Welkom op de Schnell Microcomputer

Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com

U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...


Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....

Sunday, April 15, 2012

Mendapatkan Kelembaban diatas 70% untuk Incubator kapasitas 500 kebawah

Mesin penetas telur bebek kapasitas 500 kebawah merupakan pilihan ekonomis bagi pemula. Namun bagaimanakah cara mendapatkan kelembaban yang tinggi dengan tanpa menggunakan modul higrostat? (karena alasan mahal).

Cobalah konsep berikut. Water level pool tentu saja bisa anda isi air sendiri tanpa menggunakan pengisian air otomatis bila anda cukup punya banyak waktu .... namun bila anda malas untuk secara periodik memeriksa dan mengisi air, maka pengisi air otomatis menjadi pilihan untuk anda.


Sunday, March 25, 2012

Cara mudah memasang saklar mesin tetas Full Otomatis Kecil

Bagi anda yang memerlukan diagram perkabelan untuk saklar mesin tetas full otomatis kapasitas kecil dengan menggunakan termostat elektronik/digital dan modul egg turner, berikut bisa digunakan sebagai acuan.

Bentuk saklar yang umum dipakai adalah seperti gambar dibawah ini :


Saklar diatas memiliki lampu didalamnya dan dengan pemasangan yang benar, maka lampu akan menyala saat saklar dihidupkan, terlepas apakah ada beban atau tidak.

Untuk mesin tetas full otomatis dipergunakan 2 saklar, satu untuk saklar termostat elektronik sekaligus sebagai skalar utama dan kedua saklar motor turner. Saklar utama bisa ON dan OFF dan tidak tergantung pada saklar motor turner.  Namun saklar motor turner hanya bisa diaktifkan bila saklar utama dalam posisi ON.  Saklar motor turner juga bisa dimatikan saat saklar utama ON tentu saja, kondisi ini diperlukan saat termostat beberja namun telur tidak ingin digerakkan (beberapa hari pertama pengeraman atau beberapa hari terakhir penetasan).

Diagram perkabelannya adalah sebagai berikut.


Thursday, March 22, 2012

Termostat untuk oven dan furnace, Watt besar, temperatur tinggi ..





Solid State Relay (SSR)

A. Pilih kontaktor apa SSR

Sebenarnya memilih menggunakan kontaktor atau SSR merupakan keputusan yang sulit. Berikut tips untuk membantu memudahkan anda dalam mengambil keputusan.
  1. Untuk beban yang melebihi 30A, penggunaan kontaktor akan relatif lebih mudah karena kontaktor tidak harus menghadapi masalah panas yang harus didinginkan.
  2. Kontaktor lebih aman, karena saat off kedua kutup listrik diputuskan. Selain itu bila mengalami kerusakan, pada umumnya kerusakannya dalam kondisi terbuka atau terputus sehingga listrik tidak terus mengalir ke beban.
  3. SSR memiliki usia pakai yang jauh lebih panjang daripada kontaktor jika digunakan dengan benar. Ini disebabkan karena tidak adanya titik kontak dan busur api seperti yang pada umumnya terjadi pada kontaktor.
  4. SSR memberikan kontrol yang lebih baik karena kecepatan kontaknya. Namun bila arus yang dialirkan melebihi 8A, maka SSR membutuhkan pendingin atau heatsink.
  5. Penerapan zero crossing detection pada SSR memungkinkan beban hanya On dan Off saat tegangan AC pada posisi 0 volt.  Kelebihan ini bisa berguna bagi keawetan dan keamanan beban.

B. Benar-benar perlukan Heatsink untuk SSR?

SSR pada dasarnya adalah semikonduktor yang mempunyai konduktansi terbatas. Saat mengalirkan arus, panas akan ditimbulkan akibat adanya resistansi internal. Secara teoritis, setiap ampere arus yang dialirkan akan mengakibatkan panas setara dengan 1.3 watt. Ini berarti akan diperlukan pendingin untuk mengurangi panas setara dengan 26 watt apabila arus yang dialirkan adalah 20A.

