![]() |
| Custom HZX, build upon request ....and labelled : SE |
Welkom op de Schnell Microcomputer
Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com
U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...
Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....
Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com
U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...
Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....
Artikel / Posting Terbaru
Bergabung dengan komunitas Teknologi Penetasan Unggas di Facebook
Saturday, November 30, 2013
Saturday, November 23, 2013
Classic Adelaar will be equipped with LED and Buzzer Alarm
segera dirilis ...
sedikit modif di push button (dipasang tipe besar) dan diberi casing jadilah seperti ini :
sedikit modif di push button (dipasang tipe besar) dan diberi casing jadilah seperti ini :
Tuesday, November 19, 2013
Thursday, October 17, 2013
Egg Turner Kit for small Incubators : a Technical and troubleshooting Page
Motor AC 5/6RPM yang dipergunakan :
Spesifikasi Modul :
1. Transformerless Power Supply : Sambungan langsung ke instalasi
220V (PLN) tanpa melalui trafo.
220V (PLN) tanpa melalui trafo.
2. Pemilihan timer dengan merubah posisi jumper :
Tengah + Kanan = 6 Jam
Tengah + Kiri = 3 Jam
Jumper off (dilepas/tidak dipasang) = Demo Mode
3. Output : SSR menggunakan BT136 dengan optotriac MOC3041
(zero crossing detection)
4. Pengendali : Mikrokontroler AT89C2051, Keluarga Intel MCS51
5. Sambungan kabel ke Limit switch : C dan NC (normally close)
(zero crossing detection)
4. Pengendali : Mikrokontroler AT89C2051, Keluarga Intel MCS51
5. Sambungan kabel ke Limit switch : C dan NC (normally close)
Peringantan (Warning)
1. Disain ini tidak diperuntukkan bagi yang tidak mengerti kelistrikan
2. Modul bersifat HOT, tidak boleh tersentuh tangan saat bekerja
karena bisa kesetrum (AC220V langsung).
karena bisa kesetrum (AC220V langsung).
3. Tidak boleh dipergunakan dengan memakai supply listrik dari UPS
4. Tidak disarankan untuk jaringan listrik yang tidak stabil (naik turun).
5. Jangan mengkonsletkan output motor, bila terjadi BT136 akan rusak
(Bila anda ingin menjaga agar konslet tidak merusak BT136, maka
pasangkan sekring 1 Ampere pada output untuk motor AC tersebut,
bila anda ingin triac yang lebih kuat, mintalah untuk mengganti BT136
dengan BTA16, tentu saja ada perbedaan harga)
5. Jangan mengkonsletkan output motor, bila terjadi BT136 akan rusak
(Bila anda ingin menjaga agar konslet tidak merusak BT136, maka
pasangkan sekring 1 Ampere pada output untuk motor AC tersebut,
bila anda ingin triac yang lebih kuat, mintalah untuk mengganti BT136
dengan BTA16, tentu saja ada perbedaan harga)
6. Bila modul ini tidak sesuai dengan kapasitas anda baik dari pengetahuan
kelistrikan maupun selera, pastikan anda mendapatkan modul lain
(tercasing dan menggunakan trafo penurun tegangan)
kelistrikan maupun selera, pastikan anda mendapatkan modul lain
(tercasing dan menggunakan trafo penurun tegangan)
Cara Kerja Modul
1. Booting up : Saat pertama dinyalakan, start capacitor bekerja dan
motor on selama kurang lebih 2-3 detik (untuk pengujian proses ini :
lepas soket 3 pin untuk limit switch dan jalankan sistem, motor akan
bergerak kurang lebih 2-3 detik dan kemudian akan diam terus).
2. Bila soket 3 pin terpasang, maka setelah booting up, processor akan
memerintahkan motor AC mencari limit switch A. Apapun yang terjadi
limit switch A harus ditemukan, bila tidak maka motor akan terus berputar
meskipun untuk mencapai limit switch harus berputar bebelok arah setelah
mengenai rintangan (motor yang digunakan oleh karena itu tipe motor
CW/CCW yang bila berbenturan dengan tahanan akan berputar berbalik
arah). Setelah ketemu, maka motor akan berhenti selama 6 detik.
