Thanks to Mnr.Andi Luvena, for using and trusting Adelaar Metamorf PLUS thermocontrol and HCM-X Hygrostat to be installed on his egg incubator .. and for having broadcasted it to Trans TV ...
Welkom op de Schnell Microcomputer
Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com
U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...
Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....
Surf deze blog en ik hoop dat u vindt wat u zoekt. Als u geïnteresseerd bent met iets op deze pagina en moeten gedetailleerde informatie, bel dan mijn nummer of e-mail naar tafsirindra@yahoo.com
U kunt zeker ook toevoegen mijn ym id en ik zal graag proberen om uw vraag te beantwoorden mogelijk als ik kan ...
Semuanya tentang artikel dan disain aplikasi teknologi digital dan mikrokontroler pada dunia peternakan, perikanan dan pertanian .....
Artikel / Posting Terbaru
Bergabung dengan komunitas Teknologi Penetasan Unggas di Facebook
Thursday, March 1, 2012
Tuesday, February 28, 2012
Membuat sendiri AT51 Electronic Thermostat
Disain dan artikel tentang pembuatan thermostat elektronik berikut ditujukan untuk merespon terhadap banyaknya pertanyaan seputar membuat sendiri rangkaian elektronika analog maupun digital untuk pengatur suhu ruangan inkubator, terutama bagi berminat untuk memproduksi dan memasarkan rangkaian ini.
Tentunya ada beberapa azas yang harus kami penuhi untuk rangkaian tersebut, yaitu :
1. Kesederhanaan dan kemudahan pengoperasian
2. Fungsionalitas yang tinggi
3. Durability atau lifetime
4. Ketahanan sistem terhadap environmental noise
5. Ketahanan terhadap fluktuasi tegangan listrik di wilayah Indonesia yang berbeda-beda
Semua komponen bisa anda dapatkan di toko-toko komponen elektronik di kota anda, kecuali satu : Mikrokontroller (anda dapat memesan pada kami dengan kondisi sudah terisi program).
Ok, check this out ... tunggu artikel detailnya ...
Tentunya ada beberapa azas yang harus kami penuhi untuk rangkaian tersebut, yaitu :
1. Kesederhanaan dan kemudahan pengoperasian
2. Fungsionalitas yang tinggi
3. Durability atau lifetime
4. Ketahanan sistem terhadap environmental noise
5. Ketahanan terhadap fluktuasi tegangan listrik di wilayah Indonesia yang berbeda-beda
Semua komponen bisa anda dapatkan di toko-toko komponen elektronik di kota anda, kecuali satu : Mikrokontroller (anda dapat memesan pada kami dengan kondisi sudah terisi program).
Ok, check this out ... tunggu artikel detailnya ...
![]() |
| Dimensi PCB yang kecil dan Compact |
![]() |
| Modular : AT51 Thermostat |
Monday, February 6, 2012
ATTimer51 & PICTimer16 : 2 Pos Egg Turner Module on Demo Stand
Tunggu video dan artikelnya .... memasang egg turner kit sangatlah mudah ..... seperti contoh demo dibawah ini ......
ATTimer51, AT89C2051 Cored Egg Turner
Control Module Demo Stand
PICTimer16, PIC16F84A Cored Egg Turner
Control Module Demo Stand
Sunday, January 22, 2012
Sedikit tentang konversi analog ke digital dari sudut pandang awam ...
Bagi yang telah paham dengan sistem sistem konversi analog ke digital .... abaikan saja postingan ini. Bila anda masih belum mengenalnya silahkan melanjutkan membaca artikel ini ....
Konversi Analog ke Digital :
Sudut pandang kacamata awam
Analog
Bila kita mengukur sebuah battery AAA yang baru kita beli dari minimarket dengan menggunakan voltmeter analog (model jarum), maka yang kita blihat pada layar alat tersebut adalah nominal tegangan battery dalam visualisasi analog. Jarum tersebut akan bergerak menunjuk angka 1.5 misalnya. Dengan ini bisa dikatakan bahwa alat ukur yang kita pergunakan menerapkan sistem analog.
Contoh visualisasi pembacaan secara analog adalah seperti gambar dibawah ini :
berebeda halnya bila kita megnukur battery AAA tersebut dengan voltmeter digital dimana visualisasi yang kita dapatkan dari alat ukur tersebut adalah tampilan angka digital, seperti ini : 01.5v contohnya.
Visualisasi ini tentunya memudahkan kita untuk secara mental memahaminya. --namun inipun juga bersifat relatif --
Lebih mudah dipahami tentu saja bukan berarti lebih baik. Sistem analog maupun digital dalam konteks ini tidak ada yang lebih baik dari satu sama lainnya. Mana yang lebih baik pada dasarnya ditentukan oleh mana yang lebih mendekati dengan yang kita perlukan. Secara analogi, jam tangan digital walaupun kelihatan lebih canggih, namun tidak membuat jam tangan analog (jarum) menjadi tidak laku. Sebagian menyukai tampilan digital, sebagian orang lainnya lebih menyukai tampilan klasik analog.