Temperatur bagian logam dari SSR tidak boleh melebihi 70 derajad Celsius. Jika lebih maka SSR akan terus On dan tidak bisa Off dan pada akhirnya akan mengurangi usia pakai atau bahkan kerusakan permanen. 

Temperatur SSR tergantung juga pada amplitudo arus, seberapa lama bekerjanya dalam kondisi penuh dan juga pada temperatur sekitar. Pedomannya, jika arus beban melebihi 8 ampere, SSR memerlukan heatsink atau pendingin aluminium tipis. Jika mendekati 15 ampere, diperlukan lembar aluminium pendingin yang lebih tebal dan ketika arus beban diatas 15 ampere, maka diperlukan sistem pendinginan yang lebih rumit dan melibatkan kipas atau forced air.

Menaikkan rating SSR, seperti misalnya dari 20A ke 40A tidak akan menurunkan temperatur. Jika arus beban mencapai 30A, kebutuhan kipas pendingin sudah menjadi persyaratan utama.

Panas pada umumnya menjadi masalah saat beban bekerja pada kapasitas penuh. Bila kondisi sudah tercapai oleh regulator, beban akan on dan off sesuai dengan setting dari kontrol sehingga panas akan tereduksi secara sifnifikan. Dengan kata lain, duty cycle sudah tidak 100% lagi melainkan bisa 50% tau bahkan kurang.

Saturday, March 10, 2012

Automatic water filler, pengisi air otomatis untuk mesin penetas telur dan aplikasi lain

Dalam mesin tetas, air diperlukan untuk mendapatkan penguapan sedemikian rupa sehingga didapatkan kelembaban yang diinginkan. Karena terjadi penguapan, baik secara perlahan maupun cepat karena proses forced evaporation, maka akhirnya air akan habis sehingga diperlukan perhatian ekstra terhadap kuantitas nya.

Untuk mesin tetas kecil, perbandingan jumlah air dengan tingkat penguapan relatif sedikit sehingga frekuensi penambahan tidaklah begitu tinggi. Pada mesin tetas dengan kapasitas besar, seringkali air dipaksa menguap dengan cara pemanasan atau pengkabutan dengan ultrasonic sehingga konsumsi air tentunya menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan sistem pengisi air otomatis akan memberikan nilai guna yang cukup tinggi.

Skematik Rangkaian (NEW!! Shared on 2013)


Click on Image to Enlarge ...
Unduh PCB Layout (file .dip / DipTrace) : http://www.4shared.com/zip/I25kSGKt/water_filler.html


Bagaimana Sistem Pengisi Air Otomatis Bekerja

Tentunya ada sensor yang harus dipasang pada kontainer atau wadah air guna memonitor level air serta membangun sistem pengisian otomatisnya. Sensor bisa mempunyai berbagai macam bentuk, mulai dari model pelampung dengan valve atau klep, variable resistance (seperti pada sensor level bensin pada kendaraan bermotor), dan elektroda listrik. Yang akan diulas dalam artikel berikut adalah sistem 3 elektroda listrik karena bentuk inilah yang paling efektif untuk aplikasi pengisian otomatis disamping juga biaya pembuatannya yang murah serta mudah karena hanya berupa lempengan logam aau baut yang disambung ke kabel sensor.

Gambar demo dibawah ini menunjukkan posisi sensor yang berupa elektroda listrik.

Perhatikan batas level A, B dan C
Pada gambar diatas, sensor ditandai dengan huruf A, B dan C. Yang perlu diketahui, air adalah media elektrolit yang dapat menghantarkan listrik. Walaupun tentunya tidak dapat menjadi pengganti kabel dengan kemampuan mengalirkan arus yang relatif besar, namun air dapat memberikan jalan bagi sinyal listrik yang dapat ditangkap oleh IC sebagai sinyal kondisi tersambungnya jalur atau path lisrik.

