Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Sunday, May 27, 2012

RTP-Digital Thermostat : Professional Breeder Choice

Naked PCB with complete ports and devices
* 4 Pcs Push Buttons
* Standard 16X2 Character LCD with backlight (Blue/Grey available)
* Temperature sensor (RTD PT100 or LM35 upon request)
* Temperature measurement in degree Fahrenheit

Programmable Values :
1. Temperature Upper Range/Max (Set Point)
2. Temperature Lower Range/Min, -0.1 - 1.0 degree Fahrenheit from Set Point
3. Secondary heater max range,    - 0.1 - 15 degree Fahrenheit from Set Point
3. Over temp alarm & indicator :   + 0.5 - 1.5 degree Fahrenheit from Set Point
4. Under temp alarm & indicator :  - 0.5 - 2.5 degree Fahrenheit from Set Point

Audible Alarm
Alarm activated for
1. Under temp condition
2. Over temp condition

Click image to enlarge

Click to enlarge

Saturday, May 26, 2012

DIY 40A Solid State Relay (SSR)

Solid state relay is among the discrete components unreasonably expensive. This article describe what you have to do in case you decide to make your own SSR.

Components you may need :
  1. Triac, preferably BTA type since its metal body has been insulated for above
     1KV from mains.
  2. Optotriac MOC3041, preferably  the zero crossing type except otherwise needed
      for random setting.
  3. 47 Ohm 1/2 watt carbon resistor
  4. 470 Ohm 1/2 watt carbon resistor
  5. 78L05 linear regulator
  6. 220 Ohm resistor
  7. 4 pcs IN4148
  7. 2 pcs 100nF capacitor
  8. 2 pcs screw terminal, w/o wall
  9. PCB
10. FeCl for PCB etching
11. Resin







Friday, May 11, 2012

Mesin Tetas Kapasitas Besar Dengan Pemanas Gas / Batubara

Sumber energi untuk pemanas ruangan mesin penetas telur bisa berupa energi listrik, gas/LPG, batu bara, kayu dan bentuk-bentuk energi lainnya. Keputusan untuk memilih bentuk sumber energi tersebut tentu saja dipengaruhi oleh faktor ketersediaan dan kelangsungan sumber energi dan juga efisiensi biaya.

Untuk daerah yang supply listriknya tidak stabil dan sering mati, pemilihan sumber panas yang berasal dari energi  listrik merupakan keputusan sulit. Diperlukan back-up listrik yang cukup besar untuk memanaskan elemen listrik. UPS atau inverter akan dengan cepat menguras cadangan listrik dari battery sehingga pemilihan cadangan listrik tipe ini tidak efektif. Salah satu cara efektif untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menyediakan generator listrik (genset) dengan kapasitas besar. Tentu saja biaya operasional menjadi  lebih mahal.

Di beberapa daerah di Indonesia memiliki cadangan bahan bakar gas, batubara, kayu dan bentuk lainnya selain listrik dalam jumlah yang melimpah. Disisi lain, supply listrik di daerah tersebut justru buruk dan sering mati dalam periode yang fatal bagi kelangsungan proses penetasan.

Berpijak pada permasalahan diatas, berikut diberikan gambaran sistem penetasan dengan menggunakan energi gas atau batu bara sebagai pemanas ruangan. 

Panas api dari batu bara atau gas digunakan untuk memanaskan suatu ruangan pemanas atau heating chamber yang akan disalurkan udara panasnya melalui blower atau kipas seperti yang ditunjukkan pada diagram dibawah. 

Klik untuk memperbesar gambar

Listik diperlukan hanya untuk menghidupkan modul kontrol, blower dan ultrasonic mist maker atau humidifier bentuk lainnya. Oleh karena energi listrik yang diperlukan relatif kecil, maka bisa digunakan UPS maupun inverter berkapasitas kecil yang umum dijual di pasaran dengan harga kurang dari Rp. 400.000,-. Bila listrik mati, UPS bisa menghidupi sistem bahkan sampai hitungan 24 jam. Bila listrik PLN hidup, battery pada UPS atau inverter akan terisi.