3. Setelah berhenti 6 detik maka mikro akan memerintah motor untuk bergerak
lagi mencari limit switch B. Harus sampai ketemu atau kalau tidak motor
akan terus bergerak tanpa henti dan tidak terkendali lagi.
4. Bila limit switch B ditemukan, maka motor akan berhenti dan diam menunggu
sesuai timer yang dipilih, 3 jam 6 jam atau 6 detik (demo) setelah jeda timer
selesai, proses akan berulang ke nomor 2 diatas.
A. Motor bergerak terus dan bouncing terus tanpa pernah berhenti
B. Motor mengalami gangguan gerak
motor on selama kurang lebih 2-3 detik (untuk pengujian proses ini :
lepas soket 3 pin untuk limit switch dan jalankan sistem, motor akan
bergerak kurang lebih 2-3 detik dan kemudian akan diam terus).
2. Bila soket 3 pin terpasang, maka setelah booting up, processor akan
memerintahkan motor AC mencari limit switch A. Apapun yang terjadi
limit switch A harus ditemukan, bila tidak maka motor akan terus berputar
meskipun untuk mencapai limit switch harus berputar bebelok arah setelah
mengenai rintangan (motor yang digunakan oleh karena itu tipe motor
CW/CCW yang bila berbenturan dengan tahanan akan berputar berbalik
arah). Setelah ketemu, maka motor akan berhenti selama 6 detik.
3. Setelah berhenti 6 detik maka mikro akan memerintah motor untuk bergerak
lagi mencari limit switch B. Harus sampai ketemu atau kalau tidak motor
akan terus bergerak tanpa henti dan tidak terkendali lagi.
4. Bila limit switch B ditemukan, maka motor akan berhenti dan diam menunggu
sesuai timer yang dipilih, 3 jam 6 jam atau 6 detik (demo) setelah jeda timer
selesai, proses akan berulang ke nomor 2 diatas.
Trouble Shooting
Dari mayoritas permasalahan yang terjadi untuk pemakai yang baru pertama mengaplikasikan modul ini:
- Masalah pertama biasanya pada pemasangan skun soket ke kabel yang tidak tepat,
kurang rapat atau tidak disolder sambungannya.
- Masalah kedua adalah sambungan kabel yang buruk (hanya diuntir-untir saja
tidak disolder) dan
- Masalah ketiga sambungan kabel ke microswitch tidak disolder tetapi
hanya diikat dan diuntir-untir saja ke konektor microswitch.
- Masalah keempat, salah memasang jalur kabel
Commond (C)
NC MSw1 dan
NC MSw2.
Jalur yang benar adalah seperti di bawah ini :
Pada umumnya masalah kelonggaran pada konektor putih akan mengakibatkan error yang sifatnya acak atau random dan intermitten.
![]() |
Klik gambar untuk memperbesar |
![]() |
Klik gambar untuk memperbesar |
Wednesday, July 31, 2013
Classical HZ-Hygrostat with 7 segment Display
Simple basic setting
Pengesetan sederhana
Seberapa cepat sensor humidity
membaca perubahan kelembaban :
Metode pengujian dengan ditiup mulut
Spesifikasi
1. The range of RH Set Value : 20%RH - 95%RH
2. Hysteresis Set Value : 0.1%RH-15.0%RH
3. Sensor Type : HSM-20G
4. Accuracy 5%
5. Resolution 0,1%RH
6. Sensor Cable and Connector : Standar LAN Cable with RJ45 straight configuration
7. Max allowed sensor cable length : 15 Meter
8. Output :
- On state : Pulsed with 3 second interval and duty cycle 50%
- Built in SSR, equipped with Heat Sink,
able to handle up to 800Watt AC220V loads
9. Core : PIC16F877A programmed in PIC Assembly
10. Amphenol-header set equipped data cable, easy-to-modify wiring
12. Screw Terminal for SSR output
Kabel Sensor
Kabel sensor menggunakan kabel UTP dengan konfigurasi STRAIGHT pada konektor RJ45. Bila anda mengganti kabel atau memasang ulang konektor, PASTIKAN ditest dengan LAN cable tester, dan baru dipergunakan bila lolos test. Dengan digunakannya kabel standar LAN ini, anda akan dengan mudah memodifikasi panjang kabel, bahkan bila anda tidak dapat melakukannya sendiri, anda dapat dengan mudah memesannya di toko komputer terdekat. Untuk ukuran panjang tertentu, di toko-toko komputer banyak pilihan kabel jadi lengkap dengan konektornya.