Lebih mudah dipahami tentu saja bukan berarti lebih baik. Sistem analog maupun digital dalam konteks ini tidak ada yang lebih baik dari satu sama lainnya. Mana yang lebih baik pada dasarnya ditentukan oleh mana yang lebih mendekati dengan yang kita perlukan. Secara analogi, jam tangan digital walaupun kelihatan lebih canggih, namun tidak membuat jam tangan analog (jarum) menjadi tidak laku. Sebagian menyukai tampilan digital, sebagian orang lainnya lebih menyukai tampilan klasik analog.
Nilai yang Diukur
Dalam faktanya, nilai-nilai yang kita ukur dalam bentuk tegangan semuanya adalah sumber analog. Untuk mewujudkannya dalam tampilan digital, diperlukan konversi dari analog ke digital. Konversi ini selanjutnya kita sebut dengan ADC, kependekan dari Analog To Digital Conversion.
Bagainama ADC bekerja?
Secanggih-canggihnya sistem digital, kelistrikan hanya mengenal dua kondisi saja, hidup dan mati, ON dan OFF. On direpresentasikan dengan angka 1 dan off dengan angka 0. Jadi hanya ada dua kemunkinan saja ya? Betul kalau untuk satu bit atau satu angka saja, yaitu 0 dan 1. Dengan satu bit saja jelas sistem ini akan nampak bodoh sekali. Namun bagaimana bila dua bit? Kombinasinya bisa 00, 01, 10 dan 11. Nah ada empat kombinasi khan? Itu bisa digunakan untuk merepresentasikan 4 buah angka, yaitu
00 = 0
01 = 1
10 = 2
11 = 3
Lho lha kalo cuma bisa nunjukin 4 angka saja, masih payah juga coy!! Ya iya, itu khan cuman dua bit saja. Gimana kalai 8 bit? 32 bit? 64 bit? Ya bisa lebih dari sekedar 4 angka.
Perhatikan uraian rumus berikut ini (gak sulit kok, baca saja). Diatas kita sudah tahu dengan dua bit didapatkan 4 kombinasi angka. Ternyata rumus untuk mendapatkan jumlah kombinasi itu adalah dengan memangkatkan angka dua dengan jumlah bit. Dengan dua bit diatas didapatkan perhitungan sebagai berikut :
22 = 4
(angka 2 yang dipangkatkan dari mana? Ya karena listrik pakai dua kondisi 0 dan 1. Angka dua yang memangkatkan dari mana? Ya kita pakai dua bit. Bit itu yang mana? Kalau 00 = dua bit, kalau 000 = 3 bit, kalau 01010010 = 8 bit, gak peduli kombinasi 1 atau 0-nya)
Sekarang kita coba dengan 4 bit. Dengan 4 bit maka didapatkan jumlah kombinasi sebanyak 16 dari perhitungan dibawah ini :
24 = 16
Nah kombinasinya jadi seperti ini :
0000 | = | 0 |
0001 | = | 1 |
0010 | = | 2 |
0011 | = | 3 |
0100 | = | 4 |
0101 | = | 5 |
0110 | = | 6 |
0111 | = | 7 |
1000 | = | 8 |
1001 | = | 9 |
1010 | = | 10 |
1011 | = | 11 |
1100 | = | 12 |
1101 | = | 13 |
1110 | = | 14 |
1111 | = | 15 |
Itulah mengapa dengan DIP Switch untuk AC motor KIT Turner bisa didapatkan 16 macam pilihan setting timer.
Sekarang kita coba kaitkan dengan urusan tampilan digital untuk temperatur. Misalkan kita memerlukan tampilan angka maksimum 99.9 derajad celsius. Maka bila kita melakukan pengukuran bisa saja didapatkan angka mulai dari 00.0 sampai 99.9. Diperlukan 1000 kombinasi tentunya (titik di tengah hanya penandaan saja, kita memerlukan jumlah kombinasi yang sama untuk mengukur 0 – 999 derajad celsius tapi tanpa satu digit dibelakang koma). Berapa bit diperlukan untuk penunjukan angka tersebut? Baiklah hitung aja sendiri.
Di pasaran nilai bit pada umumnya dimulai dari 8, 10, 16, 32 dan 64. Baiklah kita coba konsentrasi ke 10 bit untuk kasus diatas (karena 8 bit hanya menghasilkan 256 kombinasi saja, gak cukup dan 16 bit keatas jelas kebanyakan).