Cara kerja sistem relatif sederhana, bila ruangan inkubator belum tercapai suhu yang diinginkan, maka dua kipas sirkulasi akan diaktifkan. Bila suhu sudah tercapai, kedua kipas tersebut akan berhenti berputar. Bila temperatur sedikit saja melebihi yang ditentukan, maka exhaust fan akan hidup membuang kelebihan udara  panas sekaligus menarik udara segar dan oksigen masuk kedalam mesin tetas. Proses ini berlangsung dengan sangat cepat sehingga didapatkan regulasi panas yang optimal.

Besar kecilnya api bisa diatur secara manual sesuai dengan kapasitas mesin. Dalam waktu singkat, anda bisa menemukan setelan api yang paling efisien.

Rancangan diatas adalah sebagai gambaran umum, anda bisa memodifikasi atau merancang tehnik lain berdasarkan acuan sederhana diatas yang akan menjadikan properti anda sendiri tentunya.

Selamat mencoba dan berkarya. Mari membangun bangsa ini dengan belajar membuat produk kita sendiri.

Monday, April 30, 2012

Humidity Generator untuk Mesin Tetas Kapasitas Besar

Berbeda dengan penentuan pemanas ruangan inkubator yang relatif lebih mudah karena melimpahnya tipe dan model serta kualitas pemanas yang ada di pasaran, pemilihan humidity generator masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan.

Diantara berbagai pilihan yang ada, ultrasonic mist maker bisa menghasilkan kabut air yang paling halus dan efektif guna meningkatkan kelembaban udara dalam ruangan mesin tetas. Namun dalam faktanya, ultrasonic mist maker di pasaran tidak memiliki daya tahan yang baik, terutama untuk pemakaian yang terus menerus dalam mesin tetas.

Untuk mesin tetas kapasitas besar khususnya, diperlukan humidity generator yang dapat memenuhi persyaratan dibawah ini :
1. Menghasilkan penguapan paksa (forced evaporation) dalam jumlah yang
    signifikan sehingga mampu menaikkan kelembaban relatif (RH) dalam
    ruangan mesin tetas sampai sedikitnya 80%
2. Mempunyai daya tahan yang tinggi, minimal 1 tahun dengan kondisi jalan terus
3. Beberapa pakar ilmu penetasan menyarankan penguapan yang dihasilkan
    adalah penguapan dingin, bukan penguapan hasil pemanasan

Persyaratan nomor 1 relatif sulit didapatkan untuk mesin tetas kapasitas besar yang dirancang untuk unggas air seperti bebek, angsa dan lain-lain karena tuntutan kelembaban relatif yang lebih tinggi.

Persyaratan nomor 2 tentu saja menjadi persyaratan yang terberat. Namun bagaimanapun juga, bila kita memproduksi suatu mesin tentunya akan memberikan garansi setidaknya satu tahun untuk perbaikan dan suku cadang (atau perbaikan saja dalam kondisi tertentu). Pemilihan suku cadang yang tidak tepat akan sangat merepotkan di masa mendatang bila terjadi masalah, terutama bila produk final berukuran besar dan didistribusikan ke wilayah yang secara geografis sangat jauh. Kegagalan  tentunya akan memicu munculnya biaya-biaya yang tak terduga.

Persyaratan nomor 3 masih menjadi pro dan kontra. Masih menjadi perdebatan apakah penguapan akibat pemanasan air memang buruk bagi proses penetasan. Di lapangan, banyak praktisi penetasan yang merasa berhasil dengan tipe pemanasan tersebut, namun tidak sedikit pula yang mengaku gagal.  Namun terlepas dari pro dan kontra tersebut, penguapan dingin memiliki lebih banyak pendukung.