Dari gambar diatas, kabel merah disambungkan oleh rangkaian elektronik pada tegangan Vdd 5 volt DC (tegangan positif atau +). 

Bila level air diatas huruf A, maka ada dua kondisi yang terpenuhi, yaitu kabel putih akan menghantarkan muatan positif dan demikian juga kabel hitam. (kabel hitam maupun putih dalam posisi logic high karena tersambung dengan kabel merah oleh air)

Bila level air dibawah A namun diatas B, maka kondisi yang terpenuhi adalah kabel putih tidak tersambung dengan kabel merah namun kabel hitam tersambung dengan kabel merah oleh air dan menjadi bermuatan + (kabel putih logic low, kabel hitam logic high).

Bila level air dibawah B, maka otomatis dia akan juga dibawah A dan kondisi kabel putih maupun hitam akan tidak bermuatan (kabel putih dan hitam keduanya logic low).


Kondisi Yang Hendak Dicapai

Proses yang ideal adalah air akan segera diisi apabila levelnya berada sedikit saja dibawah B. Pengisian akan terus dilakukan sampai dicapai level A. Kemudian bila air berkurang, pengisian tidak akan dilakukan sebelum level air kembali pada posisi dibawah B.

Mengapa demikian? jawabnya adalah agar air terjaga pada level antara A dan B. Mengkondisikan agar air selalu di level A akan membuat pengisi air bekerja pada frekuensi yang tinggi karena berkurangnya sedikit air saja akan mengakibatkan pompa diaktifkan.

Tentu saja jarak antara A, B dan C bisa ditentukan sendiri sesuai selera. Namun jarak A dan B seharusnya relatif lebih pendek dari jarak B dan C. Jarak A dan B bisa dikatakan sebagai hysteresis dari sistem ini.

Bagaimana Logika Kerja Sistemnya?

Ok, semoga logika sederhana ini bisa dipahami oleh pembaca yang awam elektronika dan ilmu kelistrikan sekalipun.

Dalam sistem ini, yang dijadikan acuan adalah muatan pada kabel putih (kita singkat P) dan hitam (H).

1. Bila P dan H = HIGH maka Matikan Pompa
    (tidak berlaku bila hanya salah satu saja yang HIGH)

2. Bila P dan H = LOW maka Hidupkan Pompa
    (tidak berlaku bila haya salah satu saja yang LOW)


Perhatikan logika AND (dan). Sangat berbeda dengan OR (atau). Coba perhatikan contoh berikut :

*. Bila ada ayam jantan dan ayam betina, maka telur bisa fertil ----> benar khan?
    Nah coba kita ganti "dan" dengan "atau".
    Bila ada ayam jantan atau ayam betina, maka telur bisa fertil ---> salah khan?

Ok, kembali lagi pada logika kita untuk pengisi air otomatis, kita akan pakai "dan" tentunya dan program harus berjalan sesuai urutan dibawah ini.

1. Bila air dibawah B, maka P dan H akan logic LOW maka hidupkan pompa.
2. Bila kemudian air naik diatas B tapi dibawah dibawah A, maka P=LOW dan H=High
    jangan lakukan apa-apa (biarkan pompa tetap hidup). 
3. Bila air kemudian naik sampai A,maka P=HIGH dan H=HIGH, maka matikan pompa
4. Bila kemudian air turun dibawah A dan diatas B, maka P=LOW dan H=HIGH
    jangan lakukan apa-apa (biarkan pompa tetap mati).
5. Bila air turun dibawah B, kembali ke No. 1 diatas, demikian seterusnya berulang-ulang.

Apa yang Diperlukan Selanjutnya?


Tentu saja anda memerlukan modul diatas untuk mengendalikan sistemnya. Modul bisa anda buat sendiri dan anda bisa mendapatkan skema rangkaiannya maupun layout PCB-nya GRATIS. Bila berminat, anda bisa kirim email ke tafsirindra@yahoo.com

Bentuk modul jadi adalah seperti gambar dibawah ini :


Rangkaian diatas sangat sederhana bukan? Tentu saja. Karena rangkaian tersebut menggunakan mikrokontroler untuk pengendaliannya sehingga rangkaian menjadi sangat sederhana. Mikrokontroller yang dipergunakan adalah tipe AT89C2051 dan anda bisa membelinya dalam kondisi sudah terisi software pada kami.  Hubungi no telepon yang ada di blog ini untuk mendapatkannya.