Dengan 10 bit kita dapatkan 1024 kombinasi yang bisa diwujudkan menjadi angka 0 sampai 1023. Nah cukup khan untuk temperatur 99.9 atau 999 diatas? Ok. Deal.
Dengan 10 bit, dan dalam kaitannya dengan temperatur, maka didapatkan kemungkinan nilai :
000.0oC - 102.3oC
atau
0000oC - 1023 oC
Mengukur keluaran dari Sensor Temperatur LM35 DZ
LM35DZ punya 3 kaki. Dari sisi depan (kode bisa bibaca) dari kiri ke nanan masing-masing Vin, Vout dan Gnd. Bila Vin kita sambungkan dengan +12V (bisa 2-30 Volt DC) dan Gnd dengan Ground, maka Vout = 0-1 Volt (sesuai dengan temperatur yang diterima body sensor)
0 Volt menggambarkan 0 derajad Celsius dan 1 Volt = 100 Derajad Celsius. Jika 1 Volt = 1000mV, maka setiap derajad Celsius = 10mV.
Nah bila ternyata suhu ruang yang kita ukur = 25.5 Derajad Celsius, maka sensor tersebut akan mengeluarkan tegangan 255mV atau 0.255V. Direpresentasikan secara 10 Bit binary akan menunjukkan : 0011111111 atau decimal : 255.
Mudah khan? Bila belum paham .. ke laut aja he he he ....
Bersambung
Thursday, January 19, 2012
New Design : Universal Thermo-Hygro Control : HZ1000US-PBT
Spesifikasi Teknis :
2. Range penyetelan RH 20,0 - 95.0%RH dengan resolusi 0,1%RH.
4. Range penyetelan hysteresis :
0,1 - 1,0 derajad Celsius, resolusi 0.1
1 - 10 % RH , resolusi 1%
3. Interaksi operator dengan sistem : Tombol Keypad atau Push Button
4. Sensor temperatur : LM35DZ, operational 0-100 derajad celsius
5. Sensor humidity : HSM-20G, operational 20-95%RH
6. Core : PIC16F877A (Microchip)
7. Output :
a. AC220V Heater (atau bisa ke kontaktor AC)
b. AC220V Cooler (atau bisa ke kontaktor AC)
c. AC220V Humidifier (atau bisa ke kontaktor AC)
Identifikasi Tombol Keypad
Dari kiri ke kanan :
1. UP
2. DOWN
3. FN/Function/Reset (R)
4. SET/Save (S)
Factory Preset Value Setting :
1. Temperatur : 25.5 derajad Celsius
2. Humidity : 50%RH
3. Hysteresis : 0.3 oC, 3%RH
Algoritma :
Saat pertama dinyalakan (factori setting) temperatur akan menunjukkan angka 25.5 derajad celsius dan RH pada 50%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai yang sebelumnya yang berlaku.
Cara merubah setting temperatur :
Pada layar utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.
Cara merubah setting Humidity :
Tekan dan tahan tombol (R) dan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.
Tekan tombol UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum 0.1 dan maksimum 1.0 untuk temperatur dan secara otomatis perkalian sepuluh untuk RH. Ini berarti bila anda menyetel hysteresis temperatur 0,2 derajad celsius, maka secara otomatis RH akan bernilai 2%. Ini dilakukan karena toleransi RH relatif tinggi sehingga megnatur RH dengan nilai fraksi atau dibelakang koma akan membuat mesin humidifier lebih sering on dan off dan dikhawatirkan akan mempengaruhi usia mesin. disisi lain, keakuraan sensor humidity juga 5% sehingga nilai fraksi tidak akan memberikan manfaat yang nyata.
Tekan tombol Fn bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan.
Cara menyimpan ubahan :
Pada layar utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik
Cara mereset semua nilai ke ‘factory setting’ :
Matikan sistem. Tekan dan tahan tombol (R) kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai factory setting yang telah diaktifkan kembali.
Tuesday, November 8, 2011
Membangun mesin tetas dengan disain dan estetika anda sendiri ....
HZ1000US Push Button : Free Style Type
Berbeda dengan tipe Fixed Style, pada model Free Style layar LCD dan Keypad tidak diintegrasikan kedalam Casing BOX, memberikan kemudahan dan keleluasaan penempatan pada mesin tetas sesuai selera dan estika anda sendiri.