Berdasarkan uraian diatas, berikut akan diulas tiga metode yang bisa dilakukan untuk membangun sistem humidity generator yang memenuhi tiga persyaratan di atas. Tentu saja ultrasonic mist maker tidak akan dibahas karena kondisi di lapangan mengindikasikan bahwa daya tahannya hanya beberapa bulan saja. Kedua metode ini meniru azas karburasi dan injeksi pada mesin motor atau mobil. Mengapa harus meniru mesin motor/mobil? Jawabannya sederhana, karena dunia otomotif memiliki standar yang lumayan tinggi untuk ketahanan. Metode ketiga mengikuti azas yang bekerja pada sistem pengecatan dengan sprayer.

1. Meniru Prinsip Karburator Motor/Mobil

Pada prinsipnya, karburasi mesin motor/mobil memanfaatkan perbedaan tekanan udara untuk mengalirkan fluida dan mencampurkannya dengan udara dalam bentuk uap atau kabut kedalam mesin.

Bahasa yang sulit ya? ok, sederhananya gerakan piston/zuiger (orang jawa bilang seker) kebawah akan menimbulkan efek hisap (seperti kalau seorang dokter menyedot cairan obat dengan suntikan). Bila di saluran hisap tersebut terdapat dua lobang yaitu lobang udara dan lobang yang tersalur dengan pipa kecil menuju container yang berisi bensin, maka akan terjadi pencampuran udara dan bensin yang bergerak dalam bentuk kabut kedalam mesin. Oh, efek yang bisa ditiru dan gampang rupanya?

Bisa ditiru iya, tapi gampang? Jelas tidak ....



2. Meniru sistem Sprayer Painting



3. Meniru sistem Injeksi Elektronik Motor/Mobil


bersambung

Wednesday, April 18, 2012

Egg Turner Dengan Motor DC tipe Rotary maupun Linear telah disatukan Modulnya, Check This Out :

-->
DC1000ET

Modul DC1000ET memiliki Interchangeable DC polarity output dengan nominal tegangan 12-32 volt. Sistem kendalinya adalah mikrokontroller dengan pengendali arus solid state (tanpa relay). Interchangeable polarity berarti polaritas dapat berbalik sehingga memungkinkan untuk menggerakkan motor DC dengan hanya dua kabel saja kearah kiri dan kanan. Secara ilustratif, modul DC1000ET digambarkan sebagai berikut.


Foto Riilnya adalah seperti berikut :


A.   Interchangeable Polarity DC output 12 – 32 volt
Output ini memiliki polaritas yang bisa berubah sesuai dengan algoritma program. Sebagai contoh, kabel biru bisa menjadi positif dan kabel merah negatif untuk memutar motor kekanan, di saat lain yang telah ditentukan polaritas bisa berubah sehingga kabel biru menjadi negatif dan kabel merah positif sehingga motor bisa berputar kebalikannya, yaitu ke arah kiri. Kiri dan kanan bisa berarti atas dan bawah untuk aktuator linear.

B.   Limit Switch Mode Input
Bila anda menyambung output dengan motor DC yang tidak memiliki limit switch internal didalamnya, maka anda dapat menghubungkan soket Limit Switch Mode Input dengan dua buah microswitch yang disertakan dalam paket Modul DC1000ET (jangan gunakan 2 microswitch ini bila anda memakai linear actuator dan biarkan soket pada modul kosong). Processor secara otomatis akan mengetahui keberadaan microswitch ini dan menggunakan External Limit Switch Mode sebagai acuan programnya. Untuk detail jalannya mode ini, dapat dilihat pada paragraph External Limit Switch Mode. Saat pertama dihidupkan, led biru akan berkedip lima kali menandakan sistem limit switch yang dipergunakan adalah eksternal.

++ Matikan AC220V power setiap hendak merubah mode, menghubungkan soket, menyambung kabel atau memindah timer fuse bit dan menunggu sepuluh detik sebelum mengaktifkannya kembali.

Bila saat dihidupkan processor tidak menemukan keberadaan microswitch eksternal, maka secara otomatis program akan mengacu pada sistem aktuator linear dengan internal limit switch. Untuk detail jalannya mode ini dapat dilihat pada paragraph Linear Actuator Mode With Internal Limit Switch. Tanda berjalannya sistem ini adalah berkedipnya led biru sebanyak dua kali.