Thursday, June 27, 2013
WLC-30MSC : Swiftlet House Humidity Control
WLC-30MCS
Kontrol Kelembaban Rumah Walet
Setting Humidity
Pada posisi Layar Utama
1. UP = Menaikkan Nilai
Setting Upper Humidity
2. DOWN = Menurunkan Nilai
Setting Upper Humidity
Nilai LOWER = Nilai UPPER – (Hysteresis)
Misalkan NIlai UPPER diset 80.0%RH dan Hysteresis diset 5.0%RH, maka
nilai LOWER = 75.0%RH
Ini berarti bila kelembaban dibawah 75.0%RH maka pompa humidifier akan
diaktifkan.
Bila kelembaban telah mencapai diatas 80.0%RH, maka pompa humidifier akan dimatikan. Seterusnya
pompa akan mati sampai kelembaban turun dibawah 75.0%RH lagi dimana pompa humidifier akan diaktifkan lagi.
Bila Kelembaban berada diatas nilai UPPER, maka secara otomatis Exhaust
FAN akan diaktifkan untuk membuang kelebihan uap air hasil dari pompa humidifier.
Segera setelah kelebihan itu terbuang dan nilai RH dibawah 80.0% maka Exhaust FAN akan dimatikan.
Setting Hysteresis
Untuk memasuki
menu hysteresis, pada Layar Utama tekan UP
dan DOWN bersamaan. Setelah masuk
menu Hysteresis, maka :
1. UP = Menaikkan Hysteresis (MAX -15.0%)
2. DOWN = Menurunkan Hysteresis (Min
-0.1%)
Setelah
selesai, tekan CS untuk kembali ke
layar utama.
Channel Select
Tekan CS
1-2 detik untuk pindah Channel. Channel yang terpilih akan menyala LED merah
didekat soket RJ45 dimana system akan mengacu pada sensor dengan channel
terpilih.
Menyimpan Ubahan
Setelah melakukan setting UPPER, Hysteresis dan Channel Select,
maka anda harus menekan tombol SAVE
untuk menyimpan ubahan yang anda lakukan. Bila anda tidak melakukannya maka
nilai ubahan tidak akan disimpan sehingga bila listrik mati atau system anda
matikan, maka saat dinyalakan kembali, nilai yang lama yang akan berlaku.
Mereset System Ke Default Setting
Default Setting :
1. UPPER =
80.0%RH
2. Hysteresis
= 05.0%RH
3. Channel
Select = Channel no 1. (C1)
Cara mereset system :
1. Matikan
Sistem dengen menekan tombol power
2. Tekan
Tombol SAVE dan tahan (jangan dilepaskan)
3. Hidupkan
system dengan menekan tombol power
4. Di layar
akan ditampilkan text reset system
5. Segera
lepaskan tombol SAVE.