Spesifikasi Teknis :
1. Range set temperatur 33,0 - 39.5 derajad Celsius dengan resolusi 0,1 derajad celsius.
2. Range penyetelan RH 55,0 - 75,0%RH dengan resolusi 0,1%RH.
4. Range penyetelan hysteresis : 0,1 - 1,0 derajad Celsius / % RH
3. Interaksi operator dengan sistem : Tombol Keypad atau Push Button
4. Sensor temperatur : LM35DZ, operational 0-100 derajad celsius
Dari kiri ke kanan :
1. UP
2. DOWN
3. FN/Function
4. SET/Save
Factory Preset Value Setting :
- Temperatur : 37.0 derajad Celsius
- Humidity : 60%RH
- Hysteresis : 0.3 oC/%RH
Algoritma :
Saat pertama dinyalakan (factori setting) temperatur akan menunjukkan angka 37.0 derajad celsius dan RH pada 60%RH. Setelah dilakukan perubahan penyetelan sendiri, maka nilai tersebut bisa disimpan dan akan berlaku saat menghidupkan sistem di waktu berikutnya. Bila tidak disimpan, maka nilai ubahan tidak akan berlaku dan nilai yang sebelumnya yang berlaku.
Cara merubah setting temperatur :
- Pada layar utama tekan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan.
Cara merubah setting Humidity :
- Tekan dan tahan tombol Fn dan tombol UP untuk menaikkan dan DOWN untuk menurunkan nilai setting humidity.
Cara merubah setting Hysteresis (menentukan batas maksimum fluktuasi) :
- Tekan tombol UP dan DOWN bersamaan selama kurang lebih satu detik dan setelah masuk ke layar setting hysteresis, gunakan tombol UP dan DOW untuk merubah nilainya. Minimum 0.1 dan maksimum 1.0. Tekan tombol Fn bila selesai dan layar utama akan kembali ditampilkan.
Cara menyimpan ubahan :
- Pada layar utama, tekan tombol SET/Save kurang lebih satu detik
Cara mereset semua nilai ke ‘factory setting’ :
- Matikan sistem. Tekan dan tahan tombol Fn kemudian nyalakan sistem. Tunggu sampai ada informasi reset pada layar LCD dan kemudian tampil layar utama dengan nilai factory setting yang telah diaktifkan kembali.
Sunday, October 9, 2011
Pilihan Professional
Membangun mesin tetas dengan kapasitas ribuan telur pada umumnya diminati oleh pelaku penetasan professional atau peternak besar. Seperti yang pernah diuraikan dalam artikel di blog ini, membangun mesin tetas kapasitas besar tidaklah semata-mata membesarkan dimensi ruang dan kekuatannya saja, namun juga potensial menimbulkan masalah yang tidak ditemukan pada mesin tetas kapasitas kecil. Oleh karena itu, banyak produk mesin tetas kapasitas besar di pasaran, termasuk beberapa produk import gagal.
Disisi lain, mesin tetas besar import yang berkualitas seringkali tidak 'user friendly' dimana sangat banyak prosedur setting-up yang harus dikuasai operator. Mungkin saja mesin import tersebut sebenarnya sangat baik performance-nya apabila ditangan orang yang benar dan dalam kondisi tertentu.
Masalah lain dari mesin import adalah fakta bahwa mesin tersebut terkadang dirancang untuk iklim yang berbeda dengan iklim di negara kita. Coba kita amati mesin tetas import, dimana daya sangat besar karena menyesuaikan dengan suhu negara asal yang lebih dingin.
Di tempat yang lebih dingin, diperlukan daya yang lebih besar untuk mendapatkan suhu yang tepat untuk penetasan. Secara logis menaikkan temperatur dari suhu ruang 10 derajad Celsius ke suhu penetasan tentunya jauh lebih berat daripada menaikkannya dari suhu ruang 28 derajad celsius. Akhirnya, yang menjadi masalah adalah mesin baik yang salah tempat atau bisa dikatakan 'the right thing' in 'the wrong place'.
Disisi lain, mesin tetas besar import yang berkualitas seringkali tidak 'user friendly' dimana sangat banyak prosedur setting-up yang harus dikuasai operator. Mungkin saja mesin import tersebut sebenarnya sangat baik performance-nya apabila ditangan orang yang benar dan dalam kondisi tertentu.
Masalah lain dari mesin import adalah fakta bahwa mesin tersebut terkadang dirancang untuk iklim yang berbeda dengan iklim di negara kita. Coba kita amati mesin tetas import, dimana daya sangat besar karena menyesuaikan dengan suhu negara asal yang lebih dingin.
Di tempat yang lebih dingin, diperlukan daya yang lebih besar untuk mendapatkan suhu yang tepat untuk penetasan. Secara logis menaikkan temperatur dari suhu ruang 10 derajad Celsius ke suhu penetasan tentunya jauh lebih berat daripada menaikkannya dari suhu ruang 28 derajad celsius. Akhirnya, yang menjadi masalah adalah mesin baik yang salah tempat atau bisa dikatakan 'the right thing' in 'the wrong place'.