Yang terakhir yaitu pompa air, bisa dari berbagai tipe dan bentuk. Ada yang beratu daya AC220V seperti pompa air aquarium, pompa air sumur (dengan motor induksi) dan ada pula tipe DC12Volt yang biasa dipergunakan sebagai pompa air washer kaca mobil. 

Karena pompa bisa AC maupun DC, juga berdaya kecil atau besar, maka output dari module dirancang dengan mode relay NO (normally open). Saat modul mengaktifkan relay, maka kedua kabel output relay akan tersambung.

Diagram pemasangan modul untuk tipe pompa AC220V adalah seperti ilustrasi berikut :

Klik pada gambar untuk memperbesar atau download
Karena output berupa kontak relay NO, maka anda bisa juga menggunakan motor DC dan memberikan supply tegangan DC pada motor dan pada satu sisi kabelnya diputus sambungkan oleh output Relay NO tersebut.

Well, ada yang protes juga rupanya, SULIT dan RIBET masang kabelnya. Okelah ...... bila anda hanya memutuskan untuk memakai motor AC220V dan tidak memilih  atau merubahnya kelak ke motor DC, model modul dibawah ini memberikan kemudahan untuk anda. Anda hanya perlu mencolokkan kabel input pada jaringan PLN dan mencolokkan jack pompa air pada tempat yang disediakan. Sangat mudah dan tidak perlu ribet bukan. Berikut skemanya.

Klik pada gambar untuk memperbesar
Dan modulnya jadi seperti ini :


Dan video demonya dapat dilihat dibawah ini :



Berikut contoh dari berbagai bentuk pompa air mini :

 








Thursday, March 1, 2012

Breaking News .... 'Adelaar Metamorf PLUS' Egg Incubator Thermocontrol on Trans TV

Thanks to Mnr.Andi Luvena, for using and trusting Adelaar Metamorf PLUS thermocontrol and HCM-X Hygrostat to be installed on his egg incubator .. and for having broadcasted it to Trans TV ...

Tuesday, February 28, 2012

Membuat sendiri AT51 Electronic Thermostat

Disain dan artikel tentang pembuatan thermostat elektronik berikut ditujukan untuk merespon terhadap banyaknya pertanyaan seputar membuat sendiri rangkaian elektronika analog maupun digital untuk pengatur suhu ruangan inkubator, terutama bagi berminat untuk memproduksi dan memasarkan rangkaian ini.

Tentunya ada beberapa azas yang harus kami penuhi untuk rangkaian tersebut, yaitu :
1. Kesederhanaan dan kemudahan pengoperasian
2. Fungsionalitas yang tinggi
3. Durability atau lifetime
4. Ketahanan sistem terhadap environmental noise 
5. Ketahanan terhadap fluktuasi tegangan listrik di wilayah Indonesia yang berbeda-beda

Semua komponen bisa anda dapatkan di toko-toko komponen elektronik di kota anda, kecuali satu : Mikrokontroller (anda dapat memesan pada kami dengan kondisi sudah terisi program).

Ok, check this out ... tunggu artikel detailnya ...
Dimensi PCB yang kecil dan Compact


Modular : AT51 Thermostat







Monday, February 6, 2012

ATTimer51 & PICTimer16 : 2 Pos Egg Turner Module on Demo Stand

Tunggu video dan artikelnya .... memasang egg turner kit sangatlah mudah ..... seperti contoh demo dibawah ini ......



  

ATTimer51,  AT89C2051 Cored Egg Turner 
Control Module Demo Stand

 
PICTimer16, PIC16F84A Cored Egg Turner
Control Module Demo Stand

Sunday, January 22, 2012

Sedikit tentang konversi analog ke digital dari sudut pandang awam ...