C.   Input AC 220Volt
Input dari modul  DC1000ET adalah tegangan AC220 Volt.



Algoritma Program

  1. Saat pertama dihidupkan, processor akan mencari keberadaan microswitch eksternal. Bila ditemukan, maka led biru akan dikedipkan sebanyak 5 kali dan program menjalankan External Limit Switch Mode.
  2. Bila exsternal limit switch tidak diketemukan (sengaja tidak dipasang maupun tidak terdeteksi karena sambungan yang tidak baik), maka led akan dikedipkan sebanyak 2 kali dan program menjalankan Linear Actuator Mode With Internal Limit Switch.


External Limit Switch Mode
  1. Setelah masuk mode ini, processor akan membaca konfigurasi fuse bit yang anda set untuk menentukan masuk mode test (demo) atau timer. Bacalah tabel fuse bit untuk diagram fuse bit tersebut.
  2. Bila masuk mode test (demo), maka jalannya program akan seperti berikut :
a.       Putar motor kekanan dan cari limit switch dengan kabel hijau sampai ketemu
b.      Setelah ketemu, matikan motor dan tunggu enam detik.
c.       Putar motor kekiri dan cari limit switch dengan kabel merah sampai ketemu
d.      Setelah ketemu, matikan motor dan tunggu enam detik
e.       Kembali ke lagi ke langkah a dan looping  (dilakukan berulang-ulang).
  1. Bila masuk mode timer, maka jalannya program akan seperti berikut :
a.       Putar motor kekanan dan cari limit switch dengan kabel hijau sampai ketemu.
b.      Setelah ketemu, matikan motor dan tunggu enam detik.
c.       Putar motor kekiri dan cari limit switch dengan kabel merah sampai ketemu
d.      Setelah ketemum, matikan motor dan tunggu enam detik
e.       Putar motor kekanan dan cari limit switch dengan kabel hijau sampai ketemu.
f.       Setelah ketemu, matikan motor dan tunggu sesuai timer yang diset (1 jam, 1,5 jam dan seterusnya sesuai tabel fuse bit)
g.      Setelah waktu yang  ditentukan timer terpenuhi, hidupkan motor kiri sampai diketemukan limit switch dengan kabel merah.
h.      Setelah ketemu, matikan motor dan tunggu sesuai timer yang diset.
i.        Kembali ke langkah e, demikian seterusnya langkah e sampai h diulang-ulang (looping).

++ Cataan: Bila motor berputar kekiri padahal seharusnya sesuai pedoman ini berputar kekanan, maka anda salah memasang polaritas kabel motor. Sebaiknya kabel motor anda balik sehingga program akan berjalan sempurna. Atau bila setting anda memang menghendaki demikian, tidak menjadi masalah juga, hanya apa yang dituliskan kekanan pada paragraph diatas akan menjadi kekiri dalam kenyataannya.

Linear Actuator Mode With Internal Limit Switch.
  1. Setelah masuk mode ini, processor akan membaca konfigurasi fuse bit yang anda set untuk menentukan masuk mode test (demo) atau timer. Bacalah tabel fuse bit untuk diagram fuse bit tersebut.
  2. Bila masuk mode test (demo), maka jalannya program akan seperti berikut :
    1. Set polaritas sehingga aktuator naik keatas selama 2 menit
    2. Balik polaritas sehingga aktuator turun kebawah selama 2 menit
    3. Demikian berulang-ulang keatas dan kebawah selama masing-masing 2 menit

++ Cataan: Bila aktuator bergerak kebawah padahal seharusnya keatas, maka anda salah memasang polaritas kabel aktuator. Sebaiknya kabel aktuator anda balik sehingga program akan berjalan sempurna. Atau bila setting anda memang menghendaki demikian, tidak menjadi masalah juga, hanya apa yang dituliskan diatas pada paragraph diatas akan menjadi kebawah dalam kenyataannya.