Bila anda breeder profesional, mungkin artikel berikut akan berguna buat Anda, atau setidaknya memicu gagasan untuk merancang sendiri sistem yang hemat energi dan sangat mudah dioperasikan serta dipahami oleh rata-rata sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa tidak mungkin tentunya anda mengoperasikan mesin tersebut sendiri atau mengawasinya 24 jam karena tentunya waktu sangat berharga untuk Anda. Biarlah dengan sistem otomatisasi yang sempurnya perkerjaan tersebut dapat dipahami dan diambil alih sepenuhnya oleh operator anda.
Kita mulai dengan rancangan sistem berikut :
| Klik untuk memperbesar gambar |
Tombol operasional
1. UP
2. DOWN
3. RESET/BACK
4. SET/SAVE
Untuk mode adelaar PLUS :
* Pada layar utama, menekan UP atau DOWN akan menaikkan atau menurunkan
SET temperatur
* Menekan RESET/BACK pada layar utama akan mereset value ke Factory Setting
(SET = 37 derajad Celsius, WR/Hysteresis = 0,3 derajad Celsius)
* Menekan SET/SAVE pada layar utama akan menyimpan setting yang ada
kedalam memory.
* Menekan UP dan DOWN bersamaan akan memasuki layar setting WR (Hysteresis)
* Menekan UP ataun DOWN pada layar WR (Hysteresis) akan menaikkan dan
menurunkan hysteresis (Range 0,1 - 1,0 derajad Celsius)
* Menekan RESET/BACK pada layar hysteresis akan kembali ke layar utama
dengan nilai hysteresis baru namun tanpa menyimpannya kedalam memory.
* Menekan SET/SAVE pada layar hysteresis akan kembali ke layar utama
setelah menyimpan nilai hysteresis yang ada kedalam memory.
Untuk model HCM-X PLUS :
to be continued ....
Secara parsial, sistem kontrol yang ada diatas pada dasarnya memiliki unit-unit yang mirip dengan disain-disain yang ada di menu Design Gallery sebelah kanan blog ini, namun untuk Adelaar Metamorf dan HCM-X ada tambahan PLUS yang hanya secara spesifik dirancang untuk keperluan tertentu, utamanya mesin tetas kapasitas ribuan. Mengapa demikian, karena biaya pembuatan unit-unit tersebut tentunya berbeda secara signifikan.
Gambar berikut adalah salah satu sistem yang baru kami bangun ulang. Kembali pada menu push-button yang relatif kompleks, kami coba merecall disain-disain lama yang walaupun lengkap fiturnya namun kurang user friendly, mirip dengan produk-produk import yang pengoperasiannya terkadang sulit dipahami oleh masyarakat kita kebanyakan.
Gambar berikut adalah salah satu sistem yang baru kami bangun ulang. Kembali pada menu push-button yang relatif kompleks, kami coba merecall disain-disain lama yang walaupun lengkap fiturnya namun kurang user friendly, mirip dengan produk-produk import yang pengoperasiannya terkadang sulit dipahami oleh masyarakat kita kebanyakan.
Adelaar Metamorf PLUS mempunyai 2 output, yaitu ke pemanas dan ke exhaust fan dengan logika kerja yang tidak bisa digantikan oleh relay mekanis (NO dan NC). Dengan relay mekanis anda memang dapat mengatur bila pemanas dinyalakan (NO), maka exhaust fan mati (NC) dan sebaliknya bila pemanas dimatikan maka exhaust fan akan hidup. Namun nilai ini absolut dimana matinya A adalah hidupnya B dan hidupnya B adalah matinya A. Tidak pernah ada kondisi keduanya mati dimana kondisi ini tentunya diperlukan juga untuk penghematan listrik yang memang bukan masalah berarti bagi mesin tetas kecil namun menjadi hal penting di mesin tetas besar dengan daya listrik yang besar pula.
- Range dari A ke B yaitu 0,30C (37,5 – 37,2) dinamakan dengan hysteresis dan bisa diprogram dengan nilai 0,1 sampai 1,00C.
- Dari ilustrasi gambar diatas, jelas digambarkan bahwa temperatur diset dengan nilai 37,50C dengan nilai hysteresis 0,30C. Dengan penyetelan seperti ini, maka pemanas akan dimatikan saat temperatur mencapai 37,50C dan baru dinyalakan kembali setelah drop ke 37,20C. Penyetelan seperti ini mengurangi frekuensi berkedipnya lampu disatu sisi dan disisi lain memberikan sedikit penghematan listrik.
- Bila karena sesuatu hal pemanas telah dimatikan pada temperatur 37,50C namun temperatur tetap naik (walaupun hanya 0,10C saja, misalkan akibat daya pemanas kebesaran, suhu luar sangat panas atau karena telur telah mengeluarkan panas dan CO2), maka exhaust fan akan diaktifkan dan segera dimatikan setelah mencapai sama dengan atau kurang dari 37,50C.
