Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Sunday, May 19, 2013

Thermostat Klasik : Adelaar 7 Segment

Mengingat sulitnya  pengoperasian thermostat seven segment bagi masyarakat awam pada umumnya, pernah tipe adelaar klasik  ini kami discontinued pengembangannya. Namun atas permintaan dari builder inkubator profesional dan juga dari user yang paham kelistrikan dan elektronika, akhirnya tipe thermostat klasik ini kami bangun lagi, tentunya dengan penyempurnaan di sisi kemudahan pengoperasian dan fitur yang ada.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kelebihan dari thermostat digital dengan layar 7 segment adalah visibilitas atau mudahnya dilihat dari jarak jauh, tidak seperti layar LCD text yang harus didekati untuk mendapatkan visual yang cukup. Sisi kelebihan lainnya adalah terletak pada harga. Tentu saja tipe ini jauh lebih murah daripada tipe LCD.

Visibilitas dan harga yang lebih ekonomis membuat pemakai cenderung mengorbankan kemudahan pengoperasian dan lebih memilih pengoperasian yang sedikit rumit untuk mendapatkan kelebihan tersebut. Namun tentunya kami usahakan agar pengoperasiannya bisa sesederhana mungkin dan masih bisa diaplikasikan oleh pengguna yang awam kelistrikan dan elektronika.

Namun bila anda masih menganggap disain ini sulit untuk dipahami atau dioperasikan, maka silahkan memilih yang lebih mudah dan sederhana aplikasinya dengan klik  DISINI.

Atau mengunjungi link berikut : http://ahsworkshop.blogspot.com/2011/07/breakin-news-new-adelaar-metamorf.html

Berikut ini adalah detail dari modul Classical Adelaar Thermostat :


Identifikasi Tombol :

Sesuai gambar diatas, 
1. ST adalah tombol setting temperature atau suhu target.
2. SH adalah tombol setting hysteresis
3. UP adalah tombol untuk menaikkan temperatur atau hysteresis, 
    sesuai tombol ST atau SH yang ditekan
4. DOWN adalah tombol untuk menurunkan  temperatur atau hysteresis, 
    sesuai tombol ST atau SH yang ditekan

Lalu bagaimana dengan tombol save atau simpan? Jawabannya : sudah kami program untuk AUTOSAVE jadi tidak diperlukan lagi tombol tersebut untuk tujuan penyederhanaan dan kemudahan operasional.

Pengoperasian Dasar :

Pada saat pertama dihidupkan, display akan menunjukkan temperatur ruang dimana sensor LM35 ditempatkan, sensor bisa menggunakan kabel dengan panjang maksimum 2 meter. Tanda strip pada display menyala di posisi atas.

Tampilan ini akan terus berjalan dan thermostat menjalankan fungsinya menghidupkan dan mematikan pemanas sesuai dengan setting temperatur dan hysteresis yang tersimpan dalam EEPROM. Factory setting dari nilai tersebut adalah 37.0 derajad celsius dan hysteresisnya 0.3 derajad celsius.

Setting Temperatur

Untuk merobah setting termperatur, tekan dan tahan tombol ST, display akan menunjukkan nilai setting yang tersimpan saat ini, sambil tetap menahan tombol ST, tekan UP untuk menaikkan nilai setting atau DOWN untuk menurunkan nilai setting. Secara otomatis nilai akan disimpan di EEPROM. sehingga bila anda mematikan sistem dan menyalakannya kembali, maka nilai ubahan terakhir anda yang akan berlaku.

Saat display menunjukkan nilai setting temperatur, strip menyala pada posisi bawah.

Lepaskan tombol ST dan display akan menampilkan suhu aktual lagi dan thermostat bekerja. Strip menyala kembali pada posisi atas.

Setting Hysteresis

Untuk merobah setting hysteresis, tekan dan tahan tombol SH, display akan menunjukkan nilai hysteresis yang tersimpan saat ini. Sambil tetap menahan tombol SH, tekan UP untuk menaikkan nilai hysteresis atau DOWN untuk menurunkan nilai hysteresis. Secara otomatis nilai akan disimpan di EEPROM. sehingga bila anda mematikan sistem dan menyalakannya kembali, maka nilai ubahan terakhir anda yang akan berlaku.