Bagi yang telah paham dengan sistem sistem konversi analog ke digital .... abaikan saja postingan ini. Bila anda masih belum mengenalnya silahkan melanjutkan membaca artikel ini ....


Konversi Analog ke Digital :

Sudut pandang kacamata awam


Analog
      Bila kita mengukur sebuah battery AAA yang baru kita beli dari minimarket dengan menggunakan voltmeter analog (model jarum), maka yang kita blihat pada layar alat tersebut adalah nominal tegangan battery dalam visualisasi analog. Jarum tersebut akan bergerak menunjuk angka 1.5 misalnya. Dengan ini bisa dikatakan bahwa alat ukur yang kita pergunakan menerapkan sistem analog.

Contoh visualisasi pembacaan secara analog adalah seperti gambar dibawah ini :



Digital
      berebeda halnya bila kita megnukur battery AAA tersebut dengan voltmeter digital dimana visualisasi yang kita dapatkan dari alat ukur tersebut adalah tampilan angka digital, seperti ini : 01.5v contohnya.


Visualisasi ini tentunya memudahkan kita untuk secara mental memahaminya. --namun inipun juga bersifat relatif --

Lebih mudah dipahami tentu saja bukan berarti lebih baik. Sistem analog maupun digital dalam konteks ini tidak ada yang lebih baik dari satu sama lainnya. Mana yang lebih baik pada dasarnya ditentukan oleh mana yang lebih mendekati dengan yang kita perlukan. Secara analogi, jam tangan digital walaupun kelihatan lebih canggih, namun tidak membuat jam tangan analog (jarum) menjadi tidak laku. Sebagian menyukai tampilan digital, sebagian orang lainnya lebih menyukai tampilan klasik analog.

Nilai yang Diukur
Dalam faktanya, nilai-nilai yang kita ukur dalam bentuk tegangan semuanya adalah sumber analog. Untuk mewujudkannya dalam tampilan digital, diperlukan konversi dari analog ke digital. Konversi ini selanjutnya kita sebut dengan ADC, kependekan dari Analog To Digital Conversion.

Bagainama ADC bekerja?
Secanggih-canggihnya sistem digital, kelistrikan hanya mengenal dua kondisi saja, hidup dan mati, ON dan OFF. On direpresentasikan dengan angka 1 dan off dengan angka 0. Jadi hanya ada dua kemunkinan saja ya? Betul kalau untuk satu bit atau satu angka saja, yaitu 0 dan 1. Dengan satu bit saja jelas sistem ini akan nampak bodoh sekali. Namun bagaimana bila dua bit? Kombinasinya bisa 00, 01, 10 dan 11. Nah ada empat kombinasi khan? Itu bisa digunakan untuk merepresentasikan 4 buah angka, yaitu
00 = 0
01 = 1
10 = 2
11 = 3

Lho lha kalo cuma bisa nunjukin 4 angka saja, masih payah juga coy!! Ya iya, itu khan cuman dua bit saja. Gimana kalai 8 bit? 32 bit? 64 bit? Ya bisa lebih dari sekedar 4 angka.

Perhatikan uraian rumus berikut ini (gak sulit kok, baca saja). Diatas kita sudah tahu dengan dua bit didapatkan 4 kombinasi angka. Ternyata rumus untuk mendapatkan jumlah kombinasi itu adalah dengan memangkatkan angka dua dengan jumlah bit. Dengan dua bit diatas didapatkan perhitungan sebagai berikut :

22 = 4
(angka 2 yang dipangkatkan dari mana? Ya karena listrik pakai dua kondisi 0 dan 1. Angka dua yang memangkatkan dari mana? Ya kita pakai dua bit. Bit itu yang mana? Kalau 00 = dua bit, kalau 000 = 3 bit, kalau 01010010 = 8 bit, gak peduli kombinasi 1 atau 0-nya)