  1. Bila masuk mode timer, maka jalannya program akan seperti berikut :

a.       Aktuator akan dinaikkan selama 2 menit keatas (internal limit switch akan membatasi gerakan actuator bila dalam waktu kurang dari 2 menit telah mencapai jangkauan terpanjang).
b.      Aktuator akan digerakkan kebawah selama 2 menit dg cara yang sama
c.       Aktuator akan digerakkan keatas kembali 2 menit dengan cara yang sama.
d.      Langkah a sampai c akan selalu dilakukan saat reset (modul dimatikan dan dihidupkan kembali). Gunakan proses ini untuk mendapatkan titik tengah saat reset dengan cara mematkian power modul saat actuator menggerakkan rak telur tepat pada posisi tengah. Posisi tengah diperlukan bila anda akan memasukkan telur atau melakukan proses dimana posisi tengah diperlukan.
e.       Selanjutnya durasi pergerakan actuator kebawah dan keatas akan ditentukan oleh fusebit yang diset (misalkan satu jam, tiga jam dsb). Bila anda mengeset 1 jam, maka actuator oleh modul akan diberi power untuk bergerak keatas terus menerus selama satu jam (akan diputuskan oleh internal limit switch actuator bila posisi terpanjang tercapai) kemudian diberi power untuk bergerak kebawah selama satu jam juga (akan diputuskan juga oleh limit switch internal actuator bila posisi terendah tercapai).

++ Catatan : Aktuator memiliki limit switch internal didalamnya dan memutuskan arus ke motor walaupun arus dari modul tetap dialirkan. Modul tidak menghentikan arus dalam mode ini melainkan hanya membalik polaritasnya saja. Hal ini berbeda dengan mode limit switch eksternal dimana polaritas output dan juga arus output dihidupkan dan dimatikan oleh modul. Dalam mode limit switch eksternal, microswitch hanya berfungsi sebagai signal posisi saja, bukan penghantar arus motor seperti yang dilakukan oleh limit switch internal dari linear actuator.
++  Bagaimanapun mencoba adalah cara yang terbaik


Khusus untuk Penggerak Aktuator saja (linear) dapat menggunakan modul DC1000ET-CD



Sunday, April 15, 2012

Mendapatkan Kelembaban diatas 70% untuk Incubator kapasitas 500 kebawah

Mesin penetas telur bebek kapasitas 500 kebawah merupakan pilihan ekonomis bagi pemula. Namun bagaimanakah cara mendapatkan kelembaban yang tinggi dengan tanpa menggunakan modul higrostat? (karena alasan mahal).

Cobalah konsep berikut. Water level pool tentu saja bisa anda isi air sendiri tanpa menggunakan pengisian air otomatis bila anda cukup punya banyak waktu .... namun bila anda malas untuk secara periodik memeriksa dan mengisi air, maka pengisi air otomatis menjadi pilihan untuk anda.


Sunday, March 25, 2012

Cara mudah memasang saklar mesin tetas Full Otomatis Kecil

Bagi anda yang memerlukan diagram perkabelan untuk saklar mesin tetas full otomatis kapasitas kecil dengan menggunakan termostat elektronik/digital dan modul egg turner, berikut bisa digunakan sebagai acuan.

Bentuk saklar yang umum dipakai adalah seperti gambar dibawah ini :


Saklar diatas memiliki lampu didalamnya dan dengan pemasangan yang benar, maka lampu akan menyala saat saklar dihidupkan, terlepas apakah ada beban atau tidak.

Untuk mesin tetas full otomatis dipergunakan 2 saklar, satu untuk saklar termostat elektronik sekaligus sebagai skalar utama dan kedua saklar motor turner. Saklar utama bisa ON dan OFF dan tidak tergantung pada saklar motor turner.  Namun saklar motor turner hanya bisa diaktifkan bila saklar utama dalam posisi ON.  Saklar motor turner juga bisa dimatikan saat saklar utama ON tentu saja, kondisi ini diperlukan saat termostat beberja namun telur tidak ingin digerakkan (beberapa hari pertama pengeraman atau beberapa hari terakhir penetasan).

Diagram perkabelannya adalah sebagai berikut.


Thursday, March 22, 2012

Termostat untuk oven dan furnace, Watt besar, temperatur tinggi ..