Saat display menunjukkan nilai setting temperatur, strip menyala pada posisi tengah.

Lepaskan tombol SH dan display akan menampilkan suhu aktual lagi dan thermostat bekerja. Strip menyala kembali pada posisi atas.

Berikut adalah video cara pengoperasian modul tersebut untuk lebih mempermudah pemahaman :



Technical Specs :

1. Built in Zero Crossing SSR (Solid State Relay)
2. Output 150 Watt, expandable to 800 Watt with Standard Heatsink.
3. Factory setting : Set Value 37.0 degree Celsius, 0.3 degree Celsius hysteresis
4. Adjustable Set Value : 30.0 - 40.0 degree Celsius
5. Adjustable Hysteresis Value : 0.1 - 1.5 degree Celsius
6. Core : PIC16F877A, programmed in PIC Assembly

Bagian-bagian dari Unit  :
1. Main Board Control
2. Display Board, 7 segment + operational buttons
3. Temperature sensor LM35DZ dengan kabel 1.5 meter
4. Soket power supply 2 pin untuk modul (sambungkan dengan output
    trafo 300mA 12Volt, trafo tidak termasuk dalam paket ini)
5. Built In Zero Crossing SSR, dilengkapi Heatsink, bisa dipakai sampai daya 800 Watt
6. Terminal srcew untuk output SSR



Skema Pemasangan


Caution :


Karena unit dalam bentuk modular, tidak tercasing, maka hal-hal yang harus anda perhatikan adalah :

1. 
Cara pemasangan modular pada box atau bracket harus anda atur sedemikian rupa agar pcb tidak melengkung dan mengakibatkan track terputus.

2. 
Banyak komponen smd yang terpasang pada track belakang pcb seperti resistor dan kapasitor, oleh karenanya anda tidak diperkenankan meletakkan pcb begitu saja pada sebuah bidang dalam keadaan running, misalnya tripleks atau bahan lainnya karena akan mempengaruhi kinerja modul. Usahakan agar track dan solderan tidak kena langsung pada tatakan bawah atau dengan kata lain, pasang ganjal atau spanner atau ring tebal pada setiap baut yang ditujukan agar pcb tidak terkena langsung dengan media dibawahnya. Ketebalan spanner ini minimal 3mm.

3. 
Soket sudah diatur sedemikian rupa sehingga tentunya tidak mudah terbalik. Namun terkadang kecerobohan tidak dapat dihindarkan dimana soket 2 pin ditancapkan pada bukan pasangannya, misalkan 3 pin atau sebaliknya. Tentunya dengan pemaksaan akan masuk juga. Untuk hal seperti ini tentu saja kami tidak bisa menggaransi kerusakan yang terjadi.

4.
Konsentrasi penuh untuk pemasangan modul ini, jangan sambil menggoreng pisang :D

Tuesday, April 9, 2013

Bagi yang memahami elektronika : Membuat modul timer dan egg tray turner ACDC51

Harga software per Copy  (software code : Univ-01) = Rp. 20.000,-







Klik untuk Memperbesar
Click image to Enlarge


Cara Kerja :

Start-up : Saat modul pertama dinyalakan, relay akan di-on-kan oleh program sampai microswitch dengan kabel kuning tertekan (tentu saja oleh motor yang diaktifkan output relay tersebut). Setelah microswitch tertekan, relay akan off (sehingga mematikan motor yang melalui output relay) selama 3 detik. Setelah 3 detik,  relay akan diaktifkan lagi untuk mencari mikroswitch dengan kabel hitam sampai ketemu. Setelah ketemu, selanjutnya program memeriksa posisi jumper. 

Jumper menentukan setting timer. Dalam kondisi jumper tidak dipasang, maka timer akan memainkan mode test. Dalam mode ini proses diatas akan dilakukan berulang-ulang dengan jeda waktu  6 detik. Saat jeda ini, led akan dinyalakan oleh program sebagai indikator "waiting state" atau posisi menunggu sesuai nilai timer.

Bila jumper diposisikan untuk menjumper pin tengah dan kiri (dekat IC), maka timer = 3 jam dan bila tengah dengan kanan, maka timer = 6 jam.Ini berarti jeda waktunya adalah nilai timer tersebut.

