000 capacity egg incubator 
- Built in SSR with zero crossing detection
- Simple direct connection from terminal to 3 electrical loads 
  (heater, humidifier and damper/exhaust fans)
- PIC16F877A cored, programmed in PIC Assembly (critical requirement 
  for high safety devices)

Values Setting

1. Temperature Setting : 
-  Pada layar utama, tekan --> untuk menaikkan dan <-- untuk 
   menurunkan setting temperatur  
-  Tekan S (atau icon disk) untuk menyimpan ubahan yang dilakukan.

2. Humidity Setting :
-  Pada layar utama, tekan dan tahan tombol Fn/Alt (tombol ketiga dari kiri)
   sambil menahan tombolt tesebut, tekan --> untuk menaikkan dan <-- untuk 
   menurunkan setting humidity.
-  Tekan S (atau icon disk) untuk menyimpan ubahan terakhir. 

3. Setting Alarm 
-  Matikan sistem dengan mencabut aliran listrik dari power port
-  Tekan tombol S (icon disk) dan tahan. Nyalakan sistem, maka anda akan
    masuk ke menu setting : Hysteresis, deviasi Hi-temp, Low-Temp, Hi-Hum, 
    Low Hum untuk menentukan aktivasi alarm/buzzer.

4. Langkah ke 3 diatas bila yang ditahan tombol --> maka sistem akan masuk
    ke register RTP dan untuk siapa unit tersebut dibuat.

5. Langkah ke 3 diatas bila yang ditahan tombol FN (atau simbol kotak)  maka 
    sistem akan malakukan reset ke Default Values.

6. Selanjutnya untuk lebih mudahnya silahkan melihat video diatas.


Tuesday, August 14, 2012

Rancangan Sederhana Inkubator Kapasitas diatas 1000

Membuat inkubator kapasitas besar bukanlah proses yang sederhana. Sistem airflow yang tepat sangat menentukan keberhasilan mesin. Oleh karena itu sistem inilah yang pada umumnya dirahasiakan oleh para pembangun inkubator profesional dan bahkan pada tipe tertentu telah dipatenkan.

Bila anda menemukan sistem yang sangat sederhana seperti yang tertulis di artikel-artikel yang tersebar luas di internet, maka pada umumnya sistem tersebut adalah sistem yang sangat umum dengan segala keterbatasan dan kekurangannya. Dengan mempertahankan prinsip kesederhanaan dan kemudahannya untuk dipahami, artikel ini ditujukan sebagai panduan untuk membuat sistem inkubator besar yang lebih baik dan tentu saja dengan penarapan teknologi digital didalamnya.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, artikel berikut akan mengulas pembuatan mesin tetas kapasitas besar untuk pemula dengan target utama pemberdayaan masyarakat. 

Artikel akan diuraikan secara step-by step dan mungkin akan ditulis secara berkala mengingat kesibukan yang menyita banyak waktu dari penulis. Harapan saya, semoga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembaca.

A. Struktur Utama Inkubator : Sistem Airflow 

Klik pada gambar untuk memperbesar
bersambung

Sunday, August 12, 2012

New HCM-X

New HCM-X released



Setting RH 
1. Tekan UP untuk menaikkan setting point RH
2. Tekan DOWN untuk menurunkan setting point RH
3. Tekan Set/Save untuk menyimpan nilai ubahan

Setting Water Temperature
1. Tahan tombol Fn dan tekan UP untuk menaikkan target temperatur air
2. Tahan tombol Fn dan tekan DOWN untuk menurunkan target temperatur air
3. Tekan Set/Save untuk menyimpan nilai ubahan

Reset Ke Default Setting (60%RH 37.0 Deg Celisus Water Temperature)
1. Matikan sistem
2. Tahan tombol Fn dan tahan sambil menghidupkan sistem
3. Lepaskan tombol Fn bila telah muncul tulisan resetting to default setting di layar LCD

Setting RH Hysteresis
1. Matikan sistem
2. Tahan tombol Set/Save dan tahan sampai LCD masuk ke mode setting hysteresis
3. Gunakan UP dan DOWN untuk menaikkan atau menurunkan nilai hysteresis
4. Tekan Fn bila telah selesai
5. Tekan Set/Save bila ingin ubahan disimpan.