Solid State Relay (SSR)

A. Pilih kontaktor apa SSR

Sebenarnya memilih menggunakan kontaktor atau SSR merupakan keputusan yang sulit. Berikut tips untuk membantu memudahkan anda dalam mengambil keputusan.
  1. Untuk beban yang melebihi 30A, penggunaan kontaktor akan relatif lebih mudah karena kontaktor tidak harus menghadapi masalah panas yang harus didinginkan.
  2. Kontaktor lebih aman, karena saat off kedua kutup listrik diputuskan. Selain itu bila mengalami kerusakan, pada umumnya kerusakannya dalam kondisi terbuka atau terputus sehingga listrik tidak terus mengalir ke beban.
  3. SSR memiliki usia pakai yang jauh lebih panjang daripada kontaktor jika digunakan dengan benar. Ini disebabkan karena tidak adanya titik kontak dan busur api seperti yang pada umumnya terjadi pada kontaktor.
  4. SSR memberikan kontrol yang lebih baik karena kecepatan kontaknya. Namun bila arus yang dialirkan melebihi 8A, maka SSR membutuhkan pendingin atau heatsink.
  5. Penerapan zero crossing detection pada SSR memungkinkan beban hanya On dan Off saat tegangan AC pada posisi 0 volt.  Kelebihan ini bisa berguna bagi keawetan dan keamanan beban.

B. Benar-benar perlukan Heatsink untuk SSR?

SSR pada dasarnya adalah semikonduktor yang mempunyai konduktansi terbatas. Saat mengalirkan arus, panas akan ditimbulkan akibat adanya resistansi internal. Secara teoritis, setiap ampere arus yang dialirkan akan mengakibatkan panas setara dengan 1.3 watt. Ini berarti akan diperlukan pendingin untuk mengurangi panas setara dengan 26 watt apabila arus yang dialirkan adalah 20A.

Temperatur bagian logam dari SSR tidak boleh melebihi 70 derajad Celsius. Jika lebih maka SSR akan terus On dan tidak bisa Off dan pada akhirnya akan mengurangi usia pakai atau bahkan kerusakan permanen. 

Temperatur SSR tergantung juga pada amplitudo arus, seberapa lama bekerjanya dalam kondisi penuh dan juga pada temperatur sekitar. Pedomannya, jika arus beban melebihi 8 ampere, SSR memerlukan heatsink atau pendingin aluminium tipis. Jika mendekati 15 ampere, diperlukan lembar aluminium pendingin yang lebih tebal dan ketika arus beban diatas 15 ampere, maka diperlukan sistem pendinginan yang lebih rumit dan melibatkan kipas atau forced air.

Menaikkan rating SSR, seperti misalnya dari 20A ke 40A tidak akan menurunkan temperatur. Jika arus beban mencapai 30A, kebutuhan kipas pendingin sudah menjadi persyaratan utama.

Panas pada umumnya menjadi masalah saat beban bekerja pada kapasitas penuh. Bila kondisi sudah tercapai oleh regulator, beban akan on dan off sesuai dengan setting dari kontrol sehingga panas akan tereduksi secara sifnifikan. Dengan kata lain, duty cycle sudah tidak 100% lagi melainkan bisa 50% tau bahkan kurang.

Saturday, March 10, 2012

Automatic water filler, pengisi air otomatis untuk mesin penetas telur dan aplikasi lain

Dalam mesin tetas, air diperlukan untuk mendapatkan penguapan sedemikian rupa sehingga didapatkan kelembaban yang diinginkan. Karena terjadi penguapan, baik secara perlahan maupun cepat karena proses forced evaporation, maka akhirnya air akan habis sehingga diperlukan perhatian ekstra terhadap kuantitas nya.

Untuk mesin tetas kecil, perbandingan jumlah air dengan tingkat penguapan relatif sedikit sehingga frekuensi penambahan tidaklah begitu tinggi. Pada mesin tetas dengan kapasitas besar, seringkali air dipaksa menguap dengan cara pemanasan atau pengkabutan dengan ultrasonic sehingga konsumsi air tentunya menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan sistem pengisi air otomatis akan memberikan nilai guna yang cukup tinggi.