Sekarang kita coba dengan 4 bit. Dengan 4 bit maka didapatkan jumlah kombinasi sebanyak 16 dari perhitungan dibawah ini :

24 = 16

Nah kombinasinya jadi seperti ini :

0000
=
0
0001
=
1
0010
=
2
0011
=
3
0100
=
4
0101
=
5
0110
=
6
0111
=
7
1000
=
8
1001
=
9
1010
=
10
1011
=
11
1100
=
12
1101
=
13
1110
=
14
1111
=
15

Itulah mengapa dengan DIP Switch untuk AC motor KIT Turner bisa didapatkan 16 macam pilihan setting timer.


Sekarang kita coba kaitkan dengan urusan tampilan digital untuk temperatur. Misalkan kita memerlukan tampilan angka maksimum 99.9 derajad celsius. Maka bila kita melakukan pengukuran bisa saja didapatkan angka mulai dari 00.0 sampai 99.9. Diperlukan 1000 kombinasi tentunya (titik di tengah hanya penandaan saja, kita memerlukan jumlah kombinasi yang sama untuk mengukur 0 – 999 derajad celsius tapi tanpa satu digit dibelakang koma). Berapa bit diperlukan untuk penunjukan angka tersebut? Baiklah hitung aja sendiri.

Di pasaran nilai bit pada umumnya dimulai dari 8, 10, 16, 32 dan 64. Baiklah kita coba konsentrasi ke 10 bit untuk kasus diatas (karena 8 bit hanya menghasilkan 256 kombinasi saja, gak cukup dan 16 bit keatas jelas kebanyakan).

Dengan 10 bit kita dapatkan 1024 kombinasi yang bisa diwujudkan menjadi angka 0 sampai 1023. Nah cukup khan untuk temperatur 99.9 atau 999 diatas? Ok. Deal.


Dengan 10 bit, dan dalam kaitannya dengan temperatur, maka didapatkan kemungkinan nilai :

000.0oC - 102.3oC

atau

0000oC - 1023 oC


 

Mengukur keluaran dari Sensor Temperatur LM35 DZ

LM35DZ punya 3 kaki. Dari sisi depan (kode bisa bibaca) dari kiri ke nanan masing-masing Vin, Vout dan Gnd. Bila Vin kita sambungkan dengan +12V (bisa 2-30 Volt DC) dan Gnd dengan Ground, maka Vout = 0-1 Volt (sesuai dengan temperatur yang diterima body sensor)

0 Volt menggambarkan 0 derajad Celsius dan 1 Volt = 100 Derajad Celsius. Jika 1 Volt = 1000mV, maka setiap derajad Celsius = 10mV.


Nah bila ternyata suhu ruang yang kita ukur = 25.5 Derajad Celsius, maka sensor tersebut akan mengeluarkan tegangan 255mV atau 0.255V. Direpresentasikan secara 10 Bit binary akan menunjukkan : 0011111111 atau decimal : 255.

Mudah khan? Bila belum paham .. ke laut aja he he he ....



Bersambung

Thursday, January 19, 2012

New Design : Universal Thermo-Hygro Control : HZ1000US-PBT

Spesifikasi Teknis :

1. Range set temperatur 20,0 - 95.5 derajad Celsius dengan resolusi 0,1 derajad celsius.
2. Range penyetelan RH 20,0 - 95.0%RH dengan resolusi 0,1%RH.
4. Range penyetelan hysteresis :
                  0,1 - 1,0 derajad Celsius, resolusi 0.1
                  1 - 10 % RH , resolusi 1%
3. Interaksi operator dengan sistem : Tombol Keypad atau Push Button
4. Sensor temperatur : LM35DZ, operational 0-100 derajad celsius
5. Sensor humidity : HSM-20G, operational 20-95%RH
6. Core : PIC16F877A (Microchip)
7. Output :
                  a. AC220V Heater  (atau bisa ke kontaktor AC)
                  b. AC220V Cooler (atau bisa ke kontaktor AC)
                  c. AC220V Humidifier (atau bisa ke kontaktor AC)


