Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Tuesday, June 21, 2011

Relative Humidity (RH) : Seberapa Akurat Sensor atau Hygrometer Membaca nilai RH

Satu hal yang harus kita terima faktanya, mengukur kelembaban relatif atau relative humidity (RH) secara akurat tidaklah semudah mengukur temperatur. Bila thermometer professional ada yang menjamin keakuratannya sampai 0.1%, maka hygrometer untuk kalangan profesional dan khusus laboratorium dengan harga diatas satu juta rupiah sekalipun hanya berani manjamin keakuratan tidak lebih baik daripada  2%. 

Ini dikarenakan secara fisik mengukur RH faktanya tidak bisa dilakukan dengan sangat akurat. Hal menyedihkan yang harus kita terima, secara umum hygrometer maupun sensor RH elektronik (analog maupun  digital) di pasaran hanya memiliki keakuratan 5%. Tentu saja hygrometer yang anda beli dengan harga murah di pasaran lebih menyedihkan lagi kondisinya.

Cuplikan ini didapatkan dari wikipedia :

Hygrometer (UK: /haɪˈɡrɒmɪtə/) is an instrument used for measuring the moisture content in the environmental air, or humidity. Humidity is difficult to measure accurately. Most measurement devices usually rely on measurements of some other quantity such as temperature, pressure, mass or a mechanical or electrical change in a substance as moisture is absorbed. From calculations based on physical principles, or especially by calibration with a reference standard, these measured quantities can lead to a measurement of humidity. Modern electronic devices use temperature of condensation, changes in electrical resistance, and changes in electrical capacitance to measure humidity changes.



Difficulty of accurate humidity measurement

Humidity measurement is among the more difficult problems in basic meteorology. According to the WMO Guide, "The achievable accuracies [for humidity determination] listed in the table refer to good quality instruments that are well operated and maintained. In practice, these are not easy to achieve." Two thermometers can be compared by immersing them both in an insulated vessel of water and stirring vigorously to minimize temperature variations. A high-quality liquid-in-glass thermometer if handled with care should remain stable for some years. Hygrometers must be calibrated in air, which is a much less effective heat transfer medium than is water, and many types are subject to drift[2] so need regular recalibration. A further difficulty is that most hygrometers sense relative humidity rather than the absolute amount of water present, but relative humidity is a function of both temperature and absolute moisture content, so small temperature variations within the air in a test chamber will translate into relative humidity variations.


Juga perhatikan gambar hygrometer berikut, perhatikan skala angka-angkanya, tidak linier bukan? Perhatikan jarak angka 0 ke 20 dan dari 20 ke 40, terlihat berbeda secara mencolok. Ini menunjukkan betapa sulitnya mengukur RH.

Courtesy of http://en.wikipedia.org/wiki/Hygrometer

Seberapa burukkah?
Coba bayangkan satu hygrometer dengan akurasi 5% membaca lebih tinggi 5% dari yang seharusnya, katakanlah 80 terbaca 84 (dari 80 x 105%), sedangkan higrometer satunya membaca lebih rendah 5% dari yang seharusnya yaitu 76 (dari 80 x 95%) maka dapat dipastikan akan ada perbedaan pembacaan sekitar 8% dari kedua hygrometer tersebut. Ancur bener khan? he he he ...

Sensor RH apakah yang dipergunakan Schnell Microcomputer Labs untuk rancangannya?
Kami menggunakan sensor analog HSM-20G dengan tingkat akurasi 5%. Nilai yang umum saja karena tentunya berlebihan kalau menambah biaya Rp. 900.000,- hanya untuk menaikkan keakurasiannya menjadi 2%.

HSM-20G


Bagaimana Kalibrasinya?
Mengkalibrasikan produk HSM-20G dengan higrometer lain yang sama-sama memiliki tingkat keakurasian 5% atau bahkan lebih buruk tentu saja bukanlah pilihan yang baik. Di sisi lain, mengkalibrasikannya dengan yang berkualitas lebih tinggi dengan keakurasian 2% juga masih bermasalah dengan linearitasnya. Maksudnya linearitas disini misalkan bacaan disamakan pada  RH 84%, maka saat alat satunya membaca 90%, bisa saja alat yang lain membaca 86% dan kita sama-sama tidak tahu siapa yang tidak linier. Tentu saja khalayak umum akan menuduh yang murah yang tidak linier he he he ....

Lantas bagaimana Schnell Microcomputer Labs melakukan kalibrasi pada HSM-20G? Simple saja, kitas serahkan kalibrasi pada yang membuat sensor. Kita cocokkan saja bacaan tegangan keluaran dengan bilai bacaan RH pada display. Lantas perlu voltmeter digital yang akurat khan? Tentu. Trus voltmeternya dikalibrasi pake apa?  Bah akhirnya mbulet juga pertanyaannya seperti "siapa yang duluan, telor apa ayam" he he he ...

Ok ini grafiknya yang diberikan oleh manufakturer HSM-20G :


Lhooo dari gambar kok angkanya berhenti di angka RH 90 dengan tegangan 3.19 Volt? he he he ... kayaknya alat ini tidak bagus dah kalo diset atau untuk membaca RH diatas 90, buktinya pabriknya tidak berani menampilkan angka diatas RH90%. Tapi tidak masalah bukan? Telor bebek aman-aman saja di RH 70% atau mungkin tertinggi 90%.

Coba lihat spek umum HSM-20G berikut :


Seberapa fatalkah masalah akurasi 5% ini pada mesin tetas?
Rasanya anda tidak perlu mengkhawatirkan urusan 5%RH ini pada mesin tetas anda. Bila anda mengeset 70% untuk telur bebek, maka nilai 65% atau 75% sekalipun tidaklah akan berdampak buruk pada hasil tetas, setidaknya itulah fakta yang ada dilapangan. Kalau ada Professor di bidang peternakan yang tidak setuju dengan hal ini, ya .... apa boleh buat he he he ....

Coba apa yang terjadi bila 5% ini berlaku pada temperatur? Misalkan temperatur terbaca lebih rendah 5% katakanlah yang seharusnya 40 derajad celsius terbaca 38. Kayaknya bakal ancur dah he he he ... untungnya mengukur temperatur bisa dilakukan dengan sangat akurat.

Apakah disediakan tuning untuk kalibrasi pada produk Schnell Microcomputer?
Pada kebanyakan tipe, fasilitas ini kami tiadakan dan kalibrasi kami lakukan berdasarkan tabel manufakturer dan dimatikan pada posisi yang fixed. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebingungan publik dan ketidakpastian nilai RH yang diterima tentunya. Namun bila anda memaksa, kami akan memberikan tuning kalibrasi khusus untuk anda (utamanya bila anda adalah peneliti atau ilmuwan dan yakin dengan nilai-nilai anda sendiri).