Relay mempunyai 2 output, yaitu NO dan NC. Dalam gambar tersebut terminal biru dipasang pada C dan NO. Karena relay bisa menerima listrik AC maupun DC, maka modul tersebut tentu saja bisa dipergunakan untuk motor AC maupun DC. Nilai amper relay mementukan besar tenaga motor yang boleh disalurkan melalui modul tersebut. Pilihlah relay dengan kualitas dan daya yang baik tentunya.

Selamat mencoba.

Tuesday, April 2, 2013

HZ1000US-PBU Thermo-hygrostat: An Overview




















Algoritma HZ1000US-PBU


Saat pertama dinyalakan (default setting) temperatur akan menunjukkan angka 37.0 derajad celsius dan RH pada 60%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai yang sebelumnya yang berlaku.

Identifikasi Tombol :

Dari kiri ke kanan
1.       UP
2.       DOWN
3.       Fn/R
4.       SET/Save

Cara merubah setting temperatur :
Pada layar utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.

Cara merubah setting Humidity :
Tekan dan tahan tombol (Fn/R) dan sambil tekan tombol UP untuk menaikkan atau DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.

Cara merubah setting Hysteresis (menentukan batas maksimum fluktuasi) :
Tekan tombol UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum 0.1 dan maksimum 1.0 untuk temperatur dan secara otomatis perkalian sepuluh untuk RH. Ini berarti bila anda menyetel hysteresis temperatur 0,2 derajad celsius,  maka secara otomatis RH akan bernilai 2%. Ini dilakukan karena toleransi RH relatif tinggi sehingga mengatur RH dengan nilai fraksi atau dibelakang koma akan membuat mesin humidifier lebih sering on dan off dan dikhawatirkan akan mempengaruhi usia mesin. disisi lain, keakuratan sensor humidity juga 5% sehingga nilai fraksi tidak akan memberikan manfaat yang nyata.

Tekan tombol Fn/R bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan.

Cara menyimpan ubahan :
Pada layar utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik

Cara mereset semua nilai ke ‘default setting’ :
Matikan sistem. Tekan dan tahan tombol (Fn/R) kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai factory setting yang telah diaktifkan kembali.

Output Ports :
1.       Heater : Ke pemanas AC220V (Langsung dari output port ke pemanas, sudah built in SSR)
2.       Damper/Exhaust : Kipas exhaust atau system pendingin AC220V (Langsung, built in SSR)
3.       Humidifier : Ke pembangkit Humidity (ultrasonic/spayer) AC220V (Langsung, built in SSR)

Cara Kerja Output Port :
1.       Heater
                        Mulai dimatikan bila temperature melebihi set point
Mulai dihidupkan lagi bila temperature turun dibawah set point dikurangi nilai hysteresis.
Contoh :
Set point = 37.0 derajad Celsius, hysteresis diset 0.3
Heater dimatikan bila lebih dari 37.0 derajad Celsius, tepatnya mulai 37.1 derajad Celsius
Heater akan dihidupkan lagi bila temperature turun dibawah  36.7 derajad Celsius  (37.0 – 0.3), yaitu tepatnya mulai 36.6 derajad Celsius.

2.       Damper/Exhaust
Mulai dihidupkan bila tempeartur diatas set point dan akan segera dimatikan bila temperature dibawah set point.
Contoh :
Set point = 37.0 derajad Celsius
Damper/exhaust akan dinyalakan bila temperature diatas 37.0 atau tepatnya mulai 37.1 derajac Celsius
Damper /exhaust akan dimatikan bila temperature dibawah 37.0 atau tepatnya mulai 36.9 derajad Celsius.

3.       Humidifier
                              Mulai dimatikan bila humidity melebihi set point
Mulai dihidupkan lagi bila humidity turun dibawah set point dikurangi nilai hysteresis.
Contoh :
Set point = 60.0%RH, hysteresis diset 3
Humidifier dimatikan bila lebih dari 60.0%RH atau tepatnya mulai 60.1%RH
Humidifier akan dihidupkan lagi bila humidity turun dibawah  57.0%RH (60.0 - 3), yaitu tepatnya mulai 56.9%RH.



NEW !!!!

Alternatif HZ1000US-PBU adalah HZX1000US-PBU dengan nilai sama namun fasilitas lebih lengkap.