Identifikasi Tombol Keypad 
Dari kiri ke kanan :
1. UP
2. DOWN
3. FN/Function/Reset (R)
4. SET/Save (S)

Factory Preset Value Setting :
1. Temperatur : 25.5 derajad Celsius
2. Humidity : 50%RH
3. Hysteresis : 0.3 oC, 3%RH








Algoritma :

Saat pertama dinyalakan (factori setting) temperatur akan menunjukkan angka 25.5 derajad celsius dan RH pada 50%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai yang sebelumnya yang berlaku.

Cara merubah setting temperatur :
Pada layar utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.

Cara merubah setting Humidity :
 Tekan dan tahan tombol (R) dan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.

Cara merubah setting Hysteresis (menentukan batas maksimum fluktuasi) :
Tekan tombol UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum 0.1 dan maksimum 1.0 untuk temperatur dan secara otomatis perkalian sepuluh untuk RH. Ini berarti bila anda menyetel hysteresis temperatur 0,2 derajad celsius,  maka secara otomatis RH akan bernilai 2%. Ini dilakukan karena toleransi RH relatif tinggi sehingga megnatur RH dengan nilai fraksi atau dibelakang koma akan membuat mesin humidifier lebih sering on dan off dan dikhawatirkan akan mempengaruhi usia mesin. disisi lain, keakuraan sensor humidity juga 5% sehingga nilai fraksi tidak akan memberikan manfaat yang nyata.

Tekan tombol Fn bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan.

Cara menyimpan ubahan :
Pada layar utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik

Cara mereset semua nilai ke ‘factory setting’ :
Matikan sistem. Tekan dan tahan tombol (R) kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai factory setting yang telah diaktifkan kembali.

Tuesday, November 8, 2011

Membangun mesin tetas dengan disain dan estetika anda sendiri ....

HZ1000US Push Button : Free Style Type

Berbeda dengan tipe Fixed Style, pada model Free Style layar LCD dan Keypad tidak diintegrasikan kedalam Casing BOX, memberikan kemudahan dan keleluasaan penempatan pada mesin tetas sesuai selera dan estika anda sendiri.

Spesifikasi Teknis :
1. Range set temperatur 33,0 - 39.5 derajad Celsius dengan resolusi 0,1 derajad celsius.
2. Range penyetelan RH 55,0 - 75,0%RH dengan resolusi 0,1%RH.
4. Range penyetelan hysteresis : 0,1 - 1,0 derajad Celsius / % RH
3. Interaksi operator dengan sistem : Tombol Keypad atau Push Button
4. Sensor temperatur : LM35DZ, operational 0-100 derajad celsius
5. Sensor humidity : HSM-20G, operational 20-95%RH
6. Core : PIC16F877A (Microchip)



Identifikasi Tombol Keypad
Dari kiri ke kanan :
1. UP
2. DOWN
3. FN/Function
4. SET/Save

Factory Preset Value Setting :
  1. Temperatur : 37.0 derajad Celsius
  2. Humidity : 60%RH
  3. Hysteresis : 0.3 oC/%RH
Algoritma :

Saat pertama dinyalakan (factori setting) temperatur akan menunjukkan angka 37.0 derajad celsius dan RH pada 60%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai yang sebelumnya yang berlaku.

Cara merubah setting temperatur :
  • Pada layar utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.
Cara merubah setting Humidity :
  • Tekan dan tahan tombol Fn dan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.
Cara merubah setting Hysteresis (menentukan batas maksimum fluktuasi) :
  • Tekan tombol UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum 0.1 dan maksimum 1.0. Tekan tombol Fn bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan. 
Cara menyimpan ubahan :
  • Pada layar utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik
Cara mereset semua nilai ke ‘factory setting’ :
  • Matikan sistem. Tekan dan tahan tombol Fn kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai factory setting yang telah diaktifkan kembali.