Apakah sangat perlu tuning kalibrasi ini?
Bisa iya bisa tidak, namun yang harus anda ketahui, menyamakan nilai bacaan pada satu titik atau kondisi dengan higrometer lain belum tentu akan membuat kedua alat membaca dan menampilkan nilai yang sama pada kondisi yang lain karena adanya ketidaklinieran dari keduanya tentu saja.

Lantas Bagaiman Prinsipnya, saya harus setel berapa?
Bila anda percaya pada satu alat dan mengikutinya kemudian hasilnya baik, tentu itu adalah kekayaan pengalaman anda pribadi yang berharga. Pengalaman adalah guru yang paling berharga tentu saja.

Singkatnya, bila pengalaman membawa anda pada hasil tetas yang sangat baik pada nilai RH70% menurut HSM-20G dan 75% menurut bacaan higrometer lain, maka bila anda percaya pada HSM-20G maka anda menganggap higrometer yang lain itu ketinggian. Di sisi lain, bila anda percaya yang benar adalah higrometer lain tersebut, maka anda harus mengeset nilai 70% pada higrocontrol agar dapat nilai 75% menurut bacaan higrometer lain tersebut. Apakah mbulet penjelasan ini? he he he .. memang...


   

Friday, June 17, 2011

Manakah yang efektif, 2 atau 3 pos egg turner?

Pada intinya 2 atau 3 posisi sama-sama mempunyai reputasi yang baik dalam proses penetasan buatan. Namun ada kelebihan dan kekurangan tentunya dari 2 macam design tersebut.

tabel berikut ini menjelaskan kelebihan dan kekurangan tersebut :

bersambung

Friday, June 10, 2011

Egg turner : Linear Actuator Developmental Kit untuk kapasitas > 1000 telur

Cara kerja Modul DC1000ET dapat  anda klik  DISINI!!


Sebelum menuju ke bagian teknis yang lebih detail, berikut gambaran sekilas 'developmental kit' untuk penggerak rak telur dengan menggunakan 'linear actuator'.


Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa kit ini hanya terdiri dari 2 komponen utama saja, yaitu motor penggerak tipe 'linear actuator' dan control module.

Adapun yang dimaksud 'control module' adalah seperti gambar dibawah ini :

Control Module, bentuk  bisa lain dari gambar ini sesuai spek tertentu,
namun prinsip dasar tentunya tetap sama.

Sebenarnya tentang penggerak tipe ini telah diulas lengkap pada bagian 'pages' dari blog ini (klik DISINI untuk link-nya). Namun ulasan masih dalam bahasa Inggris dan belum diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Selain itu, penjelasannya masih terkesan 'sangat teknis' dan sedikit perfeksionis untuk disain alat tetasnya.

Di halaman ini saya akan menyederhanakan pokok-pokok penting dari penggerak tipe ini dan mengembalikan ke 3 prinsip dasar dari alat ini, yaitu :
1. Kesederhanaan
2. Kemudahan
3. Kekuatan

1. Kesederhanaan

Dibandingkan dengan tipe penggerak lain, tipe linear actuator adalah tipe yang paling sederhana karena hanya dengan melihat bentuk dan kelengkapannya saja  mayoritas pengguna sudah bisa menebak bagaimana cara unit ini bekerja. Unit lengkap hanya terdiri dari dua bagian, yaitu motor penggerak dan kotak atau box yang berisi pengendali gerakan motor yang didalamnya sudah termasuk motor driver, timer dan pengolah sinyal dari sensor yang ada dalam unit aktuator (built in).  Timer dapat anda tentukan sendiri nilainya dengan kelipatan setengah jam mulai dari satu sampai delapan jam sekali gerakan dengan mengeset fuse-bit sesuai tabel yang telah kami tentukan. pada link berikut : TABEL, KLIK DISINI).  

Dalam unit ini bahkan anda tidak perlu memasang atau menyambungkan kabel sama sekali karena semua kabel telah memiliki soket yang hanya bisa berpasangan dalam posisi yang benar saja. Anda tidak perlu khawatir salah pasang soket karena bila tidak benar, soket tidak akan dapat terpasang.

2. Kemudahan

Bila anda bertanya seberapa mudah memahami dan menggunakan linear actuator developmental kit ini, maka jawabannya adalah semudah 'menjolok jambu' milik tetangga ... (ketahuan nih suka nyolong jambu tetangga waktu masih kecil ...).

Memahami cara kerja linear actuator sangatlah mudah bila anda menganalogikannya dengan dongkrak tipe screw (untir). Anda memutar bagian tertentu, batang dongkrak akan naik sedikit demi sedikit. Naiknya batang tersebut diiringi dengan penggandaan kekuatan yang berkali lipat sehingga anda bisa mengangkat mobil dengan dongkrak tersebut tanpa harus mengerahkan tenaga yang berlebihan. Linear  actuator memiliki prinsip yang sama dengan dongkrak, namun tentu saja tugas untuk memutar telah digantikan oleh motor listrik.



Lantas seberapa mudah memasang aktuator ini? Jawabannya sangat mudah. Pada badan aktuator telah dilengkapi dengan bracket dan mounting hole dengan tipe ball-joint yang flexible sehingga memungkinkan badan aktuator dapat ikut bergerak dengan sudut tertentu mengikuti posisi perubahan sudut egg tray.


Demikian juga pada ujung dari batang bergerak dari aktuator juga dilengkapi dengan mounting hole tipe ball-joint yang juga flexible dan mampu menoleransi perubahan sudut tertentu.


3. Kekuatan

Dengan prinsip seperti dongkrak screw, maka walaupun tidak dirancang untuk berkekuatan seperti dongkrak mobil yang mampu mengangkat ber ton-ton beban, kekuatan aktuator linear ini cukup besar. 






Thursday, June 2, 2011

Application Note untuk Modul Circular 3 Posisi dengan DC-Motor

Bila anda berminat dengan control module tipe DC Circular Motor dengan Sensor Photodiode yang dilengkapi dengan gear set, ada catatan kecil disini yang perlu anda ketahui agar unit dapat befungsi dengan baik.

Catatan ini berlaku juga bila anda ingin meng-upgrade tipe lama ke tipe gear-set untuk mendapatkan putaran yang lebih lambat dengan torsi lebih besar.