Sunday, March 31, 2013

Menghemat biaya pembuatan Egg Turner dengan Motor DC

MODUL EGG TURNER ACDC51
Untuk Aplikasi Motor DC Dua Arah Putaran
(Board PCB generic ACDC51, Software Khusus DC)
(Software Code : DC-2W)

Mesin besar pada umumnya memerlukan motor penggerak egg tray yang relatif kuat. Tentu saja motor AC dengan torsi yang kuat dan RPM rendah adalah pilihan yang ideal, namun dalam faktanya di Indonesia justru yang lebih mudah didapatkan adalah motor DC untuk kategori torsi kuat dan putaran rendah.

Berikut kami sajikan rangkaian sederhana untuk menggerakkan motor DC agar bisa berputar ke kiri dan ke kanan untuk mendapatkan posisi rak yang diinginkan. Skematik ini memanfaatkan cara kerja relay dengan tiga wiring, yaitu C (Common), NC (Normaly Closed) dan NO (Normaly Open).

Adapun coil dari relay akan dipicu oleh modul timer yang tentunya bisa didapatkan dengan harga yang relatif  murah. Baiklah kita lihat dahulu skema perkabelannya.

Klik pada gambar untuk memperbesar

Perhatikan jalur X, Y dan Z berwarna merah pada gambar diatas. Saat trafo (tipe CT) dihidupkan, maka XY = 12Volt dimana X=positif dan Y=negatif.

Disisi lain YZ juga sama 12 Volt, dimana Y=positif dan Z=negatif.

Dalam hal ini Y bisa positif atau negatif, tergantung dengan X atau Z dia dipasangkan.

Motor DC pada umunya memiliki  dua kabel dimana membalik polaritas kabel akan membalik arah putaran motor tersebut. Bila motor tersebut dialiri oleh XY, maka motor bisa bergerak ke kiri misalnya. Bila motor mendapatkan arus YZ, maka tentu saja motor akan berbalik arah berputar ke kanan. Membalik kabel motor akan mengakibatkan arah putaran yang sebaliknya tentunya.

Relay dengan tiga wiring, yaitu C, NC, dan NO yang akan dalam sistem perkabelan diatas akan menentukan arah putaran motor. Bila timer memberi tegangan yang mengaktifkan coil relay, maka jalur motor akan disambungkan dengan YZ dan motor berputar ke arah kanan misalnya (tergantung anda memasang kabel motornya).

Bila relay tersebut diaktifkan oleh timer selama satu jam misalnya, maka logikanya arus YZ akan mengalir terus-menerus selama 1 jam kecuali putaran motor diatur sedemikian rupa dengan perlengkapan mekanik sehingga saat berputar ke kanan akan mengakibatkan egg tray menonjok kontak mikroswitch A pada sudut tertentu sehingga berhenti pada sudut tersebut dan menunggu timer berubah.

Setelah satu jam, relay akan dimatikan dan yang berlaku adalah arus XY yang membuat motor bergerak ke kiri terus sampai 1 jam atau terputus bila secara mekanik mikroswitch B tersentuh saklarnya oleh tonjokan mekanik motor atau egg tray yang bergerak ke kiri tersebut. Tentu saja mikroswitch ini dipasang pada sudut tertentu yang diinginkan.

Demikian sistem akan terulang setiap satu jam sekali dengan asumsi anda mengeset timer satu jam. Bila anda mengeset 3 jam, tentu saja pengulangan akan berlaku setiap 3 jam sekali.

Untuk modulnya, dapat dilihat gambar dibawah ini :

ACDC51 Generic Board - Backside


ACDC51 Module - Upside


Modul diatas mempunyai 3 pilihan timer. Dengan merubah jumper maka akan didapatkan 3 posisi. Jumper kosong = demo mode (timer = 30 detik), tengah dan kiri =3 jam dan tengah dan kanan = 6 jam. 

Maksud dari dirancangnya modul ini adalah untuk memenuhi kebutuhan sistem penggerak rak mesin penetas telur kapasitas menengah antara 150 - 900 telur. Untuk kapasitas 1000 keatas disarankan mengunakan Linear Kit dan  untuk kapasitas dibawah 150 menggunakan AC Turner Kit.