Keypad Safety Lock
Lihat posisi JUMPER disisi belakang PCB keypad. Dengan posisi PCB menghadap ke Anda, JUMPER
pin :
1. TENGAH
dengan KANAN = Unlock (keypad bisa dioperasikan dari luar)
2. TENGAH
dengan KIRI = Locked (keypad tidak akan merespon apa-apa bila ditekan
karena dikunci)
Sensor Calibration
Karena tiap sensor mempunyai nilai keakuratan masing-masing, maka bisa
saja sensor memberikan bacaan yang berbeda sesuai dengan tingkat kepresisian
masing-masing. Untuk itu diperlukan kalibrasi. Dalam system ini sensor terdiri
dari :
1. Sensor
Humidity, tipe HSM-20G, dengan tingkat akurasi 5%RH, resolusi 0,1%RH
2. Sensor Temperatur,
tipe LM35, dengan tingkat akurasi 0.5oC, resolusi 0,1 oC
Sensor telah dikalibrasi saat unit dibuat. Untuk itu telah ditandai pada masing-masing box sensor untuk
channel berapa sensor tersebut diperuntukkan. Dengan memasang sensor pada channel
yang sesuai dengan label, maka kalibrasi telah mengikuti factory setting.
Adapun untuk kabel sensor, panjang kabel tidak signifikan mempengaruhi
bacaan sensor karena adanya system amplifier internal pada unit board sensor
maupun calibration sehingga system bisa menerima kabel sampai 100 meter tanpa
memberikan dampak buruk pada bacaan sensor.
Untuk mengkalibrasi bacaan sensor di layar LCD, maka anda dapat
melakukannya dengan memutar Variable
Resistor kekiri atau kekanan pada Calibration Board yang ada didalam
casing.
H1 = Calibration VR untuk Humidity Channel 1
T1 = Calibration VR untuk Temperature
Channel 1
H2 = Calibration VR untuk Humidity Channel 2
T2 = Calibration VR untuk Temperature
Channel 2
H2 = Calibration VR untuk Humidity Channel 1
T2 = Calibration VR untuk Temperature
Channel 2
Penempatan Sensor
Posisikan sensor pada tempat yang representative dan tidak terkena
siraman atau percikan kasar air secara langsung, lindungi soket dari
kemungkinan korosif dengan grease atau pelindung lain.
Kabel Sensor
Kabel sensor menggunakan kabel UTP dengan konfigurasi STRAIGHT pada
konektor RJ45. Bila anda mengganti kabel atau memasang ulang konektor, PASTIKAN
ditest dengan LAN cable tester, dan
baru dipergunakan bila lolos test. Bila tidak, maka sensor board dan
calibration board bisa RUSAK akibat kesalahan kabel.
Sunday, May 19, 2013
Thermostat Klasik : Adelaar 7 Segment
Mengingat sulitnya pengoperasian thermostat seven segment bagi masyarakat awam pada umumnya, pernah tipe adelaar klasik ini kami discontinued pengembangannya. Namun atas permintaan dari builder inkubator profesional dan juga dari user yang paham kelistrikan dan elektronika, akhirnya tipe thermostat klasik ini kami bangun lagi, tentunya dengan penyempurnaan di sisi kemudahan pengoperasian dan fitur yang ada.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kelebihan dari thermostat digital dengan layar 7 segment adalah visibilitas atau mudahnya dilihat dari jarak jauh, tidak seperti layar LCD text yang harus didekati untuk mendapatkan visual yang cukup. Sisi kelebihan lainnya adalah terletak pada harga. Tentu saja tipe ini jauh lebih murah daripada tipe LCD.
Visibilitas dan harga yang lebih ekonomis membuat pemakai cenderung mengorbankan kemudahan pengoperasian dan lebih memilih pengoperasian yang sedikit rumit untuk mendapatkan kelebihan tersebut. Namun tentunya kami usahakan agar pengoperasiannya bisa sesederhana mungkin dan masih bisa diaplikasikan oleh pengguna yang awam kelistrikan dan elektronika.
Namun bila anda masih menganggap disain ini sulit untuk dipahami atau dioperasikan, maka silahkan memilih yang lebih mudah dan sederhana aplikasinya dengan klik DISINI.