Rute Program dari Control Module
Saat start-up, mikrokontroller menggerakkan motor untuk mencari photodiode sebelah kanan. Setelah ketemu, dia mencari yang kiri dan akhirnya yang tengah serta kemudian berhenti di tengah untuk menunggu waktu putar yang ada set pada bit DIP switch. Arah putaran motor secara langsung dipengaruhi oleh polaritas 2 kabel yang terpasang pada motor tersebut. Membalik polaritas atau menukar posisi kabel akan mengakibatkan motor berputar ke arah kebalikannya.

Masalah bisa muncul karena untuk mendapatkan posisi photodiode kanan tersebut shaft atau as dari wheel sensor harus berputar kekiri atau berlawanan arah jarum jam (CCW) sedangkan penambahan gear-set bisa berakibat pada terbaliknya putaran shaft dari sensor wheel karena efek gear-set. Cara anda menaruh posisi motor juga akan mempengaruhi arah putaran shaft

Menempatkan motor dengan putaran CW atau searah jarum jam pada posisi luar inkubator akan mengakibatkan shaft berputar ke arah CW (ini berarti wheel sensor akan gagal menemukan photodiode kanan) sedangkan menaruh didalam akan mengakibatkan shaft berputar CCW atau berlawanan arah jarum jam (dalam hal ini wheel sensor akan menemukan sensor photodiode kanan saat start-up).

Namun ada cara singkat sebenarnya untuk menemukan ketepatan pemasangan, dan anda bebas menaruh posisi menghadapnya motor terhadap egg-tray gear. Secara logika, saat start-up, shaft harus berputar berlawanan arah jarum jam, itu saja titik. Bila ternyata setelah anda pasang start-up membuat shaft berputar ke kanan atau searah jarum jam (salah), maka anda dengan mudah anda bisa membuatnya berputar ke arah kebalikannya (yang benar) dengan membalik polaritas 2 kabel motor yang terpasang pada soketnya. Tukar posisi skun dari soket tersebut atau kalau anda merasa kesulitan potong saja kedua kabel, tukar posisi dan  sambungkan. Bila motor kemudian membuat shaft berputar berlawanan jarum jam atau kekiri, maka tindakan anda telah benar. 

Sederhana .... tapi kalau tidak tahu bisa fatal karena motor akan ngotot berputar terus tanpa menemukan target pertamanya.

Dan yang selalu harus diingat, selalu berikan pembatas atau penghalang egg tray agar tidak berputar lebih dari 45 derajad CW maupun CCW. Bagaimanapun juga harus ada efek rem atau brake effect agar rak tidak kebablasan berputar lebih dari 45 derajad dan membuat telor-telor anda pada terjun bebas karena walaupun motor telah dimatikan oleh sistem pada posisi sensor kanan atau kiri, efek momen putarannya masih akan sedikit terasa dan harus direm. Memberi penghalalang yang soft atau lembut akan lebih baik tentunya. 



Sunday, May 29, 2011

Tentang bagaimana cara kerja HZ1000US thermo-hygro control ...

HZ1000US merupakan disain thermo-hygrocontrol dalam satu sistem, processing unit dan display. Adapun range pengaturan temperatur adalah 0-40 derajad celsius dan RH 0-95%.

Perkabelan HZ1000US sangatlah sederhana sehingga mudah dipahami oleh pelaku penetasan pemula sekalipun.



Adapun perkakabelan HZ1000US adalah sebagai berikut :
1. Kabel input listrik AC220V
2. Kabel output AC220V ke pemanas ruang inkubator (bisa elemen atau lampu pijar)
3. Kabel output AC220V ke adaptor ultrasonic mist maker atau elemen
    pemanas air (elemen magic jar)
4. Kabel sensor temperatur dan sensor temperatur di ujungnya
5. Kabel sensor kelembaban relatif atau RH dan sensor HSM-20G diujungnya

Untuk memahami cara kerja unit ini, berikut akan diulas secara lebih detail.

Thermocontrol
HZ1000US memiliki modul thermocontrol dengan range penyetelan yang sangat mudah melalui potensiometer. Memutar potensiometer kekiri akan menurunkan set value sedangkan memutar ke kanan akan menaikkan set value. Memutar penuh kekiri akan menampilkan set value 0 derajad celsius sendangkan memutar penuh kekanan akan menampilkan nila set value 40 derajad celsius.

Bila anda mengeset temperatur 37 derajad celsius, maka bila temperatur di ruang inkubator dibawah nilai 37, maka kabel output pemanas inkubator akan mengeluarkan tegangan 220V dan menyalakan elemen pemanas atau lampu pijar untuk menaikkan temperatur. Bila temperatur tercapai 37 derajad, maka tegangan akan dihentikan dan pemanas dimatikan. Sensor terus memonitor apakah terjadi penurunan temperatur kemudian, bila temperatur turun 0,1 derajad sekalipun, maka pemanas akan dinyalakan lagi. Demikian seterusnya terjadi dengan cepat sehingga tercapai kestabilan temperatur dengan fluktuasi kurang dari 0,2 derajad celsius di posisi sensor.

Hal-hal yang berada di luar wilayah kerja thermocontrol:
Bila temperatur aktual dalam kondisi pemanas mati lebih tinggi daripada set value
Bila anda mengeset nilai 20 derajad celsius sedangkan suhu ruang di wilayah anda 25 derajad celsius, maka nilai bacaan aktual akan 25 derajad celsius dan tidak dapat menjadi 20 seperti yang anda inginkan  meskipun pemanas tidak hidup atau dimatikan oleh thermocontrol sekalipun. Dalam hal ini thermocontrol tidak bisa berbuat apa-apa karena dia adalah pengendali pemanas dan bukan pendingin. Bila anda menginginkan temperatur 20 derajad dari suhu ruang 25 derajad, maka anda memerlukan pendingin, bukannya pemanas.

Bila ada unsur sumber panas lain yang manaikkan temperatur diluar alat pemanas yang dikendalikan oleh thermocontrol. 
Contohnya, bila anda mengeset temperatur 37 derajad celsius dan pemanas/lampu mati pada temperatur tersebut, tapi suhu aktual terus menanjak naik, maka anda perlu mencurigai unsur lain yang menyumbang panas diluar yang dikendalikan thermocontrol. Hal ini kadang terjadi karena pada saat tertentu, telur yang hampir menetas ternyata juga mempunyai panas sendiri dan menjadi sumber panas lain dalam ruang inkubator. Dalam hal seperti ini, mengurangi temperatur bisa dilakukan dengan membuka pintu ventilasi lebih lebar sehingga memberikan sirkulasi udara dingin dalam jumlah yang lebih banyak.