Bila anda tidak atau kurang memahami rangkaian diatas, sebaiknya memilih timer dan turner module atau kit yang lain seperti tipe Linear Actuator atau ATTimer dengan motor AC untuk incubator skala kecil (<150 telur, KLIK DISINI). Silahkan mengeksplorasi di blog ini untuk tipe yang lain (mudah dan tinggal pakai). Atau anda bisa mencoba untuk KLIK DISINI. Untuk produsen yang membuat mesin tetas dalam jumlah besar (kuantiti) dapat mencoba untuk melihat modul sederhana DISINI.

Modul dalam kondisi seperti gambar diatas. Kabel harus anda solder sendiri. Ada 5 lobang kabel, 2 untuk power supply modul (bisa dari trafo 12 volt) sedangkan 3 adalah dari relay yaitu C, NO dan NC, silahkan menghubungkannya sesuai diagram diatas.

Pada skema diatas, bagian yang dilingkari adalah bagian dari modul sedangkan bagian atas mulai dari motor DC, trafo, microswitch dan diode harus anda persiapkan sendiri. Trafo disesuaikan dengan kebutuhan motor DC anda. Karena mikroswitch dialiri arus yang relatif besar, maka anda harus memilih yang berkualitas baik tentunya.

Untuk dipergunakan pada motor linear actuator, limit switch telah terpasang pada body akctuator (standar pabrikan) dan instalasi pemasangan dengan modul ACDC51 menjadi lebih sederhana dibandingkan motor circular konvensional. Diagramnya adalah sebagai berikut :






Wednesday, October 24, 2012

RTP Thermohygrostat

RTP Thermohygrostat

Klik gambar untuk memperbesar




- Plastic Casing IP56 Size : 22 x 29.5 x 12.5 cm
- Alarm system, flasher LED & Buzzer
- Thermostat and Hygrostat in a single package
- Temperature Setting : 35.0 - 39.5 degree Celsius, 
- Humidity Setting : 50.0 - 80.0% RH
- Setting values are upper and lower limit locked for egg safety 
- Fast response, averaged sampling 200 samples in a second
- Sensor reading updated in less than a second
- Adjustable alarm for hi-temp, low-temp, hi-hum and low-hum
- Buzzer cut push on push off with led status warning
- Buzzer test push button
- Suitable for 3000 up to 5000 capacity egg incubator 
- Built in SSR with zero crossing detection
- Simple direct connection from terminal to 3 electrical loads 
  (heater, humidifier and damper/exhaust fans)
- PIC16F877A cored, programmed in PIC Assembly (critical requirement 
  for high safety devices)

Values Setting

1. Temperature Setting : 
-  Pada layar utama, tekan --> untuk menaikkan dan <-- untuk 
   menurunkan setting temperatur  
-  Tekan S (atau icon disk) untuk menyimpan ubahan yang dilakukan.

2. Humidity Setting :
-  Pada layar utama, tekan dan tahan tombol Fn/Alt (tombol ketiga dari kiri)
   sambil menahan tombolt tesebut, tekan --> untuk menaikkan dan <-- untuk 
   menurunkan setting humidity.
-  Tekan S (atau icon disk) untuk menyimpan ubahan terakhir. 

3. Setting Alarm 
-  Matikan sistem dengan mencabut aliran listrik dari power port
-  Tekan tombol S (icon disk) dan tahan. Nyalakan sistem, maka anda akan
    masuk ke menu setting : Hysteresis, deviasi Hi-temp, Low-Temp, Hi-Hum, 
    Low Hum untuk menentukan aktivasi alarm/buzzer.

4. Langkah ke 3 diatas bila yang ditahan tombol --> maka sistem akan masuk
    ke register RTP dan untuk siapa unit tersebut dibuat.

5. Langkah ke 3 diatas bila yang ditahan tombol FN (atau simbol kotak)  maka 
    sistem akan malakukan reset ke Default Values.

6. Selanjutnya untuk lebih mudahnya silahkan melihat video diatas.


Tuesday, August 14, 2012

Rancangan Sederhana Inkubator Kapasitas diatas 1000

Membuat inkubator kapasitas besar bukanlah proses yang sederhana. Sistem airflow yang tepat sangat menentukan keberhasilan mesin. Oleh karena itu sistem inilah yang pada umumnya dirahasiakan oleh para pembangun inkubator profesional dan bahkan pada tipe tertentu telah dipatenkan.