Atau mengunjungi link berikut : http://ahsworkshop.blogspot.com/2011/07/breakin-news-new-adelaar-metamorf.html
Namun bila anda masih menganggap disain ini sulit untuk dipahami atau dioperasikan, maka silahkan memilih yang lebih mudah dan sederhana aplikasinya dengan klik DISINI.
Atau mengunjungi link berikut : http://ahsworkshop.blogspot.com/2011/07/breakin-news-new-adelaar-metamorf.html
Berikut ini adalah detail dari modul Classical Adelaar Thermostat :
Identifikasi Tombol :
Sesuai gambar diatas,
1. ST adalah tombol setting temperature atau suhu target.
2. SH adalah tombol setting hysteresis
3. UP adalah tombol untuk menaikkan temperatur atau hysteresis,
sesuai tombol ST atau SH yang ditekan
4. DOWN adalah tombol untuk menurunkan temperatur atau hysteresis,
sesuai tombol ST atau SH yang ditekan
Lalu bagaimana dengan tombol save atau simpan? Jawabannya : sudah kami program untuk AUTOSAVE jadi tidak diperlukan lagi tombol tersebut untuk tujuan penyederhanaan dan kemudahan operasional.
Pengoperasian Dasar :
Pada saat pertama dihidupkan, display akan menunjukkan temperatur ruang dimana sensor LM35 ditempatkan, sensor bisa menggunakan kabel dengan panjang maksimum 2 meter. Tanda strip pada display menyala di posisi atas.
Tampilan ini akan terus berjalan dan thermostat menjalankan fungsinya menghidupkan dan mematikan pemanas sesuai dengan setting temperatur dan hysteresis yang tersimpan dalam EEPROM. Factory setting dari nilai tersebut adalah 37.0 derajad celsius dan hysteresisnya 0.3 derajad celsius.
Setting Temperatur
Untuk merobah setting termperatur, tekan dan tahan tombol ST, display akan menunjukkan nilai setting yang tersimpan saat ini, sambil tetap menahan tombol ST, tekan UP untuk menaikkan nilai setting atau DOWN untuk menurunkan nilai setting. Secara otomatis nilai akan disimpan di EEPROM. sehingga bila anda mematikan sistem dan menyalakannya kembali, maka nilai ubahan terakhir anda yang akan berlaku.
Saat display menunjukkan nilai setting temperatur, strip menyala pada posisi bawah.
Lepaskan tombol ST dan display akan menampilkan suhu aktual lagi dan thermostat bekerja. Strip menyala kembali pada posisi atas.
Setting Hysteresis
Untuk merobah setting hysteresis, tekan dan tahan tombol SH, display akan menunjukkan nilai hysteresis yang tersimpan saat ini. Sambil tetap menahan tombol SH, tekan UP untuk menaikkan nilai hysteresis atau DOWN untuk menurunkan nilai hysteresis. Secara otomatis nilai akan disimpan di EEPROM. sehingga bila anda mematikan sistem dan menyalakannya kembali, maka nilai ubahan terakhir anda yang akan berlaku.
Saat display menunjukkan nilai setting temperatur, strip menyala pada posisi tengah.
Lepaskan tombol SH dan display akan menampilkan suhu aktual lagi dan thermostat bekerja. Strip menyala kembali pada posisi atas.
Berikut adalah video cara pengoperasian modul tersebut untuk lebih mempermudah pemahaman :
Technical Specs :
1. Built in Zero Crossing SSR (Solid State Relay)
2. Output 150 Watt, expandable to 800 Watt with Standard Heatsink.
3. Factory setting : Set Value 37.0 degree Celsius, 0.3 degree Celsius hysteresis
4. Adjustable Set Value : 30.0 - 40.0 degree Celsius
5. Adjustable Hysteresis Value : 0.1 - 1.5 degree Celsius
6. Core : PIC16F877A, programmed in PIC Assembly
Bagian-bagian dari Unit :
1. Main Board Control
2. Display Board, 7 segment + operational buttons
3. Temperature sensor LM35DZ dengan kabel 1.5 meter
4. Soket power supply 2 pin untuk modul (sambungkan dengan output
trafo 300mA 12Volt, trafo tidak termasuk dalam paket ini)
5. Built In Zero Crossing SSR, dilengkapi Heatsink, bisa dipakai sampai daya 800 Watt
6. Terminal srcew untuk output SSR
Skema Pemasangan
Caution :
1.