Hal-hal yang berada di luar wilayah kerja hygrocontrol:
Bila RH aktual dalam kondisi humidifier mati lebih tinggi daripada set value
Untuk memudahkan pemahaman, kita misalkan :
1. Mesin ada dalam wilayah yang rata-rata RH-nya 80%.
2. Ventilasi ruang inkubator relatif baik.
3. Dengan temperatur 37 derajac celsius, RH didalam ruang inkubator
    terbaca 40% tanpa harus memberi air.

Dalam kondisi seperti ini, tentu saja anda bisa menggunakan modul hygrocontrol untuk mendapatkan RH 60% karena bila anda mengeset angka 60%, maka humidifier (mist maker atau pemanasan air dengan elemen pemanas khusus) akan diaktifkan dan segera dimatikan bila nilai RH sudah mencapai 60%.

Namun, tentu saja anda tidak akan bisa mengeset RH ke angka 20% bukan? Karena nilai aktual akan tetap terbaca 40% di bacaan aktual. Ini karena tanpa air dan humidifier sekalipun kondisi aktualnya memang 40% seperti yang dimisalkan diatas. Dan bila anda menginginkan angka 20% dibacaan aktual, maka anda memerlukan de-humidifier dan bukannya humidifier.

Hal yang menyulitkan, dalam kondisi tertentu semisal habis hujan di daerah dingin dan dataran tinggi, nilai RH bisa sedemikian tingginya sehingga tanpa humidifier atau humidifier dimatikan sekalipin RH tetap lebih tinggi dari yang anda inginkan. Hal ini sebenarnya merupakan tantangan baru ... walaupun kasusnya jarang terjadi di mayoritas wilayah Indonesia, namun nyata-nyata terjadi juga ......

Hygrocontrol memiliki respon dan fluktuasi yang tidak bisa disetarakan dengan thermocontrol
Udara merupakan penghantar panas yang sangat cepat berubah. Setelah sumber panas diaktifkan dan temperatur di satu posisi tertentu mencapai 38 derajad, maka hanya dengan mematikan pemanas satu detik saja temperatur bisa drop sepersekian derajad celsius dari posisi 38 derajad tesebut, katakanlah menjadi 37,9. Dalam ruang inkubator, kecepatan perubahan ini sangat dipengaruhi oleh kerapatan dan ventilasi udara. Semakin besar ventilasi, semakin cepat pula perubahan temperatur udara terjadi.  Dengan kondisi seperti ini, untuk mencapai kestabilan tinggi dengan nilai fluktuasi dibawah 0,1 derajad celsius akan membuat lampu pemanas anda bekerja seperti lampu disco.

"Lho? apa benar Broer secepat itu? kok thermomoter saya gak keliatan cepet drop begitu ya?" 

"Lha sampean pake thermometer apa? Thermometer badan ya? yang biasa dikibas-kibaskan sama suster di rumah sakit itu? ya ancur dah kalau gitu ... "

"Bukan Broer, ini thermometer digital yang dibeli di pasar nih, lumayan daripada beli ke sampean mahal gitu. Ini mah murah dibawah cepek!!"

"Thermometer digital juga macem-macem, utamanya kecepatan update-nya. Ada lho yang dari ruang inkubator baca 38 derajad setelah dikeluarkan kagak turun-turun meski sudah 10 detik... bahkan setengah menit juga,  he he he ...."

Lha terus yang seperti apa yang valid?

"Ya jelas yang update-nya dibawah 1 detik, 0,1 detik lebih baik ...."

Ok, lantas bagaimana yang terjadi dengan RH? Nilai RH tidak serta merta berubah di udara secepat temperatur. Jadi mengharapkan nilai fluktuasi RH serendah nilai fluktuasi temperatur sama seperti mimpi di siang bolong. Meratakan RH di ruang inkubator juga tidak semudah meratakan panas, apalagi untuk tipe still air. Untuk tipe still air, perbedaan RH di sudut berbeda juga relatif tinggi perbedaannya. Semu akhirnya kembali pada mahir-mahirnya kita membaca situasi tersebut dan sekali lagi, pengalaman adalah guru yang terbaik.

Sensor RH di pasaran juga tidak bisa setinggi sensor temperatur tingkat kepresisiannya. Bila sensor temperatur dengan harga relatif murah rata-rata mempunya validitas 0,1-0,5 derajad celsius, maka sensor humidty yang mempunyai validitas 5% saja sudah muuuahallll harganya. Namun untungnya, nilai RH yang bisa diterima di dunia penatasan tidaklah seketat nilai temperatur sehingga dengan harga yang tidak terlalu tinggi, hygrocontrol sudah bisa dibuat atau didapatkan.

Semoga tulisan ini bisa membantu bagi yang memerlukan, dan mengingat saya ini tidak pandai-pandai amat dan mungkin juga relatif bodo di urusan thermodinamics maka diharapkan bagi yang lebih pintar dan berpengalaman untuk membagi ilmunya disini... agar bermanfaat bagi banyak pihak dan tentu saja saya doakan bisa sering-sering pergi ke tempat dimana anda bisa 'nglemparin setan-setan pakai kerikil....'(apa namanya? Haji ya ha ha ha ).


Wednesday, May 25, 2011

Memasang Egg Turner Menggunakan Motor AC 3 Pos Dengan Sensor Photodioda

Berikut adalah sedikit ulasan tentang pemasangan module egg turner menggunakan AC Motor dan control module 3 pos yang menggunakan sensor posisi berupa cahaya LED dan 3 photodioda.

Adapun gambar dari modul tersebut adalah sebagai berikut:


Paket Egg Turner KIT dengan AC motor dan sensor 3 pos photodiode berisi :
1. Control Module
2. AC Motor lengkap dengan Motor Gear
3. Sensor Wheel dengan LED dan kabel terpasang.
    Kabel diujungnya memakai soket sehingga anda
    tidak perlu khawatir salah memasang karena soket
    tidak dapat masuk bila salah posisi.
4. Egg Tray Gear yang telah terpasang pada kayu lapis
    dengan bentuk 1/2 lingkaran dimana sudah kami
    tentukan dan lengkapi lobang tengahnya.

Salah satu bentuk dudukan egg tray gear pesanan khusus klien kami
       
Hal-hal Khusus

Ada beberapa hal yang harus anda pahami tentang AC Motor kit ini. 