Unit telah dikalibrasi sebelum proses pengiriman, namun demikian
bila menghendaki kalibrasi sendiri,
bisa digunakan acuan pada gambar diatas



Friday, August 3, 2012

Oxygen Sensor : Penerapan Dalam Mesin Penetas Telur

Telur adalah makhluk hidup. Memerlukan oksigen dan juga mengeluarkan karbon dioksida. Oleh karenanya sistem ventilasi yang baik sangat menentukan keberhasilan penetasan. Pengaturan ventilasi ini seringkali menjadi permasalahan rumit jika dihadapkan pada penghematan energi listrik. 

Ventilasi yang terlalu lebar akan mengakibatkan besarnya daya listrik yang diserap oleh mesin untuk mempertahankan temperatur pada setting point yang kita inginkan. Disisi lain, mempersempint ventilasi akan berdampak pada kurangnya supply oksigen dan sulitnya proses pembuangan karbon dioksida keluar dari mesin tetas. 

Karena permasalahan inilah, bila anda membeli mesin penetas telur sederhana, seringkali disertai dengan petunjuk untuk merubah ukuran jendela ventilasi seiring dengan perkembangan telur dalam penetasan. Prinsipnya memang sederhana, namun ketidakjelasan seberapa besar patokan ventilasi tersebut menjadikan sistem sederhana ini menjadi pilihan yang rumit.

Pada mesin tetas profesional, masalah ini tentu saja dapat diatasi secara otomatis dengan penerapan teknologi. Mungkinkah mesin kapasitas lebih kecil yang dipergunakan di kalangan masyarakat umum menerapkan teknologi ini? Tentu saja mungkin. 

Berikut akan diuraiakan sistem monitoring kondisi oksigen dalam mesin tetas. Dari nilai bacaan sensor oksigen, dapat dilakukan proses-proses yang kita inginkan seperti membuat sistem damper otomatis yang dapat mengatur sendiri lebar jendela ventilasi untuk sirkulasi oksigen dan karbondioksida.





to be continued ...

Thursday, July 5, 2012

RTP Thermo-Hygrostat for Professional Breeder

Klik untuk memperbesar

artikel sedang ditulis ...

Monday, June 4, 2012

Adelaar Metamorf STD-PB

Definisi tombol : (dari kiri ke kanan)
1. Up
2. Down
3. Set/Save

Cara Menaikkan dan Menurunkan Target Temperatur (SV)
1. Tekan tombol Up (dengan ujung pensil) untuk menaikkan SV
2. Tekan tombol Down untuk menurunkan SV

Cara Menaikkan dan Menurunkan Hysteresis 
1. Tekan Up dan Down bersamaan, setelah masuk ke menu hysteresis,
2. Tekan Up untuk menaikkan hysteresis
3. Tekan Down untuk menurunkan hysteresis
4. Tekan Set/Save untuk kembali ke layar utama dan menyimpan ubahan

Cara Menyimpan Ubahan
1. Tekan Set/Save untuk menyimpan ubahan

Cara Mereset ke Default Setting (SV=37.0 derajad celsius, Hysteresis = 0.3 derajad Celsius)
1. Matikan kontrol
2. Tekan tombol Set/Save dan tahan
3. Hidupkan kontrol sambil tetap menahan Set/Save
4. Lepaskan Set/Save bila di layar telah muncul tulisan Resetting ....




Sunday, May 27, 2012

RTP-Digital Thermostat : Professional Breeder Choice

Naked PCB with complete ports and devices
* 4 Pcs Push Buttons
* Standard 16X2 Character LCD with backlight (Blue/Grey available)
* Temperature sensor (RTD PT100 or LM35 upon request)
* Temperature measurement in degree Fahrenheit

Programmable Values :
1. Temperature Upper Range/Max (Set Point)
2. Temperature Lower Range/Min, -0.1 - 1.0 degree Fahrenheit from Set Point
3. Secondary heater max range,    - 0.1 - 15 degree Fahrenheit from Set Point
3. Over temp alarm & indicator :   + 0.5 - 1.5 degree Fahrenheit from Set Point
4. Under temp alarm & indicator :  - 0.5 - 2.5 degree Fahrenheit from Set Point

Audible Alarm
Alarm activated for
1. Under temp condition
2. Over temp condition

Click image to enlarge

Click to enlarge

Saturday, May 26, 2012

DIY 40A Solid State Relay (SSR)

Solid state relay is among the discrete components unreasonably expensive. This article describe what you have to do in case you decide to make your own SSR.