- Dengan fasilitas seperti ini, sirkulasi oksigen akan terjamin disatu sisi penghematan energi bisa dicapai. Namun semua itu tentunya juga tergantung pada disain dan konstruksi mesin tetas anda, seberapa besar ukuran exhaust fan dan seberapa presisi pengaturan airflow anda.
Friday, September 23, 2011
Memanaskan Air Untuk Menaikkan RH atau Relative Humidity
Kita mulai ulasan ini dengan memperhatikan gambar berikut ....
Tentu saja kebanyakan dari kita tidak senang kalau harus membuka-buka lagi buku fisika atau kimia SMA hanya untuk memahami proses yang terjadi pada pemanasan air seperti yang digambarkan oleh ilustrasi diatas.
Praktek adalah hal termudah, setidaknya bagi praktisi di lapangan dimana hasil kerja dan performance alat lebih dibutuhkan melebihi keingintahuan....
Ada beberapa pertanyaan yang bisa terjawab setelah melakukan uji praktek pemanasan air dengan thermocontrol digital. Beberapa pertanyaan pentingnya adalah sbb:
Pertanyaan Pertama
Setelah dipanaskan selama 10 menit, didapatkan pengukuran pada titik A = 40 derajad Celsius. Apakah pengukuran B, C, D, E, F, G dan H menghasilkan nilai yang sama?
Pertanyaan Kedua
Dengan sebuah alat thermocontrol digital dengan output elemen pemanas dan range penyetelan 0-95 derajad Celsius, diketahui suhu air 24 derajad celsius.
Bisakan kita menyetel 20 derajad celsius dan mendapatkan nilai aktual 20 derajad celsius pada posisi sensor?
Bisakan kita mendapatkan suhu 28,0 derajad Celsius dan mendapatkan nilai aktual 28,0 derajad Celsius pada posisi sensor?
Baiklah, karena saya telah lebih dahulu mencobanya, saya akan berikan jawaban dari dua pertanyaan diatas.
Jawaban Pertanyaan Pertama
Tidak satupun pengukuran menunjukkan angka yang sama pada semua titik, A, B, C, D, E, F, G maupun H. Air tidak seperti udara yang sangat cepat mentransfer panas dan segera melepaskannya. Bila titik A sudah mencapai 40 derajad, maka titik H yang berada pada jarak terjauh memerlukan lebih banyak waktu untuk mendapatkan penyebaran panas dari titik A. Itu berarti bila anda memanaskan air dengan acuan sensor yang berada dekat titik H dengan suhu 28 derajad, bisa saja pada titik A sudah mencapai 60 derajad disaat titik H terbaca 28 derajad Celsius. Perbedaan yang sangat ekstrem tentunya.
Perbedaan ini tentu saja bisa diminimalisir dengan mengaduk air untuk meratakan temperatur. Semakin rata kita mengaduk air semakin seragam dan cepat kemungkinan kita bisa mendapatkan kesamaan pengukuran.
Jawaban Pertanyaan Kedua
Bila suhu air sudah 24 derajad Celsius, lantas kita mengharapkan alat kita merubah suhu menjadi 20 derajad Celsius, maka yang kita butuhkan adalah pendingin tentunya, bukannya pemanas. Jadi dengan thermocontrol yang memiliki output pemanas, tidak mungkin kondisi ini bisa tercapai.
Untuk mendapatkan suhu 28 derajad dari 24 derajad celsius sebelumnya secara logika angka memang kelihatan mungkin. Tetapi kita harus perhatikan banyak kemungkinan. Air bisa saja memiliki suhu 24 derajad pada suhu ruang 29 derajad celsius karena air masih mempertahankan suhu sebelumnya, dimalam hari sebelumnya misalnya.
Bila suhu yang kita targetkan terlalu dekat atau bahkan lebih rendah dibandingkan suhu ruang kita, permintaan ini akan menjadi permintaan yang sangat sulit dipenuhi. Air lebih mempertahankan temperaturnya dibandingkan udara yang cepat melepas panas. Coba anda memanaskan air sampai medidih, terus matikan pemanasnya dan tunggu 10 menit. Trus anda pakai mandi ... tentu kulit anda terkelupas tentunya he he he .... beda sama udara yang dalam sekejap hilang panasnya setelah sumber panas dihilangkan.