Pertama, kit ini diperuntukkan bagi mesin tetas dengan kapasitas dibawah 200 butir telur ayam kampung. Itupun anda harus memakai bearing atau lager untuk mengurangi friksi. Untuk kapasitas 100 butir telur seperti yang akan banyak dimuat gambarnya dalam ulasan ini, anda tidak harus memakai bearing karena menggunakan T-Nut untuk penyangga as/shaft kiri dan kanan (yang berupa baut M8) sudah cukup dikarenakan friksi atau gesekan setelah terbebani 100 butir telur tidak terlalu memforsir daya motor. 

Kedua, AC motor ini tidak seperti DC motor yang bisa dengan mudah dapat diperintah berputar kekanan atau kekiri. Memang motor AC ini bisa CW (putar kanan) atau CCW (putar kiri) namun dia berputar semau-maunya. Tetapi dibalik kekurangan ini ada juga kelebihannya yaitu bila dia berputar kekiri namun membentur rintangan, maka dia akan berbalik arah berputar ke kanan. Demikian juga sebaliknya. 

Jadi tidak perlu heran, apabila control module memerintah motor untuk berputar kekanan dan menemukan photodioda di sebelah kanan, maka dia bisa aja nurut atau membangkang dan berputar kekiri. Namun karena control module memerintahkan apapun terjadi motor harus berputar menemukan photodioda kanan, maka motor tidak akan berhenti sampai menemukan photodioda kanan . Untuk membantu motor yang pilon ini, di bagian kiri tepat pada posisi 45 derajad kita berikan rintangan. Akibatnya karena egg tray membentur rintangan dibagian tersebut, maka gerakan motor terhambat sehingga motor akan berputar berbalik arah kekanan. Karena berputar kekanan, maka tentu saja dia akan menemukan photodioda kanan dan berhenti disitu untuk jangka waktu yang kita tentukan melalui DIP switch.

Dibagian kanan tepat 45 derajad kita juga harus menempatkan sebuang penghalang lagi. Tentu saja anda tahu apa maksudnya bukan?

Baiklah, kita mulai detail pemasangannya.

Langkah awalnya, anda harus menentukan posisi egg tray gear. Posisi bisa diatas atau dibawah. Pada gambar dibawah ini posisi gear ditempatkan diatas dengan pertimbangan posisi bawah untuk wadah air sebagai humidifier.  

Perhatikan baut yang mengikat dudukan egg tray dengan tripleks/kayu lapis dudukan gear. Baut tersebut harus mengikat mati tripleks dan dudukan egg tray, namun dapat berputar bebas pada rumah mesin tetas. Dudukan egg tray dengan tripleks harus dipaku mati atau dibaut rapat juga tentunya. Untuk memudahkan pemahaman, kita beri nama baut ini : baut as roda sensor (BARS).

Sebagai dudukan BARS rumah mesin tetas, agar dapat berputar dengan friksi yang serendah mungkin, anda dapat menggunakan bearing atau lager, tetapi untuk kapasitas kecil, anda dapat menggunakan T-Nut.

Prinsipnya hanya itu saja, terserah anda bagaimana melakukannya tentu saja. 



Baiklah, sekarang menentukan posisi motor dan memasangkan motor gear dengan gear yang terikat dengan egg tray. Motor dipasang disisi luar seperti gambar dibawah ini.


Saat terpasang posisi motor adalah seperti gambar dibawah ini. Namun ini hanya contoh dari kami, selama masuk akal anda dapat memilih posisi sendiri sekehendak hati tentunya.



Setelah posisi gear set didapatkan dan motor bisa terpasang dengan kuat, sekarang waktunya memasang control module. Pada control module terdapat lobang yang harus anda tempatkan sedemikian rupa sehingga BARS berada di titik tengahnya. BARS  harus berputar bebas mengikuti gerakan egg tray dengan friksi atau gesekan sekecil mungkin.  


Sekarang tiba saatnya memasang whell sensor. Anda dapat menemukan wheel sensor ini dengan mudah dalam paket yang kami kirimkan bila anda memesan kit lengkap.


Pasang wheel sensor dengan memutar kekanan pada BARS. Lobang tengah wheel sensor berupa draad. Soket kabel led jangan dipasang dulu, karena tentu akan ikut melintir-melintir bila whell sensor diputar. Putar roda sensor sampai permukaannya kira-kira berjaral 1-2 mm dengan photodiode. Untuk sementara, walaupun tidak perlu presisi,  luruskan lampu LED dengan photodiode tengah (PDT). Setelah ok, Pasang soket LED ke control module.

Sekarang karena anda harus memutar-mutar egg tray, motor harus dilepas dulu karena kalau tidak dilepas, egg tray sulit diputar karena ditahan motor. Selain itu anda harus melepas soket kabel motor dari control module karena anda harus menghidupkan sistem tanpa memutar motor. Sinkirkan motor sementara. sekarang anda bisa menyambungkan kabel control module dengan listrik AC. 

LED akan menyala. Ingat, jangan sekali-kali anda menyentuh komponen atau kabel terbuka karena bisa kesetrum. Gunakan selalu sandal yang tebal. Kalau tidak ada sandal, pinjam tetangga juga tidak apa-apa, siapa tahu mPok Nori bisa pinjemin.

Tugas anda sekarang adalah memutar atau mengatur egg tray agar posisinya benar-benar ditengah. Setelah egg tray posisinya tepat ditengah, anda harus meluruskan secara sempurna arah lampu LED dengan photodiode bagian tengah (PDT) seperti gambar dibawah ini. Setelah sempurna, kancing sisi luar BARS dengan  mur dan kencangkan seperlunya. Jangan terlalu kencang karena wheel sensor bisa pecah.



PDT = Photodiode Tengah

Dengan posisi LED masih menyaka, gerakkan egg tray kekanan dan amati cahaya led sehingga lurus dengan PDKn (photodiode kanan). Setelah lurus, beri tanda calon penghalang egg tray agar tidak bergerak kekanan melebihi dari 45 derajad sekaligus sebagai rintangan motor agar berbalik arah bila salah arah. 

Kemudian putar lagi egg tray ke kiri sampai cahaya LED lurus dengan PDKr (photodiode kiri), dan dengan cara yang sama berikan tanda maksimal dimana penghalang kiri akan dipasang agar egg tray tidak bergerak lebih dari 45 derajad kekiri.


Setelah selesai. Putar egg tray kembali ketengah dan rencanakan bentuk penghalang apa yang akan anda pasang. Kalau kami menggunakan penghalang seperti gambar dibawah ini.