Bila anda menemukan sistem yang sangat sederhana seperti yang tertulis di artikel-artikel yang tersebar luas di internet, maka pada umumnya sistem tersebut adalah sistem yang sangat umum dengan segala keterbatasan dan kekurangannya. Dengan mempertahankan prinsip kesederhanaan dan kemudahannya untuk dipahami, artikel ini ditujukan sebagai panduan untuk membuat sistem inkubator besar yang lebih baik dan tentu saja dengan penarapan teknologi digital didalamnya.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, artikel berikut akan mengulas pembuatan mesin tetas kapasitas besar untuk pemula dengan target utama pemberdayaan masyarakat. 

Artikel akan diuraikan secara step-by step dan mungkin akan ditulis secara berkala mengingat kesibukan yang menyita banyak waktu dari penulis. Harapan saya, semoga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembaca.

A. Struktur Utama Inkubator : Sistem Airflow 

Klik pada gambar untuk memperbesar
bersambung

Sunday, August 12, 2012

New HCM-X

New HCM-X released



Setting RH 
1. Tekan UP untuk menaikkan setting point RH
2. Tekan DOWN untuk menurunkan setting point RH
3. Tekan Set/Save untuk menyimpan nilai ubahan

Setting Water Temperature
1. Tahan tombol Fn dan tekan UP untuk menaikkan target temperatur air
2. Tahan tombol Fn dan tekan DOWN untuk menurunkan target temperatur air
3. Tekan Set/Save untuk menyimpan nilai ubahan

Reset Ke Default Setting (60%RH 37.0 Deg Celisus Water Temperature)
1. Matikan sistem
2. Tahan tombol Fn dan tahan sambil menghidupkan sistem
3. Lepaskan tombol Fn bila telah muncul tulisan resetting to default setting di layar LCD

Setting RH Hysteresis
1. Matikan sistem
2. Tahan tombol Set/Save dan tahan sampai LCD masuk ke mode setting hysteresis
3. Gunakan UP dan DOWN untuk menaikkan atau menurunkan nilai hysteresis
4. Tekan Fn bila telah selesai
5. Tekan Set/Save bila ingin ubahan disimpan.

Unit telah dikalibrasi sebelum proses pengiriman, namun demikian
bila menghendaki kalibrasi sendiri,
bisa digunakan acuan pada gambar diatas



Friday, August 3, 2012

Oxygen Sensor : Penerapan Dalam Mesin Penetas Telur

Telur adalah makhluk hidup. Memerlukan oksigen dan juga mengeluarkan karbon dioksida. Oleh karenanya sistem ventilasi yang baik sangat menentukan keberhasilan penetasan. Pengaturan ventilasi ini seringkali menjadi permasalahan rumit jika dihadapkan pada penghematan energi listrik. 

Ventilasi yang terlalu lebar akan mengakibatkan besarnya daya listrik yang diserap oleh mesin untuk mempertahankan temperatur pada setting point yang kita inginkan. Disisi lain, mempersempint ventilasi akan berdampak pada kurangnya supply oksigen dan sulitnya proses pembuangan karbon dioksida keluar dari mesin tetas. 

Karena permasalahan inilah, bila anda membeli mesin penetas telur sederhana, seringkali disertai dengan petunjuk untuk merubah ukuran jendela ventilasi seiring dengan perkembangan telur dalam penetasan. Prinsipnya memang sederhana, namun ketidakjelasan seberapa besar patokan ventilasi tersebut menjadikan sistem sederhana ini menjadi pilihan yang rumit.

Pada mesin tetas profesional, masalah ini tentu saja dapat diatasi secara otomatis dengan penerapan teknologi. Mungkinkah mesin kapasitas lebih kecil yang dipergunakan di kalangan masyarakat umum menerapkan teknologi ini? Tentu saja mungkin. 

Berikut akan diuraiakan sistem monitoring kondisi oksigen dalam mesin tetas. Dari nilai bacaan sensor oksigen, dapat dilakukan proses-proses yang kita inginkan seperti membuat sistem damper otomatis yang dapat mengatur sendiri lebar jendela ventilasi untuk sirkulasi oksigen dan karbondioksida.





to be continued ...

Thursday, July 5, 2012

RTP Thermo-Hygrostat for Professional Breeder

Klik untuk memperbesar

artikel sedang ditulis ...