Ok, kita coba jawab pertanyaan intinya. Kita coba dengan skenario gambar diatas. Anda menyetel 28 derajad pada unit thermocontrol. Thermocontrol akan mengukur sampai didapatkan 28 derajad pada posisi sensornya (lihat gambar diatas, perhatikan posisi "cemented sensor" dimana unit sensor direkatkan pada body sensor yang terbuat dari tembaga). Setelah di posisi sensor tercapai 28 derajad maka pemanas akan dimatikan (disarankan anda memasang pemanas pararel dengan lampu agar anda tahu apakah pemanas dimatikan atau tidak dengan melihat nyala lampu). Bila pada posisi sensor 28 derajad maka bisa saja pada posisi titik A telah mencapai 69 derajad, dan anda akan mendapatkan panas yang berbeda secara ekstrem pada pada titik B, C, dan E.
Setelah pemanas dimatikan, maka tempeaatur pada posisi sensor bisa saja menjadi lebih tinggi dari 28 derajad seperti kondisi semula karena temperatur yang lebih tinggi pada titik-titik lain akan mulai menyebar secara perlahan menuju posisi dimana sensor berada dan akibatnya ... anda akan mendapatkan bacaan sensor 29, 30, 31 atau bahkan 40 derajad pada akhirnya. Dan bila anda kurang paham akan sifat fisika ini anda akan tercengang melihat nilai SET dan ACTUAL thermocontrol anda berbeda secara drastis. Namun setelah membaca tulisan ini, semoga bagi yang belum mengerti menjadi lebih mengerti dan yang sudah mengerti, mohon maaf saya hanya membuat anda bosan membaca he he he .....
Lantas langkah apa yang harus kita lakukan karena kita ingin mendapatka temperatur yang sesuai dengan yang kita SET pada thermocontrol? Sederhana saja. Anda harus secara kontinyu mengaduk air agar tetap merata pada semua titik.
Lantas bagaimana aplikasi pemanasan air untuk mendapatkan penguapan untuk menaikkan RH pada mesin tetas? Apa perlu juga diaduk? Jawabannya tidak harus.
Anda hanya butuh panas yang anda inginkan pada permukaan air saja, yaitu pada critical evaporation zone seperti yang dapat anda lihat pada gambar diatas . Untungnya, bagian atas selalu lebih panas dari bagian bawah dimana pemanas ditempatkan. Jadi bila anda menge-SET temperatur 40 Derajad pada posisi sensor dimana thermocontrol menampilkan nilai aktualnya, maka sebebarnya pada permukaan bisa saja sudah mencapai 60 derajad atau bahkan lebih. Kalau anda ingin mendapatkan temperatur permukaan yang benar-benar 40 derajad dan sama dengan yang terbaca pada SET dan ACT dari thermocontrol, maka anda harus menempatkan ujung bawah sensor pada permukaan air. Bila anda melakukan ini, tentu saja anda akan dihadapkan pada masalah lain yang lebih sulit karena bila air turun levelnya karena menguap, maka sensor yang berada di permukaan air menjadi tidak bisa mendeteksi suhu air lagi dan jadi mendeteksi suhu udara diatas air. Akibatnya thermocontrol akan menganggap temperatur tidak terpenuhi dan terus mengaktifkan pemanas sehingga air anda akan mendidih, menguap habis dan akhirnya pemanas anda yang rusak karena tidak ada air lagi didalam container.
Namun bila anda adalah ilmuwan dan ingin mendapatkan pengukuran yang benar-benar valid, anda harus mengaduk air agar rata tentunya, dan anda akan mendapatkan pembacaan yang relatif merata pada semua bagian sehingga penempatan sensor bukan menjadi masalah lagi.
Namun ada satu hal yang menguntungkan dari proses pengadukan, yaitu penguapan akan menjadi lebih cepat dan humidifier sistem ini akan bekerja lebih efektif. Anda dapat melakukan proses pengadukan dengan motor listrik tentunya. Semua terserah anda .......
Sunday, August 21, 2011
Breaking News .. 4 Channels LCD Display Digital Thermometer and Hygrometer
Thanks to one of our users to have this idea .... to build a four channels fast response digital thermometer with LCD display for experimenters ...
Features :
Thermometer
- 4 channels independent thermometers
- High contrast blue backlighted LCD
- Fast response, update in less than a second
- LM35 Sensor or upon request
- 0,1 degree Celsius resolution
- 0.5 degree Celsius Accuracy
- 0-100 Degree Celsius range
- 000.0 - 100.0 Display Range
- 4 channels user calibration ports
- Suits experimenter and scientist needs
Hygrometer
- 4 channels independent hygrometer
- High contrast blue backlighted LCD
- Fast response, update in less than a second
- HSM 20G Humidity Sensor or upon request
- 0,1 %RH resolution
- 5%RH Accuracy
- 20-95%RH Sensor Range
- 000.0 - 100.0 Display Range
- 4 channels user calibration ports
- Suits experimenter and scientist needs
Cocok bagi yang ingin membangun dan menguji mesin tetas kapasitas besar dengan rak susun dimana menyeragamkan temperatur atau kelembaban pada tiap rak adalah pekerjaan yang sangat sulit sehingga dibutuhkan instrumentasi yang bisa diandalkan.