Sekarang waktunya mencoba fungsionalitas sistem. Pasang motor dan soketnya ke control module. Bawa mesin ke tempat yang tidak terlalu terang, redup lebih baik supaya interferensi cahaya tidak mempengaruhi photodiode. Coba hidupkan sistem dan amati gerakan motor.

gambar2 lain menyusul besok ....

Selamat mencoba. Kalau ada masalah dan pertanyaan, bisa ditulis di ruang komentar dibawah ini. 





Wednesday, May 11, 2011

Open Discussion : Skema Mesin Tetas Kapasitas 576 Butir Telur

Mohon feed back untuk rancangan mesin tetas full otomatis sederhana berikut ini. Semoga hasil diskusi bisa dijadikan acuan bagi incubator builder pemula. Terima kasih.

Klik gambar untuk memperbesar

Thursday, May 5, 2011

Vertical and Horizontal Small Egg Turner Timer Module & AC Motor Driver

Semakin banyaknya minat terhadap modul pengendali penggerak telur model horizontal atau vertikal 2 posisi yang murah dan mudah, memicu kamu untuk mendesain developmental kit untuk timer dan pengendali motor tipe AC. Motor AC menjadi pilihan karena ketersediaan di pasar yang luas dan harganya relatif murah sehingga cocok untuk digunakan sebagai komponen mesin penetas full otomatis kapasitas kecil.

Adapun sekilas tentang modul ini dapat dilihat pada gambar berikut :






Catatan Untuk Aplikasi Egg Turner Vertikal 2 POS


Perhatikan video diatas. Untuk penggerak vertikal 2 pos, video ini menunjukkan bagaimana memasang microswitch pada bagian kiri dan kanan dengan sudut yang bisa anda tentukan sendiri. Cara kerja sistem untuk motor DC maupun AC pada dasarnya mirip, namun untuk motor AC karena cara kerjanya motor berputar berbalik arah setelah membentur rintangan, maka harus dibuat rintangan sedemikian rupa sehingga bukan mikroswitch yang menjadi bantalan utama rintangan tersebut (jangan mengorbankan mikroswitch sebagai penahan torsi motor). Untuk rintangan, bisa dibuat dari kayu, baut dan sebagainya sehingga sedikit saja mikroswitch tertekan saklarnya, maka rangka rak telur sudah membentur rintangan tersebut. 


Catatan Untuk Aplikasi Egg Turner Horizontal
Aplikasi ini cenderung mudah. Pasang mikroswitch pada satu ujung akhir langkah dan satu lagi pada ujung lainnya. Terapkan juga penahan torsi motor agar sliding rack tidak langsung membentur body mikroswitch melainkan hanya menekan saklarnya saja. 

Penyambungan kabel
Penyambungan kabel sangat sederhana, anda hanya perlu memasang jack pada kabel AC220v, mencolokkannya pada jaringan PLN dan sistem akan bekerja secara otomatis. Apabila anda menghendaki ada tombol ON/OFF, anda bisa memasangkannya sendiri pada titik tersebut. Hanya itu saja, tidak ada kabel lain yang perlu anda sambung sendiri karena perkabelan lain telah disolder pada posisi yang kami tentukan (lihat gambar).

Timer
Anda dapat mengeset waktu putar telur berdasarkan tabel berikut dibawah ini dengan menentukan posisi pin pada DIP Switch (Komponen warna biru pada gambar, ditunjuk oleh anak panah dengan keterangan timer select)
Tabel : Klik DISINI, dan lihat posisi paling bawah.

Cara Kerja Unit
Untuk memahami cara kerja unit secara keseluruhan, maka terlebih daulu akan diuraikan komponen dan peralatan yang ada dalam modul tersebut.


1. Motor
Motor yang dipergunakan adalah motor AC yang bekerja pada tegangan AC PLN 220/240 volt. Motor ini adalah motor putaran lambat, yaitu sekitar 5 putaran per menitnya (5 RPM). Motor dapat berputar secara acak ke dua arah, yaitu kekanan/clock-wise (CW) dan kekiri/counter clock wise (CCW). Kenapa dikatakan acak, karena motor ini berputar semau-maunya, bisa kekiri atau kekanan saat pertama dihidupkan. Namun demikian karakter motor ini dapat berbalik putaran kearah berlawanan apabila membentur rintangan. Sifat inilah yang akan dimanfaatkan untuk penggerak telur otomatis dua arah. Tentunya dengan memberikan rintangan pada akhir langkah/posisi rak telur.

2. Signal Switch
Signal switch merupakan peralatan yang digunakan untuk mengirim sinyal posisi tertentu, bisa berupa posisi atas, bawah, kanan, kiri, tengah dan sebagainya. Peralatan yang digunakan juga beragam, bisa photodiode sensor, magnetic sensor, reedswitch, microswitch dll.

Penggerak tipe horizontal hanya memerlukan dua posisi saja, yaitu kiri dan kanan. Demikian juga tipe penggerak vertikal dua posisi. Lebih sederhana sebenarnya daripada sistem vertikal yang memiliki tiga posisi. Dari semua tipe pembangkit signal, microswitch adalah peralatan yang paling umum dikenal oleh publik. Hal inilah yang mendorong kami untuk menggunakannya pada modul ini.

Microswitch pada modul ini tidak digunakan sebagai pemutus arus, melainkan hanya pembangkit signal posisi saja. Yang menghentikan arus adalah komponen thyristor yang dikendalikan oleh mikrokontroller.

Bila mikroswitch tertekan tuasnya, maka mikrokontroler akan menganggap posisi rak ada pada posisi dimana mikroswitch tersebut berada dan akan menghentikan gerakan motor apabila memang posisi tersebut adalah posisi target yang ditentukan serta mengabaikannya apabila posisi tersebut bukan menjadi targetnya.

3. Mikrokontroller (uC)
Perhatikan rangkaian modul diatas, sangat seherhana bukan? Itulah kegunaan dan kelebihan mikrokontroller dibandingkan rangkaian yang menggunakan komponen-kompnen diskrit. Mikrokontoler yang dipergunakan untuk modul ini adalah produk dari Microchip dengan kode produksi PIC16F84A.

baiklah, sekarang akan diuraikan cara kerja sistem.