Skematik Rangkaian (NEW!! Shared on 2013)


Click on Image to Enlarge ...
Unduh PCB Layout (file .dip / DipTrace) : http://www.4shared.com/zip/I25kSGKt/water_filler.html


Bagaimana Sistem Pengisi Air Otomatis Bekerja

Tentunya ada sensor yang harus dipasang pada kontainer atau wadah air guna memonitor level air serta membangun sistem pengisian otomatisnya. Sensor bisa mempunyai berbagai macam bentuk, mulai dari model pelampung dengan valve atau klep, variable resistance (seperti pada sensor level bensin pada kendaraan bermotor), dan elektroda listrik. Yang akan diulas dalam artikel berikut adalah sistem 3 elektroda listrik karena bentuk inilah yang paling efektif untuk aplikasi pengisian otomatis disamping juga biaya pembuatannya yang murah serta mudah karena hanya berupa lempengan logam aau baut yang disambung ke kabel sensor.

Gambar demo dibawah ini menunjukkan posisi sensor yang berupa elektroda listrik.

Perhatikan batas level A, B dan C
Pada gambar diatas, sensor ditandai dengan huruf A, B dan C. Yang perlu diketahui, air adalah media elektrolit yang dapat menghantarkan listrik. Walaupun tentunya tidak dapat menjadi pengganti kabel dengan kemampuan mengalirkan arus yang relatif besar, namun air dapat memberikan jalan bagi sinyal listrik yang dapat ditangkap oleh IC sebagai sinyal kondisi tersambungnya jalur atau path lisrik.

Dari gambar diatas, kabel merah disambungkan oleh rangkaian elektronik pada tegangan Vdd 5 volt DC (tegangan positif atau +). 

Bila level air diatas huruf A, maka ada dua kondisi yang terpenuhi, yaitu kabel putih akan menghantarkan muatan positif dan demikian juga kabel hitam. (kabel hitam maupun putih dalam posisi logic high karena tersambung dengan kabel merah oleh air)

Bila level air dibawah A namun diatas B, maka kondisi yang terpenuhi adalah kabel putih tidak tersambung dengan kabel merah namun kabel hitam tersambung dengan kabel merah oleh air dan menjadi bermuatan + (kabel putih logic low, kabel hitam logic high).

Bila level air dibawah B, maka otomatis dia akan juga dibawah A dan kondisi kabel putih maupun hitam akan tidak bermuatan (kabel putih dan hitam keduanya logic low).


Kondisi Yang Hendak Dicapai

Proses yang ideal adalah air akan segera diisi apabila levelnya berada sedikit saja dibawah B. Pengisian akan terus dilakukan sampai dicapai level A. Kemudian bila air berkurang, pengisian tidak akan dilakukan sebelum level air kembali pada posisi dibawah B.

Mengapa demikian? jawabnya adalah agar air terjaga pada level antara A dan B. Mengkondisikan agar air selalu di level A akan membuat pengisi air bekerja pada frekuensi yang tinggi karena berkurangnya sedikit air saja akan mengakibatkan pompa diaktifkan.

Tentu saja jarak antara A, B dan C bisa ditentukan sendiri sesuai selera. Namun jarak A dan B seharusnya relatif lebih pendek dari jarak B dan C. Jarak A dan B bisa dikatakan sebagai hysteresis dari sistem ini.

Bagaimana Logika Kerja Sistemnya?

Ok, semoga logika sederhana ini bisa dipahami oleh pembaca yang awam elektronika dan ilmu kelistrikan sekalipun.

Dalam sistem ini, yang dijadikan acuan adalah muatan pada kabel putih (kita singkat P) dan hitam (H).