Features :
Thermometer
- 4 channels independent thermometers
- High contrast blue backlighted LCD
- Fast response, update in less than a second
- LM35 Sensor or upon request
- 0,1 degree Celsius resolution
- 0.5 degree Celsius Accuracy
- 0-100 Degree Celsius range
- 000.0 - 100.0 Display Range
- 4 channels user calibration ports
- Suits experimenter and scientist needs
Hygrometer
- 4 channels independent hygrometer
- High contrast blue backlighted LCD
- Fast response, update in less than a second
- HSM 20G Humidity Sensor or upon request
- 0,1 %RH resolution
- 5%RH Accuracy
- 20-95%RH Sensor Range
- 000.0 - 100.0 Display Range
- 4 channels user calibration ports
- Suits experimenter and scientist needs
Cocok bagi yang ingin membangun dan menguji mesin tetas kapasitas besar dengan rak susun dimana menyeragamkan temperatur atau kelembaban pada tiap rak adalah pekerjaan yang sangat sulit sehingga dibutuhkan instrumentasi yang bisa diandalkan.
Saturday, August 13, 2011
Technical Posting : Membuat dudukan/rumah lager atau bearing
Saat merancang egg turner model vertikal, baik 2 posisi maupun 3 posisi, sebenarnya bila kita mampu menghilangkan friksi pada engsel-engselnya, motor kecil sekalipun teoritisnya bisa menggerakkan egg tray mesin tetas kapasitas besar sampai ribuan telur.
Motor AC yang biasa digunakan sebagai komponen penggerak mesin tetas kapasitas kecilpun sebenarnya akan mampu digunakan untuk menggerakkan egg tray susun dari mesin berkapasitas 1000. Ini adalah sebuah tantangan karena kita harus berlomba-lomba meminimalisir friksi atau gesekan antar mekanisme bergerak.
Kejadian sehari-hari berikut menjadi dasar semangat kita untuk membangun impian tersebut.
1. Seorang anak SD kelas 6 mampu mendorong mobil dalam kondisi tidak di rem, di jalan
aspal mulus yang datar dan lurus, padahal berat total mobil tersebut 2 ton. Mengapa?
2. Dua orang gendut sedang bermain jungkat-jungkit ... ternyata mereka imbang karena
beratnya sama-sama 120kg, sehingga jungkat-jungkit berada pada posisi datar.
Seorang anak kemudian datang dan memberikan sekantong apel dengan berat
1 kg pada orang yang sebelah kanan .. apa yang terjadi? orang yang sebelah kiri
langsung terangkat. Mengapa?
langsung terangkat. Mengapa?
Ok, singkat saja. friksi yang mendekati 0 itu yang menjadi penyebabnya. Dan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir friksi adalah dengan menggunakan lager atau bearing.
Untuk mesin tetas, idealnya kita menggunakan bearing dengan ukuran diameter luar 22mm dan diameter dalam 8mm sehingga kita bisa menggunakan as ukuran 8mm yang umum kita dapatkan di pasaran.
Harga bearing itu tidak lebih dari Rp. 5.000/pcs. Wujudnya adalah seperti gambar berikut ini.
Sekarang yang perlu dipikirkan adalah membuat dudukan atau housing dimana bearing tersebut akan duduk dengan aman dan presisi sehingga kita dapat menggunakan lobang tengahnya sebagai bagian yang bergerak mengurangi friksi pada engsel-engsel kita.
Untuk mewujudkan hal tesebut, anda dapat membuat lobang seperti gambar dibawah ini. Alat yang anda perlukan adalah hole saw ukuran 22mm (Rp. 50.000) dan 15mm (Rp. 40.000) serta bor duduk atau bor tangan. Buatlah lobang yang lebih besar dulu dengan kedalaman yang sama dengan tebal bearing/lager. Kemudian baru buat lobang kecil dengan diameter 15mm dibagian tengahnya. Ini urutan yang harus anda lakukan, bila anda ingin tahu mengapa, anda harus mencobanya sendiri. Langkah berikutnya adalah membuat tutup dengan lobang ukuran 15mm ditengahnya. Mengapa harus pakai tutup? Supaya bearing tidak lari ke luar atau kedalam dan terkunci didalam rumahnya dengan aman.
Setelah selesai, anda akan mendapatkan lobang seperti gambar berikut ini.
Dan bila kemudian anda memasang bearing pada tempat yang telah disediakan tersebut, anda akan mendapatkan penampakan seperti di bawah ini :
Selamat mencoba ....
Subscribe to:
Posts (Atom)





