Kronologis
Saat pertama kali sistem dihidupkan, uC akan menguji fungsionalitas mikroswitch dengan menggerakkan motor sampai ditemukan mikroswitch dengan kabel biru tertekan saklarnya. Bila anda menaruh mikroswitch ini pada posisi kanan, maka dapat dikatakan uC akan menggerakkan motor sampai ditemukan posisi kanan. Karena motor berputar semau dia, maka bisa saja dia berputar kekiri untuk mencari posisi di kanan. Tidak masalah, anda hanya perlu memberikan rintangan di ujung kiri pada posisi batas kiri rak sehingga ketika batas tersebut menghalangi gerakan motor, maka motor akan bergerak berbalik arah menjadi  ke kanan sehingga bisa menemukan target sebenarnya diposisi kanan.

Setelah menemukan posisi kanan, uC akan berhenti sekitar 3 detik, kemudian akan menggerakkan motor lagi untuk mencari mikroswitch dengan kabel merah tertekan saklarnya. Bila anda menaruhnya pada posisi kiri, maka dapat dikatakan uC akan menggerakkan motor sampai ditemukan posisi kiri. Hal yang sama bisa saja terjadi seperti skenario diatas, motor bergerak ke kanan sedangkan yang dicari ada di sebelah kiri. Anda tinggal memberi rintangan di posisi kanan tentunya.

Setelah menemukan targetnya, yaitu microswith dengan kabel merah, maka motor akan dimatikan dan uC akan menunggu sekitar 3 detik.

Setelah 3 detik berlalu, maka uC akan mulai memeriksa fuse bit. Yaitu apa yang anda lakukan pada DIP switch biru. Bila ia menemukan keempat pin-nya ada dibawah  (off semua) maka berdasarkan tabel yang telah ditentukan, uC membaca posisi tersebut sebagai 'Demo Mode'. Pada mode ini gerakan akan dilakukan berulang-ulang ke kiri dan kekanan dengan jeda waktu 3 detik, namanya juga demo .....

Bila pin ada dalam posisi lain, maka uC akan menghentikan aktifitasnya sesuai yang anda perintahkan berdasarkan posisi pin pada DIP switch tersebut. Misalnya anda mengeset 3 jam, maka uC akan mematikan motor dan diam selama 3 jam. Setalah 3 jam maka ia akan menggerakkan motor mencari posisi kanan, berhenti 3 jam lagi, mencari posisi kiri, diam 3 jam lagi dan demikian seterusnya. Sangat sederhana bukan? Untuk tipe vertical 2 posisi, anggap saja kanan sama dengan -45 derajad (atau sesuka anda) dan kiri sama dengan +45 derajad.

Perhatian
Bila anda melihat rangkaian diatas, anda tidak akan menemukan trafo penurun tegangan. Hal ini dikarenakan rangkaian modul tersebut adalah rancangan transformerless dengan kelebihan sangat murah dan efisien biaya produksinya. Selain itu, rangkaian dengan sistem ini juga ringan dan sedikit memakan tempat. Peralatan elektronik jaman sekarang banyak sekali yang menggunakan sistem tersebut.

Namun demikian, ada juga kekurangannya, yaitu rangkaiannya tidak terisolasi atau tersambung langsung dengan listrik jaringan PLN sehingga semua komponen tidak boleh anda sentuh saat beroperasi karena tentu saja anda dapat kesetrum. Itulah sebab mengapa semua kabel kami isolasi dengan rapat termasuk yang masuk ke microswith. Kami sarankan untuk selalu memakai sandal saat memasang dan menguji coba peralatan yang menerapkan listrik PLN, karena sandal dapat mengisolasi tegangan positif PLN dengan ground yang ada di tanah sehingga mencegah listrik mengalir dari komponen yang tidak sengaja anda sentuh ke ground/tanah melalui badan anda. Selain itu dengan memakai sandal, anda tidak akan mudah kena jamuran dan cacingan .. (mulai ngawur ini ...). Setelah anda mematikan sumber listrik dan merobah PIN timer, tunggu minimal 15 detik sebelum menghidupkan lagi, karena kalau kurang dari itu, maka sisa energi yang ada dalam kapasitor dalam catu daya sistem masih menghidupi uC walaupun sumber listrik telah dicabut, sehingga nilai timer yang lama yang masih berlaku.

Sangat membahayakan? Bisa ia bisa tidak. Rangkaian microswith pada sistem thermostat wafer juga mengalirkan listrik tegangan AC220v, sama saja. Bahkan hair dryer dan kipas angin yang anda pakai juga mengalirkan tegangan AC220V pada kabelnya. Semua hanya tergantung sebagaimana rapat kita menutup kabel agar tidak terbuka dan mengakibatkan kita kesetrum.

Rangkaian modul harus anda tutup dengan sistem yang aman dan hendaknya selalu mematikan sistem apabila hendak merobah pin pada DIP switch.

Apabila anda produsen mesin tetas, tanya konsumen anda berapa lama waktu putar yang dia inginkan dan andalah yang memposisikannya untuk mereka. Kemudian segel rangkaian dan berikan stiker peringatan agar tidak dibuka dan diperbaiki sendiri (beri peringatan : do not open, dangerious, no serviceable parts inside). Simpel. Kalau konsumen anda nekat membuka sendiri, sama saja dengan mereka membuka charger HP atau bahkan televisi dan kesetrum akibat ulahnya sendiri. Semoga tidak terjadi tentunya karena alat apapun yang menggunakan listrik AC tegangan tinggi kalau diotak-atik sendiri oleh yang tidak kompeten akan beresiko bagi mereka sendiri.

Rangkaian yang menggunakan trafo lebih aman?
Tidak juga, bagaimana kalau orang yang tidak berkompenten menyentuh port trafo yang terhubung dengan tegangan PLN? sama juga kesetrum. Namun rangkaian ini bisa lebih aman bila terlindung dalam kemasan yang baik tentunya.

Namun demikian, bila anda peminat individual dan tidak berencana untuk memproduksi dalam jumlah besar, disarankan untuk memakai modul dengan kelengkapan trafo dan telah tercasing sempurna demi keamanan dan kemudahan anda. Biaya sedikit lebih mahal tentunya namun sebanding dengan yang anda dapatkan. Adapun bentuk fisik modul yang telah tercasing dan emiliki power supply dari trafo ini adalah seperti dibawah ini :


Pada modul diatas, perbakelan dari mikroswitch atau limir switch sudah terpisan dari tegangan tinggi AC220V dan tidak membahayakan bila tersentuh. Namun demikian karena output tetap AC220V via relay, maka output ini harus terisolasi dengan baik asmbungannya dengan motor AC.

Adapun bila anda ingin menggunakan motor DC, anda dapat klik DISINI.