Cara pemasangan modular pada box atau bracket harus anda atur sedemikian rupa agar pcb tidak melengkung dan mengakibatkan track terputus.
2.
Banyak komponen smd yang terpasang pada track belakang pcb seperti resistor dan kapasitor, oleh karenanya anda tidak diperkenankan meletakkan pcb begitu saja pada sebuah bidang dalam keadaan running, misalnya tripleks atau bahan lainnya karena akan mempengaruhi kinerja modul. Usahakan agar track dan solderan tidak kena langsung pada tatakan bawah atau dengan kata lain, pasang ganjal atau spanner atau ring tebal pada setiap baut yang ditujukan agar pcb tidak terkena langsung dengan media dibawahnya. Ketebalan spanner ini minimal 3mm.
3.
Soket sudah diatur sedemikian rupa sehingga tentunya tidak mudah terbalik. Namun terkadang kecerobohan tidak dapat dihindarkan dimana soket 2 pin ditancapkan pada bukan pasangannya, misalkan 3 pin atau sebaliknya. Tentunya dengan pemaksaan akan masuk juga. Untuk hal seperti ini tentu saja kami tidak bisa menggaransi kerusakan yang terjadi.
4.
Konsentrasi penuh untuk pemasangan modul ini, jangan sambil menggoreng pisang :D
Friday, April 19, 2013
Tuesday, April 9, 2013
Bagi yang memahami elektronika : Membuat modul timer dan egg tray turner ACDC51
Harga software per Copy (software code : Univ-01) = Rp. 20.000,-
Cara Kerja :
Start-up : Saat modul pertama dinyalakan, relay akan di-on-kan oleh program sampai microswitch dengan kabel kuning tertekan (tentu saja oleh motor yang diaktifkan output relay tersebut). Setelah microswitch tertekan, relay akan off (sehingga mematikan motor yang melalui output relay) selama 3 detik. Setelah 3 detik, relay akan diaktifkan lagi untuk mencari mikroswitch dengan kabel hitam sampai ketemu. Setelah ketemu, selanjutnya program memeriksa posisi jumper.
Jumper menentukan setting timer. Dalam kondisi jumper tidak dipasang, maka timer akan memainkan mode test. Dalam mode ini proses diatas akan dilakukan berulang-ulang dengan jeda waktu 6 detik. Saat jeda ini, led akan dinyalakan oleh program sebagai indikator "waiting state" atau posisi menunggu sesuai nilai timer.
Bila jumper diposisikan untuk menjumper pin tengah dan kiri (dekat IC), maka timer = 3 jam dan bila tengah dengan kanan, maka timer = 6 jam.Ini berarti jeda waktunya adalah nilai timer tersebut.
Relay mempunyai 2 output, yaitu NO dan NC. Dalam gambar tersebut terminal biru dipasang pada C dan NO. Karena relay bisa menerima listrik AC maupun DC, maka modul tersebut tentu saja bisa dipergunakan untuk motor AC maupun DC. Nilai amper relay mementukan besar tenaga motor yang boleh disalurkan melalui modul tersebut. Pilihlah relay dengan kualitas dan daya yang baik tentunya.
Selamat mencoba.
Tuesday, April 2, 2013
HZ1000US-PBU Thermo-hygrostat: An Overview
Algoritma HZ1000US-PBU
Saat pertama
dinyalakan (default setting) temperatur akan menunjukkan angka 37.0 derajad
celsius dan RH pada 60%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka
nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu
berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai
yang sebelumnya yang berlaku.