Components you may need :
  1. Triac, preferably BTA type since its metal body has been insulated for above
     1KV from mains.
  2. Optotriac MOC3041, preferably  the zero crossing type except otherwise needed
      for random setting.
  3. 47 Ohm 1/2 watt carbon resistor
  4. 470 Ohm 1/2 watt carbon resistor
  5. 78L05 linear regulator
  6. 220 Ohm resistor
  7. 4 pcs IN4148
  7. 2 pcs 100nF capacitor
  8. 2 pcs screw terminal, w/o wall
  9. PCB
10. FeCl for PCB etching
11. Resin







Friday, May 11, 2012

Mesin Tetas Kapasitas Besar Dengan Pemanas Gas / Batubara

Sumber energi untuk pemanas ruangan mesin penetas telur bisa berupa energi listrik, gas/LPG, batu bara, kayu dan bentuk-bentuk energi lainnya. Keputusan untuk memilih bentuk sumber energi tersebut tentu saja dipengaruhi oleh faktor ketersediaan dan kelangsungan sumber energi dan juga efisiensi biaya.

Untuk daerah yang supply listriknya tidak stabil dan sering mati, pemilihan sumber panas yang berasal dari energi  listrik merupakan keputusan sulit. Diperlukan back-up listrik yang cukup besar untuk memanaskan elemen listrik. UPS atau inverter akan dengan cepat menguras cadangan listrik dari battery sehingga pemilihan cadangan listrik tipe ini tidak efektif. Salah satu cara efektif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menyediakan generator listrik (genset) dengan kapasitas besar. Tentu saja biaya operasional menjadi  lebih mahal.

Di beberapa daerah di Indonesia memiliki cadangan bahan bakar gas, batubara, kayu dan bentuk lainnya selain listrik dalam jumlah yang melimpah. Disisi lain, supply listrik di daerah tersebut justru buruk dan sering mati dalam periode yang fatal bagi kelangsungan proses penetasan.

Berpijak pada permasalahan diatas, berikut diberikan gambaran sistem penetasan dengan menggunakan energi gas atau batu bara sebagai pemanas ruangan. 

Panas api dari batu bara atau gas digunakan untuk memanaskan suatu ruangan pemanas atau heating chamber yang akan disalurkan udara panasnya melalui blower atau kipas seperti yang ditunjukkan pada diagram dibawah. 

Klik untuk memperbesar gambar

Listik diperlukan hanya untuk menghidupkan modul kontrol, blower dan ultrasonic mist maker atau humidifier bentuk lainnya. Oleh karena energi listrik yang diperlukan relatif kecil, maka bisa digunakan UPS maupun inverter berkapasitas kecil yang umum dijual di pasaran dengan harga kurang dari Rp. 400.000,-. Bila listrik mati, UPS bisa menghidupi sistem bahkan sampai hitungan 24 jam. Bila listrik PLN hidup, battery pada UPS atau inverter akan terisi.

Cara kerja sistem relatif sederhana, bila ruangan inkubator belum tercapai suhu yang diinginkan, maka dua kipas sirkulasi akan diaktifkan. Bila suhu sudah tercapai, kedua kipas tersebut akan berhenti berputar. Bila temperatur sedikit saja melebihi yang ditentukan, maka exhaust fan akan hidup membuang kelebihan udara  panas sekaligus menarik udara segar dan oksigen masuk kedalam mesin tetas. Proses ini berlangsung dengan sangat cepat sehingga didapatkan regulasi panas yang optimal.

Besar kecilnya api bisa diatur secara manual sesuai dengan kapasitas mesin. Dalam waktu singkat, anda bisa menemukan setelan api yang paling efisien.

Rancangan diatas adalah sebagai gambaran umum, anda bisa memodifikasi atau merancang tehnik lain berdasarkan acuan sederhana diatas yang akan menjadikan properti anda sendiri tentunya.

Selamat mencoba dan berkarya. Mari membangun bangsa ini dengan belajar membuat produk kita sendiri.