Tuesday, April 26, 2011

Egg Turner Klasik : Bagi penggemar Microswitch

Bila anda lebih menyukai model limit switch dibandingkan sensor photodiode. Rancangan dibawah ini sengaja dibuat untuk sistem tersebut. 

Kebanyakan produk mesin penetas full otomatis import dari China menggunakan metode ini. Hasil tetasnya juga relatif bagus dibandingan dengan yang mempunyai posisi tengah.

Dengan mode 2 posisi, derajad putaran telur juga bisa lebih besar, misalkan dari posisi - 40 derajad sampai +40 derajad didapatkan sudut putar 80 derajad. Bila menggunakan posisi tengah, maka total nilai sudut tersebut akan terbagi 2 saat di posisi tengah. Oleh karenanya, bila pada 2 posisi jadwal pemutaran umumnya digunakan 3 jam sekali, maka pada 3 posisi idealnya  dilakukan setiap 1,5 jam sekali.   

DC Motor Kit untuk egg turner 2 pos ini hanya menerapkan dua posisi rak telur, yaitu miring kanan dan miring kiri. Tidak ada posisi tengah. Namun demikian produk yang kami buat ini, saat starting up selalu memposisikan rak miring menghadap ke operator (selalu mencari limit switch no 2) sehingga meletakkan telur bukan menjadi masalah lagi apabila anda menaruh limit switch di posisi depan. Sudut kemiringan bisa diatur sendiri oleh user hanya dengan menempatkan limit switch di posisi yang diinginkan.



Mencoba Sistem
Langkah pertama mencoba sistem bisa dilakukan dengan tanpa memasang aktuator pada bodi inkubator. Langkah-langkah yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut :
1. Pastikan fuse bit pada posisi 'Demo Mode'
    Sambungkan soket motor pada pasangan soket yang sesuai dan telah diberikan
2. Sambungkan kebel terbuka (2 kabel) pada tegangan AC 220V PLN.
3. Motor akan berputar ke arah kanan
   (bila anda menhendaki ke kiri, tukar posisi kedua kebel motor, motor akan berputar
    kebalikannya).
4. Kemudian tekan limit switch berkabel biru lebih dari setengah detik
    (dibawah setengah detik akan diabaikan oleh mikrokontroler karena dianggap noise saja)
5. Motor akan berhenti setelah mengetahui limit switch dengan kabel biru ditekan.
    Bila anda menekan limit switch yang berkabel merah pada saat ini tidak akan ada reaksi
    apa-apa karena target pertama adalah limit switch berkabel biru sehingga yang berkabel
    merah diabaikan.
6. Setelah kurang lebih tiga detik, motor akan mulai berputar lagi, tetapi ke kiri arahnya
    (kebalikan).
7. Tekan lagi limit switch dengan kabel biru. Motor akan tetap bergerak tanda dia
    mengabaikan limit switch berkabel biru karena sedang mencari target limit switch
    berkabel merah.
8. Tekan limit switch berkabel merah. Motor akan berhenti dan setelah 3 detik akan
    berputar ke kanan lagi.
9. Demikian proses ini berulang-ulang terjadi secara bergantian dan berbalik arah
    pada 'Demo Mode'

Anda dapat melihat video dibawah untuk visualnya.

Cara Kerja System Saat Terpasang di Body Incubator.
Bila anda mengeset timer menjadi 3 jam, system akan bekerja sebagai berikut :
1. Saat start-up mikrokontroler akan menggerakkan motor untuk mencari
    limit switch berkabel biru.
   (Oleh karenanya pastikan motor menggerakkan egg tray ke arah limit switch
    berkabel biru, bila tidak,
    tukar posisi kabel power pada motor untuk membalikkan arah).
2. Setelah ketemu, motor akan diam 3 detik dan kemudian mencari limit switch
    berkabel merah. Setelah ketemu, maka motor akan diam selama 3 jam
    (sesuai yang anda set) dan kemudian mengulangi langkah No1 dan No2
    dan seterusnya.

FAQ: 

1. Apa motor saat start-up akan memutar motor bila posisinya sudah menekan
    limit switch biru?
    Jawab :  Tidak, motor diam tanda dia sudah dapat yang dicari dan menunggu
                 3 detik untuk kemudian mencari yang berkabel merah, berhenti disana
                 selama jangka waktu yang anda set, misalkan 3 jam untuk kemudian
                 bergerak mencari yang berkabel biru, diam 3 jam lagi, mencari yang
                 berkabel merah, diam 3 jam lagi dan seterusnya dengan jeda waku
                 3 jam.

2. Apa motor selalu mencari limit switch berkabel biru dan berkabel merah dan
    diam di posisi itu setiap start-up? 
    Jawab :  Iya, ini memasikan bahwa setiap start-up, egg tray akan selalu
                  menghadap ke arah limit switch berkabel merah. Oleh karenanya,
                  posisikan limit switch tersebud di bagian depan sehingga anda mudah
                  menaruh telur-telur yang hendak ditetaskan.

Dengan menggunakan motor wiper ex mobil L300 dengan torsi yang cukup besar ditambah sistem gir reduksi, sistem ini bisa digunakan untuk mesin penetas dengan kapasitas sampai ribuan telur.

Bila anda memesan Naked PCB
Bila anda memiliki kemampuan teknis sehingga memutuskan untuk memilih PCB terbuka. yang  perlu diperhatikan adalah pemilihan trafo dan pemasangan kabel-kabelnya. Trafo yang harus anda siapkan berkapasitas 5A dengan CT dan extra winding 500mA.  Kabel perlu ditandai untuk kemudahan pencocokannya.


Gulungan extra 12V 500mA untuk power supply mikrokontroler
Gulungan ini terpisah dari arus untuk motor sehingga tidak mengakibatkan
gangguan pada mikrokontroler 

Anda dapat menggunakan 12V, 18V, 25V atau 32V sesuai kebutuhan
CT diperlukan karena dipergunakan untuk menjalankan motor dua arah dimana
diperlukan pembalikan polaritas.
  
Semoga bermanfaat.

Some users prefer microswitch instead of photodiode sensors. The system below is  constructed upon those needs.
Most incubator products imported from China use this method. Their performance also relatively good compared with system that have a middle position.
This model apply two egg trays position only, that is left and right and no middle position. Nevertheless ​​this product is configured to left swing and facing the operators so laying eggs is not a problem anymore. Tilt angle can be adjusted by the user simply by placing microswitches at desired positions.
By using a high torque car wiper motor combined with a reduction gear system, this system can be used for incubators with capacities up to thousands of eggs.
Hopefully useful.