Identifikasi Tombol :
Dari kiri ke
kanan
1.
UP
2.
DOWN
3.
Fn/R
4.
SET/Save
Cara merubah setting temperatur :
Pada layar
utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.
Cara merubah setting Humidity :
Tekan dan tahan tombol (Fn/R) dan sambil tekan
tombol UP untuk menaikkan atau DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.
Cara merubah setting Hysteresis (menentukan
batas maksimum fluktuasi) :
Tekan tombol
UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar
setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum
0.1 dan maksimum 1.0 untuk temperatur dan secara otomatis perkalian sepuluh
untuk RH. Ini berarti bila anda menyetel hysteresis temperatur 0,2 derajad
celsius, maka secara otomatis RH akan
bernilai 2%. Ini dilakukan karena toleransi RH relatif tinggi sehingga mengatur
RH dengan nilai fraksi atau dibelakang koma akan membuat mesin humidifier lebih
sering on dan off dan dikhawatirkan akan mempengaruhi usia mesin. disisi lain,
keakuratan sensor humidity juga 5% sehingga nilai fraksi tidak akan memberikan
manfaat yang nyata.
Tekan tombol
Fn/R bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan.
Cara menyimpan ubahan :
Pada layar
utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik
Cara mereset semua nilai ke ‘default setting’ :
Matikan
sistem. Tekan dan tahan tombol (Fn/R) kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai
ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai
factory setting yang telah diaktifkan kembali.
Output Ports :
1.
Heater : Ke pemanas AC220V (Langsung dari output port ke pemanas, sudah built in SSR)
2.
Damper/Exhaust : Kipas exhaust atau system
pendingin AC220V (Langsung, built in SSR)
3.
Humidifier : Ke pembangkit Humidity (ultrasonic/spayer)
AC220V (Langsung, built in SSR)
Cara Kerja Output Port :
1.
Heater
Mulai
dimatikan bila temperature melebihi set point
Mulai
dihidupkan lagi bila temperature turun dibawah set point dikurangi nilai
hysteresis.
Contoh
:
Set
point = 37.0 derajad Celsius, hysteresis diset 0.3
Heater
dimatikan bila lebih dari 37.0 derajad Celsius, tepatnya mulai 37.1 derajad
Celsius
Heater
akan dihidupkan lagi bila temperature turun dibawah 36.7 derajad Celsius (37.0 – 0.3), yaitu tepatnya mulai 36.6
derajad Celsius.
2.
Damper/Exhaust
Mulai
dihidupkan bila tempeartur diatas set point dan akan segera dimatikan bila
temperature dibawah set point.
Contoh
:
Set
point = 37.0 derajad Celsius
Damper/exhaust
akan dinyalakan bila temperature diatas 37.0 atau tepatnya mulai 37.1 derajac
Celsius
Damper
/exhaust akan dimatikan bila temperature dibawah 37.0 atau tepatnya mulai 36.9
derajad Celsius.
3.
Humidifier
Mulai
dimatikan bila humidity melebihi set point
Mulai
dihidupkan lagi bila humidity turun dibawah set point dikurangi nilai
hysteresis.
Contoh
:
Set
point = 60.0%RH, hysteresis diset 3
Humidifier
dimatikan bila lebih dari 60.0%RH atau tepatnya mulai 60.1%RH
Humidifier
akan dihidupkan lagi bila humidity turun dibawah 57.0%RH (60.0 - 3), yaitu tepatnya mulai 56.9%RH.
NEW !!!!
Alternatif HZ1000US-PBU adalah HZX1000US-PBU dengan nilai sama namun fasilitas lebih lengkap.
NEW !!!!
Alternatif HZ1000US-PBU adalah HZX1000US-PBU dengan nilai sama namun fasilitas lebih lengkap.
Subscribe to:
Posts (Atom)





