Monday, April 30, 2012

Humidity Generator untuk Mesin Tetas Kapasitas Besar

Berbeda dengan penentuan pemanas ruangan inkubator yang relatif lebih mudah karena melimpahnya tipe dan model serta kualitas pemanas yang ada di pasaran, pemilihan humidity generator masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan.

Diantara berbagai pilihan yang ada, ultrasonic mist maker bisa menghasilkan kabut air yang paling halus dan efektif guna meningkatkan kelembaban udara dalam ruangan mesin tetas. Namun dalam faktanya, ultrasonic mist maker di pasaran tidak memiliki daya tahan yang baik, terutama untuk pemakaian yang terus menerus dalam mesin tetas.

Untuk mesin tetas kapasitas besar khususnya, diperlukan humidity generator yang dapat memenuhi persyaratan dibawah ini :
1. Menghasilkan penguapan paksa (forced evaporation) dalam jumlah yang
    signifikan sehingga mampu menaikkan kelembaban relatif (RH) dalam
    ruangan mesin tetas sampai sedikitnya 80%
2. Mempunyai daya tahan yang tinggi, minimal 1 tahun dengan kondisi jalan terus
3. Beberapa pakar ilmu penetasan menyarankan penguapan yang dihasilkan
    adalah penguapan dingin, bukan penguapan hasil pemanasan

Persyaratan nomor 1 relatif sulit didapatkan untuk mesin tetas kapasitas besar yang dirancang untuk unggas air seperti bebek, angsa dan lain-lain karena tuntutan kelembaban relatif yang lebih tinggi.

Persyaratan nomor 2 tentu saja menjadi persyaratan yang terberat. Namun bagaimanapun juga, bila kita memproduksi suatu mesin tentunya akan memberikan garansi setidaknya satu tahun untuk perbaikan dan suku cadang (atau perbaikan saja dalam kondisi tertentu). Pemilihan suku cadang yang tidak tepat akan sangat merepotkan di masa mendatang bila terjadi masalah, terutama bila produk final berukuran besar dan didistribusikan ke wilayah yang secara geografis sangat jauh. Kegagalan  tentunya akan memicu munculnya biaya-biaya yang tak terduga.

Persyaratan nomor 3 masih menjadi pro dan kontra. Masih menjadi perdebatan apakah penguapan akibat pemanasan air memang buruk bagi proses penetasan. Di lapangan, banyak praktisi penetasan yang merasa berhasil dengan tipe pemanasan tersebut, namun tidak sedikit pula yang mengaku gagal.  Namun terlepas dari pro dan kontra tersebut, penguapan dingin memiliki lebih banyak pendukung.

Berdasarkan uraian diatas, berikut akan diulas tiga metode yang bisa dilakukan untuk membangun sistem humidity generator yang memenuhi tiga persyaratan di atas. Tentu saja ultrasonic mist maker tidak akan dibahas karena kondisi di lapangan mengindikasikan bahwa daya tahannya hanya beberapa bulan saja. Kedua metode ini meniru azas karburasi dan injeksi pada mesin motor atau mobil. Mengapa harus meniru mesin motor/mobil? Jawabannya sederhana, karena dunia otomotif memiliki standar yang lumayan tinggi untuk ketahanan. Metode ketiga mengikuti azas yang bekerja pada sistem pengecatan dengan sprayer.

1. Meniru Prinsip Karburator Motor/Mobil

Pada prinsipnya, karburasi mesin motor/mobil memanfaatkan perbedaan tekanan udara untuk mengalirkan fluida dan mencampurkannya dengan udara dalam bentuk uap atau kabut kedalam mesin.

Bahasa yang sulit ya? ok, sederhananya gerakan piston/zuiger (orang jawa bilang seker) kebawah akan menimbulkan efek hisap (seperti kalau seorang dokter menyedot cairan obat dengan suntikan). Bila di saluran hisap tersebut terdapat dua lobang yaitu lobang udara dan lobang yang tersalur dengan pipa kecil menuju container yang berisi bensin, maka akan terjadi pencampuran udara dan bensin yang bergerak dalam bentuk kabut kedalam mesin. Oh, efek yang bisa ditiru dan gampang rupanya?

Bisa ditiru iya, tapi gampang? Jelas tidak ....



2. Meniru sistem Sprayer Painting



3. Meniru sistem Injeksi Elektronik Motor/Mobil


bersambung