1. Bila P dan H = HIGH maka Matikan Pompa
    (tidak berlaku bila hanya salah satu saja yang HIGH)

2. Bila P dan H = LOW maka Hidupkan Pompa
    (tidak berlaku bila haya salah satu saja yang LOW)


Perhatikan logika AND (dan). Sangat berbeda dengan OR (atau). Coba perhatikan contoh berikut :

*. Bila ada ayam jantan dan ayam betina, maka telur bisa fertil ----> benar khan?
    Nah coba kita ganti "dan" dengan "atau".
    Bila ada ayam jantan atau ayam betina, maka telur bisa fertil ---> salah khan?

Ok, kembali lagi pada logika kita untuk pengisi air otomatis, kita akan pakai "dan" tentunya dan program harus berjalan sesuai urutan dibawah ini.

1. Bila air dibawah B, maka P dan H akan logic LOW maka hidupkan pompa.
2. Bila kemudian air naik diatas B tapi dibawah dibawah A, maka P=LOW dan H=High
    jangan lakukan apa-apa (biarkan pompa tetap hidup). 
3. Bila air kemudian naik sampai A,maka P=HIGH dan H=HIGH, maka matikan pompa
4. Bila kemudian air turun dibawah A dan diatas B, maka P=LOW dan H=HIGH
    jangan lakukan apa-apa (biarkan pompa tetap mati).
5. Bila air turun dibawah B, kembali ke No. 1 diatas, demikian seterusnya berulang-ulang.

Apa yang Diperlukan Selanjutnya?


Tentu saja anda memerlukan modul diatas untuk mengendalikan sistemnya. Modul bisa anda buat sendiri dan anda bisa mendapatkan skema rangkaiannya maupun layout PCB-nya GRATIS. Bila berminat, anda bisa kirim email ke tafsirindra@yahoo.com

Bentuk modul jadi adalah seperti gambar dibawah ini :


Rangkaian diatas sangat sederhana bukan? Tentu saja. Karena rangkaian tersebut menggunakan mikrokontroler untuk pengendaliannya sehingga rangkaian menjadi sangat sederhana. Mikrokontroller yang dipergunakan adalah tipe AT89C2051 dan anda bisa membelinya dalam kondisi sudah terisi software pada kami.  Hubungi no telepon yang ada di blog ini untuk mendapatkannya.



Yang terakhir yaitu pompa air, bisa dari berbagai tipe dan bentuk. Ada yang beratu daya AC220V seperti pompa air aquarium, pompa air sumur (dengan motor induksi) dan ada pula tipe DC12Volt yang biasa dipergunakan sebagai pompa air washer kaca mobil. 

Karena pompa bisa AC maupun DC, juga berdaya kecil atau besar, maka output dari module dirancang dengan mode relay NO (normally open). Saat modul mengaktifkan relay, maka kedua kabel output relay akan tersambung.

Diagram pemasangan modul untuk tipe pompa AC220V adalah seperti ilustrasi berikut :

Klik pada gambar untuk memperbesar atau download
Karena output berupa kontak relay NO, maka anda bisa juga menggunakan motor DC dan memberikan supply tegangan DC pada motor dan pada satu sisi kabelnya diputus sambungkan oleh output Relay NO tersebut.

Well, ada yang protes juga rupanya, SULIT dan RIBET masang kabelnya. Okelah ...... bila anda hanya memutuskan untuk memakai motor AC220V dan tidak memilih  atau merubahnya kelak ke motor DC, model modul dibawah ini memberikan kemudahan untuk anda. Anda hanya perlu mencolokkan kabel input pada jaringan PLN dan mencolokkan jack pompa air pada tempat yang disediakan. Sangat mudah dan tidak perlu ribet bukan. Berikut skemanya.

Klik pada gambar untuk memperbesar
Dan modulnya jadi seperti ini :


Dan video demonya dapat dilihat dibawah ini :



Berikut contoh dari berbagai bentuk pompa air mini :

 








Thursday, March 1, 2012

Breaking News .... 'Adelaar Metamorf PLUS' Egg Incubator Thermocontrol on Trans TV

Thanks to Mnr.Andi Luvena, for using and trusting Adelaar Metamorf PLUS thermocontrol and HCM-X Hygrostat to be installed on his egg incubator .. and for having broadcasted it to Trans TV ...